Satrio Pingit Telah Muncul


SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL

Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis


Joyoboyo meramalkan akan munculnya Satrio Piningit yang nanti akan membawa Indonesia kemasa keemasannya. Ramalan itu dituliskan ulang oleh Raden Ngabehi Ronggowarsito. Perkataan “muncul” dalam ramalan tersebut tidak boleh diartikan sebagai kemunculan pemimpin sebagaimana yang lazim kita ketahui atau lihat selama ini.

Satrio Piningit adalah dua kata sifat yang menyatu dan melekat pada diri seseorang. Satrio adalah sifat seorang petarung sejati dalam menegakkan kebenaran dan membela orang-orang yang tertindas dan teraniaya. Piningit adalah sifat yang memingit diri artinya tidak mau diketahui oleh masyarakat.

Satrio Piningit hanya satu orang saja dan bukan tujuh orang, sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang yang tidak faham. Meskipun Satrio Piningit telah muncul dan sudah berada ditengah-tengah kita akan tetapi tidak akan mungkin kita dapat mengetahui sosok beliau. Jika masyarakat mengetahuinya maka secara otomatis gugurlah hakikat dan jati dirinya sebagai seorang Piningit (memingit diri).

Tanda kemunculannya adalah terjadinya “Goro-goro”. Goro-goro yang dimaksudkan dalam ramalan Ronggowarsito adalah kerusuhan massif yang menyebabkan tumbangnya rezim orde baru. Setelah Soeharto mundur dari jabatannya selaku presiden Republik Indonesia, maka banyak tokoh-tokoh baru yang bermunculan. Semua tokoh yang muncul tidak dapat dikatakan sebagai seorang satrio, karena bukan mereka yang menjatuhkan Soeharto.

Goro-goro adalah buah karya “Satrio Piningit”. Kerusuhan Mei 1998 adalah goro-goro yang kedua. Yang pertama terjadi di Makassar pada peristiwa Black September 1997. Ini adalah kota kelahiran beliau. Di kota inilah beliau dilahirkan dan dibesarkan kemudian pergi mengembara dan berkelana ke seantero penjuru bumi. Ilmunya teramat sangat tinggi. Dia mampu berada dimana-mana dalam ketiadaannya. Maksudnya tanpa diketahui oleh manusia, jin dan syetan.

Satrio Piningit adalah anak dewa yang berwujud manusia. Wujudnya tidak berbeda sebagaimana manusia pada umumnya. Ibunya adalah perempuan Jawa sehingga Satrio Piningit disebut juga sebagai orang Jawa. Disebut anak dewa karena Satrio Piningit adalah titisan nabi Hidir.

Nabi Hidir adalah nabi yang penuh misteri. Diyakini ada tapi tidak diketahui dimana keberadaannya. Sebelum nabi Adam diturunkan kedunia, nabi Hidir sudah ada di bumi. Nabi Hidir lah yang menyebabkan banjir bandang di masa nabi Nuh, karena itu nabi Hidir disebut juga sebagai nabi Air. Semua mahluk hidup membutuhkan air untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, karena itulah nabi Hidir disebut juga sebagai nabi yang mengatur rezki manusia. Sebelum manusia mengenal agama langit (yahudi, nasrani dan islam), manusia belum mengenal sebutan Allah. Manusia hanya mengenal dewa-dewa. Semua agama bumi (hindu, budha, Kong Hu Chu dan sebagainya) memuja dewa-dewa. Semua agama bumi menjadikan air sebagai sarana untuk menyampaikan sesajian, sesembahan atau tolak bala yang dilarutkan ke air baik sungai maupun laut. Semua itu ditujukan kepada nabi Hidir karena nabi Hidir adalah dewa Maha Tinggi dari semua dewa-dewa yang dikenal manusia. Nabi Hidir adalah peletak dasar semua ajaran agama bumi. Karena Satrio Piningit adalah putera nabi Hidir maka Satrio Piningit disebut juga sebagai anak dewa berwujud manusia. Wujud manusianya disebabkan karena dia dikandung dan dilahirkan oleh perempuan Jawa yang pernah tinggal di Kelurahan Sambung Jawa Kota Makassar setengah abad silam.

Sabdo Palon Nayo Genggong, bukan raja. Dia hanyalah seorang abdi dalem raja. Sama halnya dengan Satrio Piningit dia juga bukan raja tapi dia selalu mau duduk sejajar dengan raja. Dia tidak mau tunduk apalagi taat kepada raja karena dia adalah abdi dalem Yang Maha Raja, Tuhan Semesta Alam.

Sejak Soeharto lengser ke prabon, Satrio Piningit sudah duduk di samping raja (presiden). Dia berhak duduk di situ karena dialah yang menumbangkan kekuasaan presiden Soeharto. Itulah sebabnya tidak ada orang yang berani mengaku paling berjasa dalam menjatuhkan Soeharto. Semua presiden yang berkuasa setelah era Soeharto selalu dihujat oleh rakyatnya sendiri karena tidak ada lagi presiden yang memiliki “kharisma” raja. Kharisma itu sudah diambil dan disembunyikan oleh Satrio Piningit. Dia mengambilnya dari presiden Soeharto pada malam hari sebelum Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya. Tidak ada yang mengetahui peristiwa ini kecuali mereka berdua.

Masing-masing pihak mengajukan syarat. Soeharto meminta agar dirinya dan anak-anaknya dilindungi secara hukum alam. Dan Satrio Piningit mengajukan syarat agar Soeharto tidak menyampaikan kepada siapapun tentang wujud rupa dan kehadiran Satrio Piningit.

Kharisma “raja” telah disimpan lama oleh Satrio Piningit untuk dipersembahkan kepada Ratu Adil yang akan memerintah di Republik Indonesia ini jika waktunya telah tiba. Tanpa Satrio Piningit maka Ratu Adil itu tidak akan pernah ada karena Ratu Adil yang sesungguhnya adalah Satrio Piningit itu sendiri.

Satrio Piningit telah muncul dengan membawa senjata “Trisula Weda”. Senjata trisula atau tiga sila atau tiga dasar adalah Laku peran dia sebagai Imam Mahdi, Yesus Kristus dan nabi Isa. Itulah yang dimaksudkan dengan Senjata Trisula.

Sebagai Imam Mahdi, dia akan membunuh dajjal. Dajjal adalah mahluk bermata satu yang lahir dari segi tiga bermuda. Dajjal bukan mahluk gaib tapi manusia nyata. Segi tiga bermuda adalah alat kelamin perempuan yang melahirkan manusia. Yang dimaksud “bermata satu” adalah semua orang Indonesia yang hanya melihat presiden yang berkuasa tanpa mau tahu atau melihat atau meyakini bahwa Satrio Piningit telah duduk sejajar dengan presiden. Bermata satu adalah penguasa (presiden, gubernur, bupati dan walikota) yang memerintah untuk kesejahteraan dirinya sendiri, keluarganya, konco-konco atau orang terdekatnya dan tidak mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Bermata satu adalah orang perorang yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperhatikan hak dan kepentingan orang lain. Bermata satu adalah nafsu yang menguasai manusia. Nafsu itu ada di dalam darah manusia. Imam Mahdi harus membunuh nafsu itu agar manusia kembali sadar. Imam Mahdi berkewajiban menyadarkan manusia, baik diterima dengan ikhlas maupun terpaksa karena dipaksa.

Laku Imam Mahdi adalah laku yang paling berat dijalani oleh Satrio Piningit, karena sebelum dia menghadapi manusia yang masih hidup saat ini dia harus bisa menundukkan para leluhur-leluhur mereka yang sudah mati yang punya pertalian darah langsung dengan manusia yang masih hidup saat sekarang ini. Di alam gaib, Imam Mahdi harus berperang dan harus bisa menundukkan semua arwah manusia yang sudah mati. Karena Imam Mahdi tidak terkalahkan sampai saat ini maka dia disebut sebagai seorang Satrio. Satrio artinya seorang ksatria yang tidak pernah terkalahkan. Satrio Piningit sangat mengenal leluhur kalian, leluhur manusia yang hidup saat ini. Leluhur kalian, tunduk dan taat pada perintah Satrio Piningit. Bukan hanya leluhur kalian yang dia kenal tapi semua kejadian masa lalu yang terjadi berabad-abad silam dia ketahui dengan baik. Semua kejadian yang terjadi sekarang ini dan akan terjadi dalam waktu dekat diketahui oleh Satrio Piningit.

Sebagai Yesus Kristus, Satrio Piningit akan membunuh anti kristus. Anti kristus adalah seorang pembual dan pendusta. Anti kristus memiliki tanda (tatto) binatang di lengannya dan bertuliskan angka 666 (triple six). Anti kristus bukan mahluk gaib tapi manusia yang hidup sekarang ini yaitu mereka yang suka membual dan berdusta dalam mencapai tujuannya. Manusia yang suka membual dan berdusta kedudukannya sama dengan binatang. Ahli-ahli agama, entah dia islam, Kristen, yahudi, hindu, budha, kong hu chu atau apapun sepanjang dia tidak memahami dengan jelas apa yang dikatakannya maka orang itu termasuk pembual dan pendusta. Para politisi yang hanya menebar janji-janji pada waktu pemilu hanya pembual dan pendusta karena tidak mampu membuktikan apa yang dijanjikan dan dikatakannya. Demikian pula terhadap presiden, gubernur, bupati dan walikota yang mengumbar janji sebelum terpilih, setelah memerintah tidak mampu membuktikan janji-janjinya maka disebut sebagai pembual dan pendusta. Siapapun manusia yang suka membual dan berdusta adalah Anti Kristus.

Angka 666 adalah unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh seorang manusia hidup. Ada enam unsur atau bagian pada tubuh manusia yaitu; daging, tulang, darah, jiwa, hati dan ruh. Angka enam dituliskan tiga kali (666) maknanya adalah Satrio Piningit membersihkan keenam unsur itu tiga kali secara bolak balik, mulai dari daging, tulang, darah, jiwa, hati dan ruh kemudian ruh, hati, jiwa, darah, tulang dan daging kembali lagi dimulai dari daging, tulang, darah, jiwa, hati dan ruh. Metode pembersihan manusia dari sifat binatang (pembual dan pendusta) dilakukan oleh Satrio Piningit dengan dua cara. Daging, tulang dan darah dengan cara dibaptis atau dimandikan. Jiwa, hati dan ruh (logika berfikir) dengan cara diurapi atau diasapi. Semua itu dia lakukan secara gaib tanpa dilihat dan diketahui oleh manusia.

Bagi manusia yang telah mati. Satrio Piningit membersihkannya dengan tiga kali pembersihan saja (333) yaitu jiwa, hati dan ruhnya oleh karena mereka sudah tidak lagi memiliki raga dan jasad. Orang islam kalau mau shalat mendahuluinya dengan berwudhu, membersihkan bagian-bagian tubuh tertentu dengan air masing-masing sebanyak tiga kali dengan tujuan agar air itu meresap kedalam jiwa, hati dan ruhnya yang bertujuan agar nafsu mereka menjadi tenang sejenak. Orang yang beragama hindu, budha dan Kong Hu Chu juga mengimani angka “enam” pada versi dan pandangannya masing-masing. Orang hindu meyakini adanya hukum karma baik dan buruk. Setiap laku dan perbuatan kita maka karmanya akan turun sampai generasi yang keenam. Orang budha meyakini adanya reinkarnasi atau lahir kembali. Setiap manusia yang meninggal dunia akan terlahir kembali pada generasi yang keenam. Orang Kong Hu Chu meyakini bahwa para leluhur dapat membantu keturunannya di dunia ini dalam berusaha mencari rezki. Leluhur yang mereka maksudkan adalah sampai generasi anam tingkat di atas (kakeknya kakek). Mengikuti agama leluhur, sama dengan keyakinan agama yahudi. Mereka hanya beriman dan percaya kepada Tuhannya kakek mereka yaitu Ibrahim (Abraham). Iman orang hindu, budha, Kong Hu Chu dan yahudi adalah iman yang benar, semuanya tersinggung dalam Alqur’an. Tidak ada yang boleh menyalahkan mereka. Tidak ada yang boleh mengklaim dirinyalah atau agamanya yang paling benar.

Bagi yang telah dibersihkan (dibaptis dan diurapi) Satrio memberi tanda kepada orang itu sebagai domba-dombanya. Satrio Piningit adalah gembalanya. Barang siapa mengganggu domba-dombanya maka akan mendapatkan murka Satrio Piningit sang penggembala. Domba-domba inilah yang akan mendapatkan suasana Indonesia yang gemah ripah loh jinawe. Hidup damai dalam keberkatan Tuhan. Baldatun Tayyibun wa rabbun ghofur.

Sula (sila) ketiga senjata Satrio Piningit adalah laku dia sebagai nabi Isa. Ini adalah fase disuarakannya kebenaran. Suara kebenaran itu disebut sebagai “sabdo palon” Yang menyuarakan kebenaran itu adalah malaikat Jibril (Gabriel). Dia akan membuka pintu hati kecil manusia dan berbisik-bisik di hati manusia, sampai manusia meyakini bahwa Satrio Piningit telah ada di sekitar kita meski belum tampak oleh mata. Manusia yang dibisiki hatinya oleh malaikat dinamakan sebagai nayo genggong. Semua nayo genggong akan diamanahkan tugas menyampaikan “sabdo palon” bahwa Satrio Piningit telah ada di tengah-tengah bangsa Indonesia meski belum dilihat atau diketahui siapa orangnya dan dimana keberadaannya. Jika di lihat dan diketahui maka dia bukan Satrio Piningit. Dia anak dewa tapi bukan dewa. Orang Jawa tapi dia memakai nama baru.

Senjata sakti Satrio Piningit adalah TRISULA yaitu Imam Mahdi, Yesus Kristus dan nabi Isa. Senjata itu bisa dia miliki karena Satrio Piningit adalah titisan atau putera tunggal nabi Hidir. Umur dua puluh tahun, bapaknya memasukkan cahaya ke dalam diri puteranya. Malam itu disebut malam Lailatul Qadr. Waktunya adalah malam kedua puluh tiga ramadhan tahun delapan dua. Cahaya itu bentuknya seperti telur ayam warnanya kuning seperti warna bulan purnama. Nama cahaya itu adalah “muhammad”. Karena dia yang diberi cahaya itu maka dialah yang dimaksud sebagai keturunan Muhammad. Satrio Piningit adalah orang yang membawa tugas untuk membuktikan kebenaran Muhammad yaitu kebenaran Alqur’an.

Meski di dalam dirinya ada cahaya Muhammad tapi Satrio Piningit tidak dibolehkan menggunakan kata Muhammad dinamanya. Cahaya itu adalah pemberian dari bapaknya, karena itu dinamakan MAHDI. MAHDI artinya Cahaya Muhammad yang diberikan oleh nabi Hidir. Diberikan bukan karena diminta. Diberikan karena sudah menjadi suratan tangannya. Surat itu sudah tertulis dilauhin mahfudz. Surat itu adalah perintah Tuhan yang diturunkan kepada seseorang hambaNya dalam bentuk lembaran, sebagai misal lauh taurat (torah) yang diberikan kepada nabi Musa yang terdiri atas sepuluh lauh (lembaran) perintah. Sebelum “lauh” (lembaran perintah) diberikan orang yang akan melaksanakan perintah (nabi Musa) terlebih dahulu diuji. Materi ujiannya adalah yakin terhadap diri sendiri. Ujian ini penting oleh karena perintah Tuhan harus dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau seorang diri. Keyakinan diri adalah bekal utama untuk merubah keyakinan ummatnya (orang-orang israil) di masa itu. Setelah uji “keyakinan diri” berhasil maka Musa diberikan hadiah berupa dapat “mendengar” suara Tuhan. Musa melihat api di atas bukit thur (torah) bersamaan dengan itu Musa mendengar suara Tuhan yang menyatakan “Akulah Tuhanmu”. Ujian selanjutnya adalah uji “keberanian diri”. Tuhan membekali Musa dengan mu’jizat (ilmu sakti) kemudian diperintahkan membawa orang-orang israil meninggalkan Mesir menuju ke Palestina. Fir’aun keberatan bila Musa mau mengambil semua budak-budaknya (bani israil). Musa melawan dan terus memaksa Fir’aun mengikhlaskan dengan keyakinan Musa bahwa ini adalah perintah Tuhan. Fir’aun terus melawan dan mengejar Musa yang membawa pergi bani israil menyeberangi lautan, Fir’aun terus mengejar mereka. Setelah Musa berada di seberang laut merah (red sea) dengan bekal ilmu yang Tuhan berikan maka Musa dapat menenggelamkan Fir’aun (Ramses II).

Hadiah yang Tuhan berikan atas uji “keberanian diri”nya adalah diturunkannya lauh torah (taurat). Misi Musa membawa orang israil masuk ke Palestina tidak kesampaian hingga ia meninggal dunia oleh karena Musa tidak dikaruniai kecerdasan dan jiwa kepemimpinan (leadership). Karena misi belum berhasil maka lauh torah hilang secara misterius, diambil kembali oleh Tuhan. David (Daud) adalah orang yang dibekali kecerdasan dan leadership. Dialah yang berhasil membawa orang israil masuk ke Palestina. Dengan bekal kecerdasannya dia mampu merobohkan Jhalut (Goliath) hanya dengan sebuah batu kecil yang melesat kencang dari ketapelnya dan mengenai kepalanya Jhalut. Dengan bekal kepemimpinannya dia diangkat sebagai raja bagi orang israil. Dengan bekal itu pula Daud (David) dapat mengatur waktu-waktunya, sehari khusus untuk ibadah memuja-muja Tuhan, sehari untuk mengatur rakyatnya (orang-orang israil) dan sehari buat membina keluarganya, anak-anak dan isteri-isterinya. Dimasa Daud, lauh torah kembali diturunkan Tuhan dan disimpan oleh Daud (David) di bait Allah (Baitul maqdis-masjidil aqsa).

Orang yahudi (israil) tidak boleh lagi memuja dan mengkultuskan Musa (Moses) karena Musa tidak lagi sendiri. Satrio Piningit telah menggenapkannya. Keyakinan diri dan keberanian diri Satrio Piningit setara dengan keyakinan diri dan keberanian diri yang dimiliki oleh Musa. Satrio Piningit juga telah mendengar suara Tuhan sebanyak dua kali. Pertama, saat Tuhan menetapkan perempuan yang harus dia peristerikan. Ini sama saat Musa diperintahkan mengawini putri nabi Syuaib. Kedua, setelah Tuhan memberinya tanda berupa “titik merah” di atas tulang rusuknya. Dua titik merah merupakan tanda dua mu’jizat yang sama dipunyai nabi Musa. Pertama adalah kekuatan di tongkatnya dan kedua adalah di telapak tangan kanannya. Itulah sebabnya Satrio Piningit tidak dibolehkan menggunakan kedua telapak tangannya untuk mengerjakan pekerjaan kasar. Tongkat Satrio Piningit adalah tongkat gaib karena musuh-musuhnya adalah gaib.

Sejak peristiwa malam “lailatur qadr” itu, saat cahaya Muhammad diberikan oleh nabi Hidir kepada Satrio Piningit, maka dia telah mengetahui bahwa dirinya adalah seorang MAHDI akan tetapi dia belum memiliki keyakinan diri. Keyakinan diri diberikan saat dia sudah mendengar suara Tuhan yang pertama. Keberanian diri diberikan saat dia sudah mendengar suara Tuhan yang kedua. Pada masa-masa itu Satrio Piningit belum bisa mengklaim dirinya sebagai Imam Mahdi, karena waktu itu Satrio Piningit belum naik ke langit menerima lauh (perintah) untuk berperang. Cahaya Muhammad yang ada di dalam diri Satrio Piningit hanyalah cahaya yang diberikan. Keyakinan diri satrio Piningit adalah keyakinan yang diberikan. Keberanian diri Satrio Piningit adalah keberanian yang diberikan. Satrio Piningit hanyalah seorang yatim yang miskin papa dan tidak punya apa-apa. Semua yang dimiliki hanyalah pemberian dari Tuhannya.

PROSES MENJADI IMAM MAHDI

Tidak ada ayat didalam Alqur’an yang menceritakan tentang Imam Mahdi. Ummat islam tahu tentang Imam Mahdi, dajjal dan turunnya nabi Isa hanya melalui hadist nabi Muhammad. Ummat islam terpecah belah menjadi beberapa golongan hanya mempermasalahkan soal Imam Mahdi padahal mereka tidak memiliki pengetahuan sedikitpun tentang Imam Mahdi. Andaikan saja Imam Mahdi diceritakan dalam Alqur’an maka dipastikan ummat islam akan terpecah berkeping-keping dan kepingan-kepingan itu berada dalam lingkaran syetan durjana.

Korelasi antara Tuhan dengan Imam Mahdi sangat personality. Suatu hubungan yang bersifat konfidensial (amat sangat rahasia). Tugas utama Imam Mahdi adalah memunculkan kebenaran Alqur’an. Ayat demi ayat dinyatakan kebenarannya kemudian dirangkai dan disimpulkan. Imam Mahdi adalah Alqur’an yang berjalan. Imam Mahdi adalah saksi yang menyaksikan Tuhan Semesta Alam dengan segala penciptaanNya. Tidak ada yang mengetahui Tuhan dengan segala rahasiaNya kecuali Imam Mahdi. Ummat islam tidak boleh mengkultuskan dan memuja-muja nabi Muhammad betapapun besarnya jasa-jasanya oleh karena sekarang ini nabi Muhammad tidak lagi sendiri. Dia tidak tunggal. Dia tidak Esa. Ada Imam Mahdi yang merupakan pasangannya. Nabi Muhammad telah digenapkan.

Nabi Muhammad yang bertugas membawa Alqur’an, Imam Mahdi yang bertugas membuktikan kebenaran Alqur’an. Imam Mahdi bukan nabi apalagi rasul karena tidak ada lagi nabi dan rasul setelah Muhammad. Akan tetapi nabi Muhammad bukan pemimpin ummat manusia. Imam Mahdi lah yang pemimpin ummat manusia.

Alqur’an adalah kitab suci yang diimani oleh ummat islam akan tetapi Alqur’an bukan untuk ummat islam. Alqur’an untuk seluruh ummat manusia baik yang masih hidup maupun yang sudah mati tanpa membeda-bedakan latar belakang agamanya. Alqur’an bukan hanya untuk ummat manusia saja akan tetapi Alqur’an juga diperuntukkan untuk alam semesta ini. Imam Mahdi berkewajiban menundukkan alam semesta ini beserta seluruh isinya untuk menerima dan membenarkan Alqur’an. Seluruh ummat manusia baik yang hidup maupun yang sudah mati, seluruh masyarakat golongan jin maupun syetan harus tunduk menerima dan membenarkan Alqur’an.

Imam Mahdi tidak ada urusan dengan syiar islam karena Imam Mahdi tidak diberi tugas untuk membenarkan agama Muhammad. Tugas Imam Mahdi adalah membenarkan Alqur’an termasuk membenarkan Tuhannya nabi Ibrahim. Berat nian tugas seorang Imam Mahdi. Berperang seorang diri. Tiada hari tanpa perang. Jika ada waktu luang maka waktu itu hanya akan diisi untuk mengatur strategi dan taktik untuk selanjutnya berperang dan berperang lagi. Dalam hadist nabi Muhammad disebutkan “andaikan hari kiamat itu dapat ditunda walau sehari maka Allah akan menundanya sekedar untuk membahagiakan Imam Mahdi”. Hadist ini sahih. Hadist ini menggambarkan betapa beratnya tugas menjadi Imam Mahdi.

Ummat nasrani juga tidak lagi dibolehkan mengkultuskan Yesus Kristus betapapun besarnya jasa dan pengorbanannya. Semua itu tinggal sejarah dengan segala macam penafsiran yang keliru. Dia telah turun untuk kali yang kedua. Dia turun untuk menggenapkan. Karena dia telah turun maka dia tidak boleh lagi dikatakan Tuhan Yesus, sebab dia telah turun untuk menggenapkan. Yang tunggal hanya ALLAH di syurga. Itulah Tuhan.

Semua yang memiliki pasangan adalah hamba Tuhan. Semua yang telah digenapkan adalah hamba Tuhan. Hanya Tuhan saja yang satu. Sendiri. Dia tidak bisa digenapkan. Dia tidak bisa diduakan. Maka ikutlah kepada agama bapa kita Abraham. Itulah agama yang benar. Bukan agama Kristen, bukan juga Yahudi apalagi Islam. Ikutlah pada agama bapa kita Abraham. Itulah agama yang lurus. Jalan yang lurus. Jalan menuju syurga yang dijanjikan.

Untuk membuktikan kebenaran nabi Muhammad, Yesus Kristus dan nabi Isa maka pada umur tiga puluh empat tahun Satrio Piningit naik ke langit. Bukan jasad raganya yang naik tapi jiwanya. Waktu nabi Muhammad dulu melakukan isra dan mi’raj, juga bukan jasad raganya melainkan hanya jiwanya saja yang naik kelangit.

Satrio Piningit naik kelangit seorang diri. Tidak ditemani oleh siapa-siapa. Jiwanya meninggalkan jasad raganya dan melesat cepat ke angkasa jagat raya dalam hitungan beberapa menit dia melintasi pintu langit. Pintu langit bentuknya bundar seperti sumur tua yang terbuat dari susunan batu merah yang tidak ditutupi semen. Diameter lingkarannya sekitar empat meter. Ada tiga bangunan putih masing-masing berlantai empat dengan deretan kamar sebanyak sepuluh sehingga setiap bangunan berbentuk seperti flat yang tiap bangunannya terdapat empat puluh kamar. Flat-flat itu adalah tempat tinggal seratus dua puluh malaikat dimana tiap bangunan didiami empat puluh malaikat.

Di depan bangunan flat tempat tinggal malaikat ada sebuah bangunan berbentuk bilik empat persegi, ukurannya lebih kecil dari Ka’bah. Tingginya tidak setinggi Ka’bah. Tinggi bilik itu hanya dua meter saja. Dindingnya terbuat dari kaca tebal. Warnanya hitam pekat tidak tembus pandang. Hitamnya sama dengan kiswah Ka’bah. Nama bilik itu adalah baitul aswan. Ilmu Tuhan tersimpan di dalam bilik itu. Di depan bilik, di sisi kiri bangunan flat para malaikat ada hamparan padang pasir sejauh mata memandang. Pasirnya bersih, warnanya kuning seperti warna bulan purnama. Tidak ada angin tidak ada matahari di padang itu tapi hawanya teduh dan tenang. Nama padang itu adalah padang masyhar. Seratus dua puluh malaikat bertugas menjaga bilik baitul aswan. Tugas penjagaan ini disebut dengan tawaf. Tugas lainnya adalah menjaga pintu langit agar tidak ditembus oleh jin dan syetan yang suka mencuri-curi berita langit. Tiga malaikat mengambil ilmu Tuhan dari dalam bilik baitul aswan kemudian mereka masukkan ilmu itu ke dalam diri Satrio Piningit. Di lengan kanannya dimasukkan cairan berwarna merah darah dan di lengan kirinya dimasukkan cairan berwarna putih susu. Cara memasukkannya dengan cara menyuntiknya. Alat suntik yang digunakan seperti alat suntik yang biasa digunakan orang kalau menyuntik sapi. Ilmu ini disebut ilmu nyata. Peruntukannya untuk manusia nyata yang masih hidup saat ini. Kemudian Satrio Piningit diisi lagi ilmu melalui hidungnya (jalur nafas). Alat yang digunakan seperti alat bantu pernafasan sebagaimana yang biasa digunakan orang dirumah sakit. Ilmu ini disebut ilmu gaib. Peruntukkannya untuk manusia yang sudah berada di alam gaib karena telah meninggal dunia. Yang terakhir Satrio Piningit diisi ilmu lewat ubun-ubunnya. Alat yang digunakan seperti alat yang digunakan dokter atau paramedis kalau mendeteksi denyut jantung. Bentuknya seperti karet, warnanya hitam dan diletakkan di ubun-ubun Satrio Piningit. Tujuan ilmu ini adalah agar Satrio Piningit dapat menerima petunjuk langsung, atau perintah langsung atau pengendalian langsung dari Tuhan Semesta Alam.

Setelah diisi dengan empat macam ilmu oleh malaikat maka dengan sekejap mata Satrio Piningit langsung naik ke langit yang ketujuh. Di sana dia berjumpa dengan malaikat Jibril alaihissalam dalam bentuk dan rupa yang asli. Malaikat Jibril berdiri di pintu syurga. Di depan pintu syurga ada hamparan putih yang ukurannya sekitar enam kali enam meter. Nama tempat itu adalah sidratul muntaha. Di tempat itu Satrio Piningit bertekuk kedua lutut dengan menengadahkan kedua tangannya. Lehernya mendongak keatas. Dilihatnya ada segumpulan kecil awan hitam. Nama gumpulan kecil awan hitam tersebut adalah “arasy”. Di situlah Tuhan Semesta Alam bertahta. Satrio Piningit berkata “Ya ALLAH, aku telah datang” kemudian Tuhan berfirman: “Hai …….. (Tuhan menyebut tiga huruf nama Satrio Piningit dari Sembilan huruf yang dipunyai nama Satrio Piningit yang sebenarnya) …. Kenapa kamu datang !. Kembali ke bumi !”.

Satrio Piningit tidak menjawab. Dia terdiam membisu. Perintah kembali ke bumi adalah perintah untuk memunculkan kebenaran tentang apa yang dilihatnya dan apa yang diketahuinya. Satrio Piningit adalah saksi yang menyaksikan. Sebagai saksi yang benar, maka Satrio Piningit harus menyampaikan kesaksiannya. Penyampaiannya bukan dengan kata-kata akan tetapi melalui tindakan. Dan tindakan itu dengan jalan berperang! Dengan bekal ilmu yang didapatkan di langit pertama, Satrio Piningit memimpin dirinya sendiri memimpin perang dengan bergelar Imam Mahdi. Semua kejadian di muka bumi baik itu huru-hara, goro-goro, perang antar suku, agama, dan bangsa-bangsa, bencana-bencana alam berupa awan panas, kebakaran hutan, banjir bandang, tsunami, tanah longsor, letusan-letusan gunung berapi, kecelakaan pesawat Adam Air dan Sukhoi SJ 100 dan kejadian-kejadian aneh lainnya yang tidak dapat difahami oleh logika akal sehat manusia adalah bukti nyata bahwa Imam Mahdi telah turun dan menyatakan kehadirannya.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan keyakinan ummat nasrani bahwa Yesus Kristus mati di tiang salib lalu bangkit dari kematiannya di hari yang ketiga, kemudian Dia datang mengunjungi murid-muridnya dan memberi pesan-pesan terakhir. Setelah pesan-pesan itu Dia sampaikan; Yesus Kristus naik ke langit, ke rumah bapa di syurga.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan keyakinan ummat islam bahwa bukan Isa yang disalib melainkan Tuhan menciptakan yang menyerupai dia. Yang menyerupai nabi Isa adalah jasadnya sendiri. Jasad itu yang oleh bunda Maria (Maryam) memberinya nama sebagai Yesus, adapun jiwanya dinamakan Isa oleh bapa(nya). Nabi Isa juga naik kelangit.

Satrio Piningit bersaksi dan membenarkan bahwa Yesus Kristus atau nabi Isa ada di rumah bapa di syurga. Ternyata mereka hanya satu. Manusia di bumi mengenal dia dengan dua nama. Ternyata di syurga dia menggunakan nama barunya yaitu malaikat Jibril (Gabriel).

Cairan merah darah yang disuntikkan ke lengan kanan Satrio Piningit saat berada di langit pertama sesungguhnya cairan itu adalah darah Yesus Kristus ketika dia disalibkan. Cairan yang bentuknya seperti susu putih yang disuntikkan ke lengan kiri Satrio Piningit sesungguhnya adalah jiwa nabi Isa alaihissalam. Yesus Kristus dan nabi Isa menyimpan misteri bagi ummat manusia dan menyisakan perbedaan pendapat dan permusuhan sepanjang sejarah peradaban manusia. Yang dapat menyelesaikan perselisihan ini hanyalah Imam Mahdi. Oleh karena itu nabi Isa menjadikan Imam Mahdi sebagai Imamnya juga. Kedudukan Imam Mahdi lebih tinggi dari nabi Isa sedangkan kedudukan nabi Isa dengan Yesus Kristus adalah sejajar ibarat lengan kanan dan lengan kiri. Yesus Kristus dan nabi Isa adalah dua warna yaitu merah dan putih. Imam Mahdi akan mempersatukannya menjadi merah putih tanpa menodai warna-warna tersebut. Merah putih adalah bendera negara Republik Indonesia. Negara tempat turunnya Imam Mahdi, Yesus Kristus, dan nabi Isa. Yang membawa ketiganya turun kebumi ini adalah Satrio Piningit.

Hal ini dapat saja terjadi oleh karena bapaknya Satrio Piningit bersaudara dengan bapaknya Yesus Kristus (nabi Isa). Bapaknya Satrio Piningit bernama ALHIDIR atau nabi Hidir sedangkan nama bapaknya Yesus Kristus (nabi Isa) adalah ALMASIH (MASEAS). Nabi Hidir lebih dulu diciptakan, kemudian menyusul Almasih (Maseas).

ALHIDIR adalah cahaya gaib Tuhan sedangkan ALMASIH adalah cahaya nyata Tuhan. Oleh karena bapak Satrio Piningit hanya cahaya gaib Tuhan maka dia harus memingit dirinya dan harus merahasiakan jati dirinya yang sebenarnya. Berbeda halnya dengan Yesus Kristus (nabi Isa) yang bapaknya adalah cahaya nyata Tuhan maka sejak awal kelahirannya sampai dia mati dan dibangkitkan kembali diharuskan menyebut siapa bapaknya. Pencapaian terakhir Yesus Kristus adalah menyatu dengan asal penciptaannya yaitu menjadi MASEAS. Bangkit dari kuburnya di hari ketiga adalah masa dia menjadi MASEAS. Saat itulah Yesus Kristus disebut sebagai Tuhan Yesus oleh murid-muridnya diikuti oleh ummat nasrani sesudahnya. Alquran tidak pernah menyebut Isa Almasih akan tetapi Isa Putera Maryam. Hanya ada dua ayat yang menyebut kata “Almasih, Isa Putera Maryam”. Tidak ada ayat yang menyebut Isa Almasih. Pencapaian tertinggi nabi Isa adalah saat dia sudah dibangkitkan untuk dinaikkan ke langit menyatu dengan asal penciptaannya yaitu Almasih. Saat itulah identitas dirinya sebagai Putera Maryam ditanggalkan dan berhak menggunakan nama Isa Almasih.

Nabi Isa Putera Maryam disebut juga sebagai seorang nabi dan rasul oleh karena dia membawa ajaran Tuhan untuk disebarkan kepada ummat manusia. Isa Almasih tidak boleh disebut nabi apalagi rasul karena gelar Almasih dia dapatkan setelah dia dibangkitkan. Almasih bukan nabi apalagi rasul. Almasih adalah cahaya nyata Tuhan. Itulah sebabnya setelah Yesus Kristus dibangkitkan di hari ketiga maka dia menjadi MASEAS (ALMASIH) dan dinamakan sebagai Tuhan Yesus.

ALHIDIR (nabi Hidir) dan ALMASIH sama-sama hamba Tuhan. ALHIDIR adalah cahaya gaib Tuhan. Bayangan gaib Tuhan. ALMASIH adalah cahaya nyata Tuhan. Bayangan nyata Tuhan. Keduanya adalah hamba terdekatNya. DisisiNya. Keduanya digenapkan. Hanya Yuhan saja yang satu. Tunggal. Esa. Ahad.

ALHIDIR menguasai bumi beserta seluruh isinya. ALMASIH menguasai langit beserta seluruh isinya. Alhidir menguasai semua yang gaib. Almasih menguasai semua yang nyata. Alahidir menguasai timur. Almasih menguasai barat. Alhidir menguasai malam. Almasih menguasai siang. Jika ALHIDIR dan ALMASIH disatukan maka itulah yang disebut dengan ALLAH. Tak satupun hambaNya atau ciptaanNya yang dapat sampai kepada Tuhan melainkan hanya sampai kepada ALLAH-Nya saja. Tuhan melindungi diriNya dibalik cahaya ALLAHNya. Tuhan hanya satu. Sendiri saja. Semua hambaNya genap dan digenapkan.

Satrio Piningit adalah titisan nabi Hidir. Cahaya gaib Tuhan. Sejak kelahirannya sampai kematiannya dan saat dia dibangkitkan kembali dia harus tetap memingit diri (Piningit) merahasiakan jati dirinya. Manusia tidak boleh tahu dan tidak akan mungkin bisa mengetahui siapa Satrio Piningit yang sebenarnya. Pencapaian tertinggi Satrio Piningit adalah saat dia menyatu dengan asal penciptaannya yaitu menjadi ALHIDIR. Pencapaian ini bisa terjadi apabila seluruh tugas-tugas yang diperintahkan Tuhan kepadanya telah dia laksanakan dengan baik dan sempurnah.

Jika Satrio Piningit telah menjadi ALHIDIR maka ALMASIH akan turun kebumi menyatukan dirinya dan melebur ke dalam ALHIDIR dan menjadi satu. Saat itulah Satrio Piningit muncul dengan nama barunya. Nama barunya terdiri atas satu kata saja. Kata itu terdiri atas sembilan huruf.

Dengan nama barunya, Satrio Piningit akan memerintah, memimpin Indonesia dengan julukan RATU ADIL. Indonesia akan masuk ke dalam masa keemasannya. Indonesia akan menjadi kiblat bangsa-bangsa lain yang ada di muka bumi ini. Bagi orang islam menyebut masa itu sebagai masa Isa Almasih memimpin dunia. Orang Kristen menyebut adalah masa dimana Yesus Kristus turun mencari domba-dombanya dan memberi makan domba-dombanya dengan penuh kasih untuk dibawa naik kesyurga.

GORO-GORO

Sebelum Satrio Piningit muncul maka akan terjadi lagi suatu peristiwa yang amat dahsyat dan mengerikan. Goro-goro atau hura-hara yang terjadi secara merata di seluruh belahan bumi. Itulah goro-goro yang keempat atau yang terakhir. Yang pertama adalah peristiwa black September 97 di Makassar. Kedua, kerusuhan Mei 98 di Jakarta. Ketiga adalah kerusuhan di Tunisia, Mesir, Lybia, Yaman, Suriah dan Negara-negara tetangga disekitarnya.

Kerusuhan pertama, kedua dan ketiga pada hakekatnya sama saja hanya luas wilayah cakupannya yang berbeda. Persamaannya adalah kekuatan gaib merasuk ke dalam diri manusia kemudian mengambil alih dan menggerakkan manusia untuk mencapai tujuan bersama, yaitu menumbangkan penguasa tiran (presiden yang telah lama berkuasa). Penguasa nyata yang menguasai orang banyak (rakyat). Penguasa nyata yang memerintah secara mutlak dan sewenang-wenang kedudukannya sama dengan Fir’aun. Karena Satrio Piningit menggenapkan Musa maka wajib baginya menumbangkan penguasa yang dzalim.

Kerusuhan keempat yang akan terjadi nanti adalah kerusuhan dimana kekuatan gaib bergerak sendiri dan menjadikan manusia, orang perorang sebagai sasaran amuknya. Orang perorang yang dimaksud adalah semua orang yang membiarkan nafsu berkuasa atas dirinya. Penguasa gaib yang menguasai orang perorang (pribadi) disebut Fir’aun dan orang perorang yang memperturutkan hawa nafsunya disebut sebagai pengikut setia dan bala tentara Fir’aun. Karena Satrio Piningit menggenapkan Musa yang telah menenggelamkan Fir’aun dengan semua pengikut setianya (bala tentaranya) di laut merah maka Satrio Piningit juga akan menenggelamkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya di lautan darah. Akan terjadi banjir darah di mana-mana. Sebagian besar penduduk bumi akan mati berdarah.

Setelah goro-goro terjadi atau setelah Fir’aun dan bala tentaranya ditenggelamkan di laut merah (banjir darah) maka selesailah tugas Satrio Piningit menggenapkan Musa.

Orang-orang yang selamat dari goro-goro jumlahnya tidak banyak. Orang-orang yang selamat ini disebut sebagai bani israil, termasuk orang-orang Israil yang telah mencaplok tanah Palestina. Orang islam tidak dibolehkan dengki dan dendam kepada orang-orang israil karena orang-orang israil yang umumnya beragama yahudi tidak tahu apa-apa. Mereka hanya melaksanakan apa yang Tuhan pernah perintahkan kepada Musa (Moses), dan orang-orang israil (yahudi) tidak dibolehkan lagi mengkultuskan Daud (David) karena telah ada Satrio Piningit yang menggenap-kan Daud.

Satrio Piningit tidak akan menyebut kata bani israil (orang-orang israil) yang selamat dari banjir darah (goro-goro). Satrio Piningit akan menamakan mereka sebagai orang Indonesia yang merdeka. Yaitu orang yang dibebaskan dari belenggu kekuasaan nafsu. Satrio Piningit akan merubah bendera Bintang Daud (David star) menjadi bendera merah putih. Tanah yang dijanjikan bukan Palestina, akan tetapi tanah (negeri) Indonesia yang gemah ripah loh jinawe. Semua damai. Tidak ada lagi permusuhan, karena penyebab manusia bermusuh-musuhan adalah nafsu itu sendiri.

Dalam ramalan Joyoboyo disebutkan bahwa Satrio Piningit akan menyelamatkan orang jawa yang baik, orang jawa yang jahat dikasih makan jin dan syetan. Orang jawa yang baik maksudnya adalah bani israil yang diselamatkan. Orang israil yang menguasai tanah Palestina sekarang adalah keturunan jawa. Orang israil (yahudi) mengetahui dan meyakini bahwa leluhur mereka adalah orang jawa, asal leluhur mereka adalah Jawa. Leluhur mereka berjalan meninggalkan pulau Jawa untuk menyelamatkan diri dari bencana maha dahsyat berupa letusan gunung krakatau yang pertama disusul dengan letusan gunung toba di Sumatera yang menyebabkan terciptanya danau toba dan bukit barisan disusul dengan gempa bumi dahsyat susul menyusul yang menyebabkan syurga dunia yang disebut benua Atlantis menjadi hilang. Orang jawa yang dulunya mendiami Atlantis yang luas daratannya mencakup seluruh daratan India sampai ke benua Afrika, menyebar menyelamatkan diri dan melahirkan suku-suku bangsa sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Letusan gunung berapi maha dahsyat telah menenggelamkan syurga bumi (atlantis) sekaligus meninggalkan misteri peradaban suku jawa kuno. Para ahli atlantologi, setelah melakukan kajian dari berbagai sudut menyepakati bahwa Indonesia adalah lokasi atlantis (syurga bumi) yang hilang. Temuan-temuan arkeologi baik yang ditemukan di Jawa maupun di Flores (Timor-Kupang) semakin memperkuat dilil jika dikatakan suku jawa kuno adalah suku tertua di muka bumi. Peradaban jawa kuno jauh lebih tua dan lebih maju dibanding peradaban suku maya dan suku-suku kuno lainnya di bumi ini.

Dalam Alqur’an ada ayat yang menyebutkan bahwa Adam dan Hawa diturunkan ke dunia karena melanggar larangan Tuhan. Mereka memakan buah huldi. Ayat ini kita imani meski tidak rasional. Karena tidak rasional, ada baiknya kita kesampingkan untuk sementara. Kita gunakan ayat Alqur’an lainnya yang lebih rasional. Dalam Alqur’an Tuhan berfirman “Sesungguhnya langit dan bumi itu dulunya satu lalu kami pisahkan. Langit Kami tinggikan. Bumi Kami rendahkan”. Pada ayat lain Tuhan berfirman “langit dan bumi diciptakan dalam enam masa”. Pada kitab injil disebutkan “Tuhan mencipta selama enam hari, di hari ketujuh Tuhan beristirahat”.

Langit dan bumi yang dulunya bersatu adalah Atlantis. Syurga yang ditempati Adam dan Hawa bukan di langit akan tetapi syurga yang dimaksudkan adalah Atlantis. Karena larangan Tuhan dilanggar maka Tuhan murka. Murka Tuhan menyebabkan bencana dahsyat yang sangat besar, berupa letusan gunung Krakatau yang pertama. Murka Tuhan menyebabkan langit dan bumi terpisah. Murka Tuhan menyebabkan Atlantis tenggelam . Makhluk (belum dapat dikatakan sebagai manusia) yang dulu menghuni Atlantis terpisah menjadi dua kelompok. Yang tenggelam bersama tenggelamnya Atlantis, orang jawa menamakan mereka sebagai penguasa/ratu pantai selatan Nyi Roro Kidul. Wilayah kekuasan Nyi Roro Kidul meliputi laut Jawa sampai kawasan laut Segitiga bermuda. Orang jawa mengkultuskan Nyi Roro Kidul memiliki kebenaran oleh karena beliau adalah mahluk yang tenggelam bersama atlantis. Nyi Roro Kidul memiliki pasukan/bala tentara. Mereka semuanya adalah penghuni atlantis.

Kelompok penghuni Atlantis lainnya adalah mahluk (belum dapat dikatakan sebagai manusia) yang ikut terangkat naik ke atas saat langit ditinggikan. Mereka ini yang menghuni planet-planet ruang angkasa. Manusia menyebut atau menamakan mereka sebagai mahluk ruang angkasa (UFO). Dalam mitologi Yunani kuno mahluk-mahluk ini dinamakan dewa-dewa. Nyi Roro Kidul dan UFO sama-sama misteri bagi ummat manusia sebagaimana misterinya syurga Atlantis.

Sebutan lain syurga Atlantis yang tenggelam adalah pertiwi. Nyi Roro Kidul sebagai seorang dewi yang berkuasa di tempat itu dinamakan sebagai ibu pertiwi. Semua raja-raja Jawa yang berkuasa harus mendapat restu dari ibu pertiwi termasuk semua presiden yang akan memerintah negara republik Indonesia. Mahluk yang menghuni pertiwi semuanya berjenis perempuan sedangkan semua mahluk yang menghuni planet ruang angkasa (UFO) jenisnya laki-laki. Mereka sengaja dipisahkan agar mahluk itu tidak berkembang biak. Mereka adalah penghuni Atlantis yang tetap ada dan tetap hidup hingga saat ini. Mereka bukan manusia bukan pula bangsa jin apalagi syetan. Mereka memiliki kekuasaan di wilayahnya masing-masing. Semua mahluk yang menghuni pertiwi tunduk dan taat kepada nabi Hidir dan semua mahluk yang menghuni planet ruang angkasa tunduk dan taat kepada Almasih. Tidak ada mahluk yang bisa sampai kepada Tuhan Yang Maha Pencipta.

Bencana atlantis menyisakan sepasang mahluk sebagai cikal bakal disebut manusia yang dipersiapkan Tuhan mendiami daratan. Awalnya mereka juga terpisah sebagaimana keterpisahan bumi dan langit. Yang laki-laki (Adam) berada di sekitar India dan yang perempuan (Hawa) di daratan ujung Afrika. Mereka berdua dipertemukan Tuhan di padang tandus Arafah. Pertemuan itu adalah awal dimulainya manusia berkembang biak, awal dimulainya manusia mempertahankan hidupnya berbeda di masa Atlantis, syurga bumi, segala sesuatunya telah disediakan. Untuk mengajari manusia bercocok tanam maka Tuhan mengutus nabi Idris. Ini disebut sebagai masa yang kedua menyusul masa yang ketiga era nabi Nuh. Di masa ini bencana banjir bandang terjadi, tujuannya adalah alam barzah diciptakan. Alam ini untuk dihuni oleh manusia yang sudah mati. Kemudian masa keempat era nabi Hud. Di era ini terjadi lagi bencana gempa bumi, hujan debu menyusul masa kelima era nabi Shaleh juga terjadi lagi gempa bumi dan hujan batu. Masa yang keenam adalah masa nabi Ibrahim (Abraham).

Nabi Ibrahim (Abraham) adalah nabi dan rasul yang keenam diutus Tuhan. Dalam Alqur’an disebutkan “Allah mengambil Ibrahim sebagai hamba kesayanganNya”. Makna yang tersirat dari ayat ini adalah proses penciptaan langit dan bumi selama enam masa telah selesai diciptakan. Dalam injil disebutkan enam hari dan Tuhan beristirahat dihari yang ketujuh.

Bumi dan langit terdiri atas enam alam, jika keenam alam ini disatukan maka disebut “semesta”. Keenam alam tersebut adalah alam langit, alam angkasa raya, alam barzah, alam dunia, alam pertiwi dan alam neraka.

  1. Di alam langit, terdapat dua langit yaitu langit pertama dan lengit ketujuh. Langit pertama dihuni seratus dua puluh malaikat dan langit ketujuh dihuni tiga malaikat yaitu Jibril (Gabriel), Mikail (Mikael) dan Israfil (Sarafil). Dilangit pertama terdapat padang masyhar, dilangit ketujuh terdapat syurga. Dua langit dan dua tempat. Semua harus digenapkan. Syurga masih kosong dan belum berpenghuni.

  2. Di alam angkasa terdapat dua tempat. Yang paling tinggi ditempati oleh matahari dan gugusan bintang-bintang dan galaxy. Yang rendah ditempati bulan dan ratusan planet-planet. Mahluk luar angkasa (UFO) menghuni planet. Di angkasa terdapat dua tempat. Semua harus digenapkan.

  3. Alam barzah adalah alam yang berada di atas tanah. Tingginya setinggi puncak gunung. Di alam ini terdapat dua tempat. Yang paling tinggi dihuni oleh roh-roh manusia yang sudah mati. Roh ini akan berinkarnasi kembali pada kelahiran generasi keenam. Tempat yang paling rendah (setinggi pohon kayu) dihuni jin dan syetan. Jin dan syetan tidak bisa melakukan reinkarnasi akan tetapi mereka selalu mengganggu, menggoda dan menyesatkan manusia. Di alam barzah terdapat dua tempat. Semua harus digenapkan.

  4. Alam dunia terdiri atas dua unsur yaitu tanah dan air. Dihuni oleh manusia yang terdiri atas dua jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Semua harus digenapkan. Tumbuhan dan hewan dikesampingkan karena keduanya tidak dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan.

  5. Di alam pertiwi terdapat dua tempat. Alam bawah laut hingga dasar laut dan bawah dasar hingga kelempeng bumi. Semua harus digenapkan.

  6. Alam neraka adalah alam yang terdapat dibawah kerak bumi. Di situ ada api yang menyala-nyala dan sangat panas. Bila hari kiamat telah tiba maka matahari akan jatuh kebumi melewati alam pertiwi. Api yang terdapat dimatahari akan menggenapkan dirinya dengan api yang ada di neraka.

Semua harus genap dan digenapkan. Hanya Tuhan Yang Menciptakan saja sendiri. Dia Tunggal. Dia Esa.

Di masa nabi Ibrahim manusia mulai mencari Tuhan yang menciptakan segalanya. Manusia memuja roh-roh leluhur mereka. Ibrahim (Abraham) memiliki putera bernama Ismail (Samuel) dan Ishak. Ishak memiliki putera bernama Yakub (Yakob). Yakub memiliki putera dua belas orang dari empat orang ibu. Mereka inilah yang disebut dengan bani israil, yang belakangan menganut faham agama yahudi. Orang yahudi meyakini adanya Tuhan meski mereka tidak menyebut ALLAH karena sebutan itu belum dikenal oleh nenek moyang mereka.

Orang yahudi menamakan Tuhan dengan sebutan YAH WEH (Yehova). YAH WEH artinya adalah Jawa. Jawa adalah asal usul nenek moyang mereka, asal usul ummat manusia. Jawa adalah syurga atlantis yang hilang. Sampai hari ini orang-orang israil (yahudi) berkeyakinan bahwa orang jawa (Indonesia) adalah saudara tua mereka. Orang yahudi meyakini bahwa gunung Muriah yang ada di Jawa adalah saudara kembar dengan gunung Moriah (Moriah Mount) yang ada di Israil. Gunung Muriah di Jawa sebagai kakak kembar dan gunung Moriah di Israil adalah adik kembarnya.

Sabdo Palon Naya Genggong dalam ramalan Joyoboyo (Jawa kuno) yang ditulis ulang oleh R. Ng. Ronggowarsito menyatakan bahwa Satrio Piningit akan muncul menyelamatkan orang jawa. Maknanya adalah ummat manusia. Tanda kemunculan Satrio Piningit adalah apabila gunung Merapi sudah meletus dan laharnya mengarah ke barat daya. Penyebutan arah barat daya untuk memberi tanda kepada dewi penguasa bumi pertiwi, Nyi Roro Kidul bahwa tidak lama lagi masa syurga atlantis dinyatakan kembali dan itulah yang dimaksud dengan Indonesia memasuki masa keemasannya. Satrio Piningit menyatakan kembali syurga atlantis yang hilang untuk menggenapkannya. Segala sesuatu yang telah digenapkan adalah hamba Tuhan.

Gunung merapi telah meletus pada tanggal 13 Mei 2006. Laharnya mengarah ke barat daya. Baunya busuk dan tidak sedap. Malam kejadian itu adalah malam saat bulan purnama, tepat disaat malam perayaan hari raya Trisuci Waisak bagi ummat Hindu. Biarlah waktu yang akan mengungkap kebenaran ramalan ini.

Maka terjebaklah semua orang yang memusuhi israil. Celakalah orang memusuhi pemeluk agama-agama lain. Kalian tidak faham dengan apa yang kalian imani. Satrio Piningit bukan nabi apalagi rasul tapi dia menggenapkan dua puluh lima nabi dan rasul. Dia bukan dewa. Dia hanya anak dewa tapi dia menggenapkan semua dewa-dewa yang diketahui oleh ummat manusia. Semua yang telah digenapkan tidak berhak mendapat pujian dari manusia. Maka terjebaklah semua peramal yang suka menafsir-nafsirkan dan menduga-duga tentang Satrio Piningit oleh karena sesungguhnya Sabdo Palon Nayo Genggong dengan Satrio Piningit adalah satu di dalam kebersatuan yang nyata.

Tuhan telah memberi kecerdasan dan leadership (kepemimpinan) kepada Satrio Piningit untuk menggenapkan Daud sebagai raja bagi orang israil. Raja Daud adalah raja yang adil dalam membagi waktu. Sehari untuk ibadah memuja Tuhan, sehari mengatur rakyatnya dan sehari mengurus isteri dan anak-anaknya. Karena hanya untuk menggenapkan zahaja (sahaja, saja) maka Satrio Piningit lebih nyaman menyebut dirinya sebagai Ratu Adil. Dengan menyebut dirinya sebagai ratu (kata tunjuk bagi perempuan yang menduduki tahta tertinggi) maka Satrio Piningit akan menempatkan dirinya sekaligus sebagai ibu bagi ummat manusia guna menggenapkan ibu kandung yang melahirkan jasad manusia (orang per orang) masing-masing. Dia akan mengasihi manusia (rakyatnya) dengan kasih yang tiada batasnya sebagai mana kasih seorang ibu kepada anak-anaknya.

Kekuatan gaib yang nantinya akan bergerak adalah bala tentara jin dan syetan yang datang dari seluruh penjuru bumi dalam keadaan baris berbaris dengan membawa sebilah pedang yang sangat tajam untuk memenggal leher orang-orang yang dikuasai oleh nafsunya. Bala tentara gaib ini tidak dapat dilihat oleh mata. Datangnya tiba-tiba dan dalam sekejap mata leher sudah terpenggal. Dimana-mana mayat tanpa kepala bergelimpangan. Darah segar berceceran. Aroma bangkai busuk menyengat diterbangkan angin. Semua orang ketakutan. Huru-hara. Kacau balau. Seluruh pemerintahan yang ada di muka bumi runtuh dengan sendirinya. Semua yang jahat, semua pembual dan pendusta akan dihabisi oleh bala tentara jin dan syetan. Semua yang baik akan selamat. Yang selamat itulah yang akan melihat Indonesia memasuki masa keemasannya.

Satrio Piningit membagi manusia dalam dua golongan yaitu golongan jahat dan golongan baik. Yang jahat akan dikasih makan jin dan syetan. Orang-orang yang tidak percaya terhadap kebenaran tulisan ini dianggap sebagai orang jahat. Mereka dianggap sombong. Orang itu menganggap dirinya lebih tahu, lebih benar padahal dia bodoh dan salah. Biarkanlah nanti dia akan dipenggal kepalanya oleh jin. Yang baik akan diurapi kepalanya oleh Satrio Piningit dengan penuh kasih, termasuk bagi mereka yang menerima dan meyakini kebenaran tulisan ini dengan menggunakan akal fikirannya. Tulisan ini harus dibenarkan oleh akal dan fikiran masing-masing. Orang yang baik adalah orang yang memiliki kawruh budi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki budi pekerti dan berbudi luhur.

RATU ADIL

Sebagaimana laki-laki pada umumnya, Satrio Piningit juga memiliki dua sisi sifat di dalam dirinya yaitu sifat maskulin dan feminim. Sifat maskulinnya tercermin dari sifat dia sebagai seorang lelaki jantan, gagah, perkasa, tak terkalahkan, gigih berjuang mempertahankan kebenaran yang diyakininya meski hanya seorang diri. Meski tidak dominan, Satrio Piningit juga memiliki sifat sebagai orang yang angkuh. Meski tidak punya apa-apa tapi mau dikatakan memiliki segalanya, meski rendah tapi mau dikatakan tinggi, meski miskin tapi mau dikatakan kaya. Meski hanya rakyat biasa mau dikatakan penguasa, meski pembangkang sejati mau dikatakan penurut. Sifat angkuh adalah sifat negative manusia tapi Satrio Piningit mampu menstrukturisasi sifat negative itu menjadi positif. Oleh karena dia merubahnya menjadi positif maka Satrio Piningit menjadikan semua itu sebagai motivasi dirinya agar dia bisa membuktikan kebenarannya bahwa dia memang memiliki segalanya, dia memang kaya, dia memang berkuasa. Dia membangkang kepada orang yang melakukan kesalahan tapi dia menurut kepada orang yang bertindak benar.

Sadar akan dirinya sebagai seorang yatim, Satrio Piningit sejak kecil dikenal sebagai pekerja keras, tidak suka berdiam diri apalagi tidur-tiduran atau bermalas-malasan. Dia tidak suka rutinitas, dia suka dengan perubahan karena itu dia suka dengan tantangan. Semakin besar tantangan semakin dia sukai karena perubahan yang dihasilkan akan lebih banyak meski semua itu harus dia lalui dengan penuh kesabaran. Satrio Piningit adalah seorang penyabar yang terbaik. Dia bisa memperlihatkan senyum simpatiknya meski hatinya tersinggung pahit. Sifat sabar Satrio Piningit hanya kamuflase saja guna menutupi sifatnya yang suka membalas. Siapapun yang menyakitinya akan dibalasnya tanpa ampun melebihi rasa sakit yang pernah dia rasakan. Ini berlaku kepada semua orang tanpa kecuali termasuk saudara sendiri. Konsep keadilan menurut faham Satrio Piningit adalah apabila dia sudah melakukan pembalasan yang setimpal.

Sebagai anak dewa yang lahir dari rahim perempuan Jawa, meskipun dia memiliki sifat sebagai seorang laki-laki maskulin akan tetapi Satrio Piningit memiliki satu kelemahan utama. Kelemahannya inilah yang membuktikan bahwa dia bukan seorang dewa. Satrio Piningit sangat “takut” kepada ibunya. Dia takut tidak masuk syurga, karena kata orang syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Meski ibunya salah tapi dia tetap saja menurut kemudian pelan-pelan merubahnya. Meski ibunya sudah marah besar dengan menghardik dan memukulnya tapi dia tetap diam saja memasang badannya kemudian pelan-pelan dia membuat lawakan kecil agar ibunya tersenyum. Senyum ibunya adalah hadiah terindah bagi dirinya. Satrio Piningit memiliki faham bahwa segala derita ibu saat ia berada di dalam kandungannya dan rasa perih, sakit yang tak terkirakan yang ibu rasakan saat dia dilahirkan harus dibalas dengan cara membuat ibu tersenyum terhadap putera kebanggaannya. Balasan itu sudah cukup setimpal untuk menebus derita dan rasa sakitnya. Akan tetapi menurut faham Satrio Piningit; Air susu ibunya adalah hutang abadi yang tak mungkin bisa terbalaskan sampai kapanpun dengan cara apapun.

Semasa hidupnya, Satrio Piningit senantiasa membaktikan dirinya kepada ibunya. Setelah ibunya meninggal dunia, bakti itu belum berakhir. Bakti Satrio Piningit diaplikasikan kedalam baktinya kepada ibu pertiwi yang didominasi oleh keturunan bangsa-bangsa tanah Jawa sebagai asal muasal leluhur ibunya, leluhur Satrio Piningit.

Saat ini Ibu pertiwi merasakan derita. Bangsa Indonesia menderita. Bencana terjadi dimana-mana. Rakyat susah makan. Rakyat tidak merasa nyaman. Banyak amarah. Banyak kejengkelan. Mungkin juga banyak kebencian. Semua itu ibu pertiwi merasakannya. Ibu pertiwi tidak menangis. Ibu pertiwi tetap sabar, karena ibu pertiwi tahu bahwa dia sedang hamil. Memang segalanya terasa tidak enak, jika ibu tengah mengalami masa ngidamnya. Ibu pertiwi tahu bahwa janin yang ada di dalam kandungannya adalah pemimpin besar dunia. Janin itu masih bersembunyi di dalam kandungan ibu pertiwi. Dia masih terpingit dalam kandungan ibu pertiwi.

Kelak, apabila telah terjadi goro-goro yang amat dahsyat, sakit yang sangat menyakitkan, darah berceceran dimana-mana dan banjir darah maka itulah tandanya, itulah masa Ibu pertiwi melahirkan putera tunggalnya. Putra kebanggaannya. Putera yang diidam-idamkan. Putera yang telah lama dinanti-nantikan. Puteranya itu memiliki nama yang terdiri atas Sembilan huruf zah-aja (sahaja, saja).

Puteranya itu akan memimpin Indonesia dan dunia. Meskipun dia seorang laki-laki tapi dia memiliki gelar ratu adil. Itu disebabkan karena dia memiliki juga sifat feminim, seperti ibu pertiwi yang cantik jelita ini. Sifatnya itu adalah karena dia akan memerintah dengan penuh kelembutan, penuh kasih dan penuh sayang. Bangsa Indonesia akan merasa seperti berada di syurga. Merasa tentram, teduh, damai, segalanya tersedia dan disediakan. Karena itulah bangsa-bangsa lain melirik Indonesia dan ingin tinggal di Indonesia. Dan putera ibu pertiwi akan berkata “datanglah kemari semua, kita wujudkan persatuan kita, persatuan Indonesia. Aku adalah pemimpin kalian dengan mengedepankan kemanusiaan yang adil dan beradab. Kita semua adalah hamba Tuhan dibawa panji Ketuhanan Yang Maha Esa. Bendera kemerdekaan kita adalah merah putih. Lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Segalanya dan semua yang kalian nikmati ini awalnya dimulai dari orang Jawa, dari tanah Jawa, kemudian menjadi raya disebut Indonesia yang artinya Satu Untuk Semua”.

Dan ibu pertiwi yang cantik jelita dengan keluguannya berkata ”Semua dapat terjadi seperti ini karena puteraku takut tidak masuk syurga. Karena bapaknya adalah dewa maka bapaknya buat syurga di muka bumi ini agar puteraku merasa senang dan bahagia. Kesenangan dan kebahagiaan puteraku adalah kesenangan dan kebahagiaan kita semua. Indonesia, satu untuk semua. Itulah keadilan”.

PENUTUP

Kapankah terjadinya goro-goro atau huru-hara?. Meskipun waktunya sudah dekat akan tetapi tidak ada yang bisa memastikan waktu terjadinya. Huru-hara akan terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada tanda-tanda apalagi pertanda yang mendahuluinya sehingga orang-orang tidak akan mungkin bisa melindungi dirinya. Ibarat ibu yang sedang hamil, tidak ada yang bisa memastikan pada saat kapan, jam berapa lewat menit dan detik keberapa ibu itu melahirkan anaknya. Huru-hara terjadi pada malam hari. Semua orang ketakutan. Banyak darah segar berceceran dimana-mana. Mayat-mayat dengan kepala terpenggal tergeletak begitu saja. Mengerikan!.

Sekarang ini adalah jaman edan!. Jaman kebebasan!. Banyak tingkah laku manusia yang aneh-aneh dan lucu-lucu. Inilah jaman hura-hura. Silahkan berhura-hura sebelum datangnya huru-hara. Hura-hura adalah masa kebebasan dan kesenangan manusia, karena itu jin dan syetan dikurung di dalam penjara bawah tanah dan mereka dibiarkan kelaparan. Mereka tidak boleh ikut campur dengan apa yang mau dilakukan oleh manusia. Maksiat merajalela karena manusia suka dan senang melakukannya. Semua orang merasa diri benar padahal salah. Merasa pintar padahal bodoh. Merasa baik padahal jahat. Dianggap dekat dengan Tuhan padahal jauh. Dianggap kuat padahal lemah. Itulah sebabnya sehingga disebut jaman edan!. Keedanan manusia bukan disebabkan oleh karena hasutan atau godaan jin dan syetan akan tetapi murni disebabkan oleh karena manusia menuruti hawa nafsu yang ada didalam dirinya sendiri.

Huru-hara adalah masa kesenangan dan kebebasan jin dan syetan memakan manusia. Mereka akan datang berlarian seperti binatang buas yang lapar!, Menurut faham dan keyakinan Satrio Piningit itulah yang dimaksud dengan “keadilan”. Keadilan harus ditegakkan di bumi ini. Setelah hura-hura maka huru-hara harus terjadi. Keadilan harus tegak di bumi ini sebelum ratu adil memerintah.

KESIMPULAN

  1. Satrio Piningit telah berada di tengah-tengah kita. Melihat dan menyaksikan kita. Orang-orang tidak mungkin bisa tahu sosoknya, jika ditahu orang maka dia bukan Satrio Piningit. Orang-orang tidak akan mungkin bisa tahu keberadaannya karena Satrio Piningit berada diantara dua alam, yaitu alam nyata dan alam gaib.

  1. Imam Mahdi dan nabi Isa yang ditunggu oleh orang islam dan Yesus Kristus yang ditunggu-tunggu oleh orang kristen semuanya telah turun ke bumi sejak tahun 1996. Ketiganya terakumulasi menjadi satu kesatuan di dalam diri Satrio Piningit. Dalam ramalan Joyoboyo disebutkan bahwa Satrio Piningit bersenjatakan “tri sula” maknanya adalah Imam Mahdi, nabi Isa dan Yesus Kristus. Itulah senjata dan kekuatan Satrio Piningit.

  1. Satrio Piningit akan memimpin Indonesia dan dunia dengan gelar ratu adil. Pada waktu kemunculannya, Satrio Piningit menggunakan nama baru. Namanya terdiri atas satu kata dengan sembilan huruf zahaja (sahaja, saja). Pada masa itulah Indonesia akan memasuki masa keemasannya. Gemah ripah loh jinawi. Tahun ini umur Satrio Piningit telah genap setengah abad.

  1. Satrio Piningit berwujud seperti manusia sebagaimana manusia pada umumnya. Bedanya adalah karena Satrio Piningit anak dewa. Disebut anak dewa karena dia adalah anak atau titisan nabi Hidir. Nabi yang terkenal memiliki ilmu yang paling tinggi dan tetap misteri hingga saat ini. Satrio Piningit memiliki dua ibu kandung. Yang pertama; Ibu Rukmini (orang Jawa) adalah ibu yang melahirkan jasad raganya. Kedua; Ibu pertiwi (negara Indonesia) adalah ibu yang melahirkannya sebagai penguasa jagad raya.

  1. Satrio Piningit adalah keturunan Jawa yang berasal dari seberang (Makassar). Setelah Raja Prabuwijaya memeluk agama Islam, maka Sabdo Pulon Nayo Genggong berpisah dengannya. Sabdo Palon menuju Sulawesi Selatan tepatnya di kerajaan Gowa-Makassar. Dia membimbing raja Gowa, hingga raja Gowa memeluk agama Islam dan diberi nama Sultan Alauddin. Sabdo Palon juga membimbing Syekh Yusuf Al Makasssary, waliullah. Di Makasaar Sabdo Pulon meninggalkan jejak namanya sebagai “bawa karaeng” yang artinya sabda raja. Jika di Jawa Sabdo Pulon menunjuk letusan gunung merapi yang abunya ke barat daya sebagai tanda kemunculannya, maka di Makassar Sabdo Pulon menunjuk nama gunung “bawa karaeng” (sabdo raja) sebagai tanda saktinya semua perkataannya meski sudah ratusan tahun. Nama Makassar juga adalah nama yang diberikan oleh Sabdo Pulon. Makassar berasal dari kata makkasarak yang arti harfiahnya dari halus menjadi kasar. Sabdo adalah sabda yang disuarakan. Suara tidak dilihat oleh mata nyata hanya didenggar oleh telinga. Sabdo tentu ada pemiliknya. Pemiliknya yaang dahulunya gaib (halus) sekarang meng-kasar (makkasarak). Pemilik Sabdo Pulon adalaah Satrio Piningit. Satrio piningit akan berjalan kembali ke tanah Jawa. Sabdo pulon tidak memiliki wujud yang nyata. Sabdo Pulon adalah nabi Hidir alaihissalaam. Maha guru seluruh rajaa-raja dan wali-wali Allah. Dia ada dimana-mana. Umurnya 2000 tahun (angka 2 artinya digenapkan) lebih 3 tahun (angka 3 adalah senjata sakti trissula wedha). Di Makassar (meng-kasar, makkasarak) Sabdo Pulon (nabi Hidir) mempersiapkan titisannya yang memiliki jasad seperti manusiabiasa kemudian diberi nama Satrio Piningit. Salah satu tugas dari sekian banyak tugasnya adalah membuktikan kebenaran perkataan Sabdo Pulon. Satrio Piningit juga adalah Nayo Genggong.

  1. Satrio Piningit yang bersenjatakan “trisula” muncul di Indonesia oleh karena peradaban ummat manusia awalnya memang di Indonesia dan nanti akan diakhiri di Indonesia pula. Para ahli mengatakan, benua Atlantis yang hilang tenggelam adalah Indonesia. Satrio Piningit membenarkan perkataan para ahli itu. Satrio Piningit harus keturunan Jawa karena peradaban tertua ummat manusia adalah suku Jawa. Gunung Muriah adalah saksi bisu peradaban masa lampau. Teliti dan cermatilah maka kalian akan temukan simpul-simpul kebenarannya.

SARAN

Penulis memberi apresiasi yang tinggi kepada mereka yang telah membaca tulisan ini terutama bagi mereka yang mencari kebenaran sejati tentang misteri munculnya Satrio Piningit dan turunnya Imam Mahdi, nabi Isa dan Yesus Kristus.

Penulis meminta kepada para pembaca yang baik hati kiranya berkenan menyampaikan kepada karib kerabat dan handai taulan untuk membaca tulisan ini. Sebarkanlah tulisan ini lewat media informasi jejaring sosial dan situs internet dan sarana lainnya yang kalian kuasai. Kembangkanlah kreatifitas kalian masing-masing, agar tulisan ini bisa sampai kepada ummat manusia, termasuk dibolehkan untuk di foto copy dan disebarkan kepada orang-orang yang tidak menguasai teknologi informasi.

Seandainya saran penulis diterima dengan hati yang ikhlas dan dilaksanakan secara patut maka kalian akan bisa merasakan kehadiran Satrio Piningit di dekat anda. Dia yang menulis. Dia pula yang mengawasi penyebaran tulisannya. Jika kamu berbaik hati maka dielusinya kepalamu dengan penuh kasih. Jika kamu jahat, kikir dan sombong maka akan digebukinya kamu.

Ditulis tanggal 1 Juni 2012

(Hari Lahirnya Trisila)


CAKRA NINGRAT (Legal Opinion ~ Part II)


TRAGEDI PEMBUNUHAN PERTAMA DI MUKA BUMI

Qabil (Kain) membunuh Habil (Habel)

Dalam alkitab : 1. Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” 2. Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. (Kejadian 4 : 1 – 2)
Firman Tuhan telah dengan tegas menyebut kata “bersetubuh” beda halnya dengan firman- firman sebelumnya yang menggunakan kata- kata kiasan saja. Meskipun Hawa memiliki birahi namun jika pohon kehidupan tidak berdiri tegak (ereksi) maka mustahil persetubuhan dapat terlaksana. Firman Tuhan : “tetapi pohon pengetahuan yang baik dan jahat itu, janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2 : 17). Maksudnya, alat kelamin laki- laki yang ereksi (pohon kehidupan/pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat) setelah selesai digunakan (dimakan buahnya) maka alat itu langsung mati (tidak ereksi lagi). Hidup dan matinya alat itu juga direncanakan dan diciptakan Tuhan sebagaimana firmanNya : Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” (Kej. 3 : 22)
Ada dua pesan yang Tuhan ingin sampaikan kepada manusia yaitu:
pertama : “sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita”. Firman diatas secara tegas menyebut bahwa Tuhan tidak sendiri. Siapakah yang menemani Tuhan?, Kenapa Tuhan mengatakan “salah satu dari Kita?”.
Logika hukum saya berpendapat bahwa “Kita” adalah kata jamak, bukan kata tunggal. Kata “kita” dapat bermakna lebih dari satu tapi yang kedua itu bagian yang tidak terpisahkan dari yang pertama. Secara sederhana dapat dianalogikan antara diri anda dengan nafas anda yang keluar masuk itu. Bisakah anda katakan anda dengan nafas anda terpisah?. Anda pasti katakan tidak terpisahkan!. Jawaban anda dapat dikatakan benar. Tapi logika hukum dapat membuktikan bahwa anda dengan nafas anda sesungguhnya adalah “dua” tapi menyatu dalam diri anda dan menjadi satu. Hukum akan membuktikan bahwa anda dua yang menjadi satu saat ajal anda sudah tiba. Anda mati. Nafas ( roh Allah ) berpisah dengan diri anda. Roh keluar dari diri anda. Anda yang sudah terbujur kaku tinggal menunggu waktu untuk ditanam. Setelah ditanam engkau kembali lagi menjadi tanah karena dari situlah engkau diambil (diciptakan); sebab engkau debu dan engkau kembali menjadi debu. Yang dimaksud dengan “debu” adalah roh Allah. Nafas anda yang keluar masuk itu adalah roh Allah. Roh Allah akan kembali kepada Allah bila anda sudah mati. Alquran menyebut “inna lillahi wa inna ilaihi rojiun” (dari Allah kembali kepada Allah) alkitab mengatakan “kembali kerumah BAPA di syurga”. Alquran dan Alkitab memiliki terminologi yang sama. Yang kembali kepada Allah, yang kembali kerumah BAPA adalah roh Allah dan bukan diri anda. Kemanakah diri anda setelah jasad anda kembali kepada tanah?. Pertanyaan ini akan dibahas di bagian lain.
Makna “salah satu dari Kita” adalah Tuhan dengan AllahNya. Tuhan dan manusia diantarai oleh AllahNya. Tuhan dengan semua ciptaanNya diantarai oleh Allah. Tuhan berwujud nyata. Semua ciptaanNya juga berwujud dan nyata akan tetapi Allah tidak berwujud. Allah hanya ada dan hidup akan tetapi tidak memiliki wujud. Sebagaimana nafas, nafas itu ada, diketahui dan dirasakan akan tetapi nafas tidak memiliki wujud.
Dalam alquran Tuhan berfirman (50:16) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.
Sebagaimana kata “Kita” kata “Kami” juga adalah kata jamak namun bermakna “tunggal”. Yang dimaksud “Kami” pada ayat diatas adalah Tuhan dengan AllahNya. Makna “lebih dekat kepadanya dari urat leher” adalah “nafas” dimana urat leher adalah jalur pelintasan masuk dan Keluarnya nafas. Jika manusia sudah mati maka tentu saja Allah sudah sangat jauh darinya karena manusia itu sudah tidak memiliki nafas (roh Allah). Nafas hanya salah satu bagian daripada bagian yang terkecil Allah.
Alquran mendefenisikan Allah sebagaimana ayat 24: 35. Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Allah adalah cahaya. Cahaya Allah tidaklah sama dengan cahaya yang pernah dilihat atau diketahui manusia. Jika ada cahaya yang telah dilihat dengan cara apapun atau diketahui dengan cara bagaimanapun oleh siapapun maka hukum memastikan bahwa cahaya itu bukan cahaya Allah. Karena cahaya itu tidak ada yang mengetahuinya maka cahaya itu disebut sebagai Zat Allah. Untuk memposisikan Allah dan Tuhan, kita dapat melihat ayat 24:35 tersebut diatas dan bandingkan dengan ayat 2:163. Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Prinsip tauhid dalam alquran adalah “Lailaha Illallah” artinya Tidak ada Tuhan selain Allah. Prinsip tauhid dalam alkitab adalah Tuhan Allah. Pada hakekatnya terminologi kedua kitab tersebut secara hukum memiliki maksud dan tujuan yang sama yaitu : Tuhan adalah Tuhan. Allah adalah Allah. Tuhan adalah INTI-NYA Allah. Allah adalah bayanganNYA Tuhan. Tuhan berwujud sedang Allah tidak berwujud, tidak berbentuk akan tetapi Allah berada disemua yang hidup, wujud, bentuk, ruang dan waktu. Allah senantiasa mengantarai Tuhan dengan seluruh hamba- hambaNYA dan seluruh ciptaanNYA.

Pesan yang kedua adalah; Tuhan ingin manusia tahu bahwa hidup itu hanya boleh satu kali saja, sebagaimana firmanNya : ….. “maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-selamanya”. Hukum Tuhan menetapkan Manusia hidup hanya boleh satu kali dan mati juga hanya satu kali. Semua manusia yang hidup akan merasakan mati. Dalam alquran Tuhan berfirman.

21 : 35. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Bagaimana Tuhan mau menguji manusia dengan keburukan (jahat) dan kebaikan (baik) kalau Tuhan tidak pernah membekali manusia pengetahuan baik dan jahat?. Logika hukum kita dengan jelas memahami bahwa firman di alkitab dengan firman di alquran berasal dari SATU TUHAN YANG SAMA. Dikatakan sama karena dalil hukumnya saling melengkapi dan tidak ditemukan adanya pertentangan hukum didalamnya.

Firman Tuhan selanjutnya : Ia menghalau manusia itu dan disebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga Jalan ke pohon kehidupan. (Kej. 3 : 24).

Logika hukum saya mempertanyakan pesan apakah yang ingin disampaikan firman Tuhan di atas buat kita semua?. Sepertinya ada sesuatu yang “sengaja” ingin DIRAHASIAKAN TUHAN buat seluruh ummat manusia dan seluruh bangsa-bangsa yang ada dimuka bumi ini.

Firman menggunakan kata “KERUB DENGAN PEDANG YANG BERNYALA-NYALA”. Kata ini sangat asing ditelinga kita. Saya tidak faham apa makna kata ini yang sebenarnya. Yang saya ketahui adalah kata “kerubian” (kata dasar) yang bermakna malaikat atau dewa. Jika kerubian yang dimaksudkan kenapa firman menggunakan kata kerub dengan pedang bernyala-nyala. Apakah firman salah?, logika hukum saya mengatakan MUSTAHIL. Logika hukum saya juga menolak kalau diartikan sebagai malaikat dengan pedang yang bernyala-nyala, lebih-lebih saya tolak lagi kalau diartikan sebagai dewa.

Logika hukum MENOLAK TEGAS SEGALA YANG RAHASIA. Sebagai contoh kasus “pencabulan”, atau “perzinaan” kasus-kasus itu sangat rahasia, apakah karena alasan kerahasiaannya yang menyebabkan kasus itu tidak dapat disidik untuk dituntut didepan pengadilan?. Tidak ada hal yang bersifat RAHASIA didepan hukum.
Sebagai orang hukum saya tidak mengerti dan tidak faham jika ditanya tentang artikel SPTM. Tapi sebagai orang hukum saya mempertanyakan apa yang dijadikan dasar hukum oleh Yaman Al Bughuri sehingga sangat meyakini kalau penulis artikel SPTM adalah SATRIO PININGIT YANG SEJATI. Pernyataan ini diulang-ulang dan terus diulang oleh Yaman Al Bughuri.

Sebagai orang hukum, saya tidak mungkin latah dan ikut-ikutan dengan apa yang diyakini oleh orang lain.
Sebagai orang hukum saya tidak mudah membenarkan siapapun tanpa dasar hukum yang sah, meyakinkan, dan dapat dipertanggungjawabkan dimuka hukum.
Sebagai orang hukum dalam menjalankan tuntutan profesi saya memiliki keberanian untuk mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Dengan mempelajari cara-cara dan metode serta argumentasi Al Bughuri meyakinkan kita saya dapat menemukan jawaban untuk mengungkap RAHASIA firman Tuhan “…di sebelah timur taman Eden ditempatkanNyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar….”

Jawaban itu terdapat dalam artikel SPTM bahwa yang dimaksud sebelah timur Eden adalah Indonesia dan kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar adalah letusan gunung krakatau yang pertama. Artikel SPTM hal. 12 sbb :
“Dalam ramalan Joyoboyo disebutkan bahwa Satrio Piningit akan menyelamatkan org jawa yang baik, orang jawa yang jahat dikasih makan jin dan setan. Orang jawa yang baik maksudnya adalah bani Israil yang diselamatkan. Orang Israil (yahudi) mengetahui dan meyakini bahwa leluhur mereka adalah orang Jawa, asal leluhur mereka adalah jawa. Leluhur mereka berjalan meninggalkan pulau jawa untuk menyelamatkan diri dari bencana maha dahsyat berupa letusan gunung krakatau yang pertama disusul dengan letusan gunung toba di Sumatera yang menyebabkan terciptanya danau toba dan bukit barisan disusul dengan gempa bumi maha dahsyat susul menyusul yang menyebabkan syurga dunia yang disebut benua atlantis menjadi hilang. Orang jawa yang dulunya mendiami atlantis yang luas daratannya mencakup seluruh daratan India sampai kebenua Afrika, menyebar menyelamatkan diri dan melahirkan suku- suku bangsa sebagaimana yang kita kenal sekarang ini”.

Logika hukum kita tentu mempertanyakan apakah leluhur orang Israil yang berjalan meninggalkan Pulau Jawa (Indonesia) akibat letusan gunung berapi tersebut memiliki dasar hukum yang kuat dengan kata lain firman Tuhan?. Jika tidak difirmankan maka artikel SPTM patut diragukan kebenarannya akan tetapi bila terdapat didalam firman maka artikel SPTM wajib hukumnya untuk diimani sebagai sebuah KEBENARAN MUTLAK.

Dalam alkitab * Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, * maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. * Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” * Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. (Kej. 6: 1-4) Logika hukum kita tentu saja akan mempertanyakan apakah yang dimaksudkan firman Tuhan “Pada waktu itu orang- orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya”. Siapakah yang dimaksud raksasa itu?.

Ada dua pesan penting namun sangat rahasia yang Tuhan ingin sampaikan kepada kita semua yaitu : pertama; sebelum Adam (manusia) dan Hawa diciptakan syurga Eden (atlantis) sudah dihuni lebih dulu oleh mahluk ciptaan Tuhan. Mahluk itu belum dapat dikatakan manusia. Mahluk itulah yang alkitab sebut dengan kata “raksasa”. Mahluk itu punah ketika bumi tenggelam dimasa Nuh.

Kedua; raksasa itu tidak mengawini perempuan- perempuan cantik dari anak- anak manusia, yang boleh mengawini perempuan-perempuan cantik itu hanya anak-anak Allah saja. Yang dimaksud anak-anak Allah adalah anak-anak laki-laki Adam, sedang anak-anak perempuan manusia adalah anak perempuan Adam. Firman menggunakan kata anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia untuk mempertegas bahwa raksasa itu adalah “mahluk” yang belum boleh disebut manusia. Mahluk tidak boleh mengawini perempuan cantik anak manusia. Mahluk (raksasa) itulah yang dimaksud dalam artikel SPTM sebagai leluhur orang Israil yang berasal dari tanah jawa (syurga atlantis) yang melarikan diri akibat letusan gunung krakatau yang pertama. Mahluk itulah yang menyebut-menyebut kata YAH-WEH yang berarti JA-WA.

Keyakinan Al Bughuri bahwa artikel SPTM (selanjutnya kami sebut artikel saja) ditulis oleh SATRIO PININGIT YANG SEJATI adalah keyakinan yang benar. Saya sependapat dengan Al Bughuri bahwa artikel itu memang ditulis oleh Satrio Piningit yang Sejati dengan pertimbangan hukum sbb:

a. ALKITAB
(Kej. 3 : 24) Ia menghalau manusia itu dan disebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Kerub (cherub) dalam islam disebut “kerubun” diartikan sebagai mahluk bersayap syurgawi Allah. Kerub termasuk diantara para malaikat yang bertugas memuji-muji Allah (bertasbih). Mereka tinggal dibagian syurga yang tidak dapat diakses oleh iblis. Dalam Alkitab bahasa Ibrani cherub dimaknai sebagai pembawa tahta Allah. Mereka membuat berbagai macam rekaan gambar yang macam-macam dengan berbagai macam penafsiran. Jika Kerub diartikan sebagai malaikat maka itu berarti TUHAN tidak sendiri dalam Mencipta dengan kata lain ada pihak lain yang membantunya atau menjadi saksi atas diri Nya. Jika memang seperti itu kejadiannya maka secara hukum sifat Tuhan Yang Maha Esa, dinyatakan BATAL demi hukum, sebab Tuhan memiliki sekutu yang bernama kerub.

Artikel dengan jelas dan tegas menyebutkan bahwa yang dimaksud KERUB adalah KRAKATAU. Hanya Satrio Piningit yang sejati sajalah yang tahu makna kerub yang sebenar-benarnya bahwa Kerub adalah Letusan gunung krakatau yang pertama. Magmanya seperti pedang yang menyala-nyala, lava dan lahar panasnya menyambar- nyambar. Letusan Krakatau (kerub) yang pertama itulah yang menenggelamkan benua atlantis atau taman Eden (menurut alkitab) atau syurga Adam dan Hawa (menurut alquran).

Alkitab menyebutkan “beberapa kerub atau beberapa krakatau” artinya kerub (krakatau) selalu meletus. Sejarah mencatat Erupsi terahir kerub (krakatau) terjadi pada tgl 26-27 Agustus 1883 yang menewaskan 36 ribu jiwa. Suaranya terdengar sampai ke Australia dan Afrika. Hemburan debunya sampai dilangit Norwegia dan New York. Langit Eropa menjadi gelap oleh debu itu. Kekuatan daya ledaknya 30 ribu kali bom atom yang pernah meluluhlantakkan Nagasaki dan Hirosima. Setelah kerub (krakatau) meletus dan menenggelamkan dirinya, pada thn 1927, kerub (krakatau) muncul lagi di permukaan laut dan orang menamakannya “anak krakatau (kerub)”. Dan silahkan anda membayangkan sendiri bagaimana dahsyatnya letusan kerub yang pertama kali, yang dapat menenggelamkan sebuah benua yang bernama atlantis.

Artikel dengan tegas mengatakan sebelum kerub meletus, benua Atlantis (taman Eden) telah dihuni oleh mahluk yang belum boleh dikatakan manusia. Alkitab menamakan mahluk itu sebagai raksasa. Setelah kerub meletus, bumi dan langit terpisah. Yang ikut tenggelam bersama atlantis disebut Nyi Roro Kidul dan yang naik keatas adalah mahluk yang disebut UFO(alien), sedangkan yang selamat disebut raksasa yang ahirnya dipunahkan juga oleh banjir bandang pada masa Nuh.

b. ALQURAN
Artikel hal. 13 menuliskan; “Langit dan bumi yang dulunya bersatu adalah atlantis. Syurga yang ditempati Adam dan Hawa bukan di langit akan tetapi syurga yang dimaksudkan adalah Atlantis. Karena larangan Tuhan dilanggar maka Tuhan murka. Murka Tuhan menyebabkan bencana dahsyat yang sangat besar, berupa letusan gunung Krakatau yang pertama. Murka Tuhan menyebabkan langit dan bumi terpisah. Murka Tuhan menyebabkan atlantis tenggelam”.

Alquran mendukung kebenaran artikel, sebagaimana firman Tuhan 21: 30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
Prinsip ayat tersebut adalah langit dan bumi awalnya bersatu kemudian Tuhan memisahkannya.

Benua atlantis atau taman Eden (syurga) letaknya di bumi atau daratan tanah Jawa yang dikelilingi laut dan sungai-sungai besar. Dimasa itu singgasana kerajaan Tuhan (arasy) tempat Tuhan bertahta awalnya masih berada di atas air. Alquran 11: 7. Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

Setelah Kerub (Krakatau) meletus yang magmanya seperti pedang menyala-nyala, lava dan lahar panasnya menyambar-nyambar. Asapnya membubung tinggi. Kemudian Tuhan kita menuju pada Penciptaan langit dimana saat itu langit masih berbentuk asap. FirmanNYA 41 : 11. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”

Tuhan Allah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya hanya dalam waktu enam hari, sebagaimana firmanNya 32: 4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

KEBENARAN artikel tidak perlu lagi diragukan. Hukum telah membuktikan secara sah dan meyakinkan serta dapat dipertanggungjawabkan bahwa artikel itu ditulis oleh Satrio Piningit yang sejati.

Kehadiran Al Bughuri dan Cahyo Nayaswara di blog ini sangat membantu warga dan pembaca lainnya dalam menyikapi dan menerima artikel yang sangat penting tersebut. Kedua orang tua yang mulia itu telah bersinergi dan bersatupadu tanpa kenal waktu dan merasa lelah membimbing dan mencerahkan kita agar kita dapat menerima artikel itu dengan keyakinan yang kuat berdasarkan logika akal sehat kita masing-masing. Meskipun saya terlambat, tapi saya merasa sangat dimudahkan dan diuntungkan dengan keterlambatan itu karena dengan begitu saya merasa leluasa dan bebas melakukan analisis dengan pendekatan ilmu hukum. Saya menggunakan alquran karena saya mengikuti jejak langkah guru agung Al Bughuri di blog ini, dan saya menggunakan alkitab karena saya diterangi oleh Sinuhun Cahyo Nayaswara. Saya berpendapat beliau adalah “dua” yang sengaja dipersatukan Tuhan sebagaimana diri kita dan nafas kita. Untuk mengetahui misteri rahasia Tuhan maka kita harus menggunakan alquran dan alkitab sebagaimana yang diajarkan oleh orang tua kita Al Bughuri dan Cahyo Nayaswara. Beliau telah memberi hikmah dan pelajaran besar buat diri saya sehingga saya dapat masuk dengan cara masuk yang baik di blog yth ini melalui penyampaian Legal Opinion.

Saya sudah terlanjur masuk dan rasanya susah buat diri saya untuk keluar lagi. Saya merasa seperti ada kekuatan lain diluar diri saya yang saya tafsirkan sebagai izin Tuhan (ridha Ilahi) yang menginginkan saya untuk terus masuk dan menulis di blog ini. Terkadang saya duduk merenung dan bertanya-tanya dalam diri saya “wajarkah yang saya lakukan ini?. Benarkah yang saya kerjakan ini?”. Pertanyaan-pertanyaan itu sering menggelayut dibenak saya. Rasanya saya ingin berhenti menulis tapi saya tidak kuasa untuk menghentikan diri ini. “Apakah ini sebuah takdir buat diri saya?”. Saya juga tidak mampu menjawabnya. Jika ini memang sudah takdir yang tidak bisa saya elaki maka saya akan menjalaninya dengan enjoy meskipun itu tidak mudah dan sangat melelahkan!

Saya katakan: “saya ingin berhenti menulis kapan saja saya mau dan tidak ada yang bisa melarang saya”. Saya ingin melakukan itu, saya ingin berhenti menulis tapi saya tidak mampu berhenti karena diri saya mengatakan: bukankah kamu sendiri yang mau mengejar Cahyo Nayaswara?. Kejarlah dan kejar terus! Buka dan buka terus alkitab kemudian pertemukan alkitab dengan alquran maka kamu akan berjumpa dengan Cahyo Nayaswara. Itulah suara yang menerangi. Suara itu adalah Firman Tuhan.

SUBHANALLAH… (MAHA SUCI ALLAH)

Warga setia dan pembaca blog yth ini, dengan segala kerendahan hati perkenankanlah saya dan izinkanlah saya melanjutkan penyampaian Legal Opinion ini guna menuntaskan pembahasan kasus “pembunuhan” dua kakak beradik Qabil (Kain) dan Habil (Habel).

Dalam alquran Tuhan berfirman : Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (5 : 27)

Selanjutnya dalam alkitab dikisahkan sbb :

*Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan;

*Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,

*tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. (Kejadian 4 : 3 – 5)

Tentang duduk perkaranya : Tuhan memerintahkan kepada kakak beradik, Qabil (Kain) dan Habil (Habel) putra-putra Adam itu untuk melaksanakan korban persembahan dengan mengeluarkan sebahagian hasil yang mereka peroleh dari apa yang mereka usahakan. Qabil (Kain) yang bertani mengorbankan hasil pertaniannya (dalam islam disebut zakat pertanian) dan Habil (Habel) mengorbankan hasil ternaknya (zakat peternakan)

Kenapa Tuhan menginginkan korban persembahan dari apa yang diusahakan manusia?. Karena Tuhan memiliki hak. Tuhan yang menciptakan tanah untuk ditanami oleh manusia, kemudian Tuhan yang menumbuhkan tanaman itu sampai menghasilkan buah untuk dipetik hasilnya.

Dalam alquran Tuhan berfirman : Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (6:141)

Demikian pula terhadap hewan ternak. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (24:45) “Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan. (16 : 5).

Tuhan meminta korban persembahan, karena Dia ingin mendapatkan hakNya. Hak Tuhan adalah Dia menginginkan manusia mengingat Dia. Hak itu diimplemantasikan dalam bentuk penyisihan dari sebagian hasil usaha yang telah dikerjakan manusia. Jika manusia menyisihkan hasil usahanya dengan benar berarti manusia mengingat peran penting Tuhan dalam hasil usaha manusia tersebut sebaliknya jika manusia tidak menyisihkan sebagian dari hasil usahanya maka manusia secara tidak langsung dianggap mengingkari peran penting Tuhan. Korban yang dipersembahkan harus dengan perhitungan yang benar dan harus yang terbaik, tidak boleh asal-asalan dan harus dipersembahkan secara tulus dan ihlas.

Qabil (Kain) mengorbankan hasil pertaniannya seperti buah-buahan sedangkan Habil (Habel) menyerahkan korban persembahannya yaitu anak sulung kambing dombanya yakni lemak-lemaknya. Korban yang dipersembahkan Habil (Habel) diindahkan Tuhan, sedang korban yang dipersembahkan Kain (Qabil) tidak diindahkanNya. Hati Kain menjadi panas dan mukanya muram.

*Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

*Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

*Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

*Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

*Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.

*Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu.

*Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”

*Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.

*Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”

*Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

*Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden. (Kejadian 4 : 6-16)

Dalam alquran dikisahkan:

*“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

*”Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.”

*Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.

*Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. (5 :28-31)

Legal Opinion ini memberi pendapat hukum sbb :

Kain (Qabil) adalah saksi pelaku dalam perkara pembunuhan ini. Habel (Habil) adalah korban. Dalam perkara ini Tuhan dapat ditempatkan sebagai saksi tunggal atau saksi kunci dan satu-satunya saksi. Hukum mempersyaratkan sekurang-kurangnya harus dua saksi yang diperhadapkan untuk dimintai keterangannya dimuka hukum. Karena saksi hanya SATU dan saksi itu hanya SENDIRI maka keteranganNYA didalam alkitab dan alquran terhadap perkara ini harus diambil untuk memenuhi persyaratan materil tentang duduknya perkara ini. Keterangan saksi dalam alkitab dan alquran dianggap cukup dan memenuhi syarat untuk mewakili diriNya.

Dalam Legal Opinion ini kami berpendapat bahwa saksi kunci tidak terlibat dalam PERENCANAAN pembunuhan ini. Adalah menjadi hak prerogatif saksi kunci dalam kedudukanNya sebagai Tuhan untuk menerima dan menolak korban persembahan yang diberikan oleh hamba-hambaNya. Saksi kunci juga tidak dapat dianggap terlibat dalam pembunuhan itu oleh karena saksi kunci telah melaksanakan kewajibanNya sebagai Tuhan dengan menasehati pelaku sebelum pelaku melaksanakan perbuatan jahatnya. Tidak terdapat alibi kalau saksi kunci berada ditempat kejadian perkara saat pembunuhan itu terjadi. Saksi kunci mengetahui bahwa telah terjadi suatu peristiwa pembunuhan karena saksi mendengar darah korban berteriak dari dalam tanah kemudian bertanya kepada pelaku “apakah yang telah kau perbuat ini ? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah”. Dihadapan Tuhan pelaku mengakui perbuatannya kemudian Tuhan menjatuhkan kutukan terhadap pelaku.

Hukum mempertanyakan kenapa peristiwa itu harus terjadi?. Kalau bukan Tuhan yang merencanakan, lantas siapakah yang merencanakan pembunuhan itu? Jika Kain (Qabil) yang merencanakannya dimanakah peran dan kedudukan Tuhan sebagai satu-satunya PERENCANA?. Apakah benar darah korban bisa berteriak dari dalam tanah? Kenapa Tuhan menyuruh pelaku melarikan diri menjauhi tanah tempat kejadian perkara kemudian Tuhan melindungi dan menjamin keselamatan diri pelaku?

Logika hukum saya menolak sangkaan jika pembunuhan itu dikategorikan sebagai pembunuhan terencana. Pembunuhan itu terjadi secara spontanitas disebabkan karena “korban” yang telah dipersembahkan oleh Kain ternyata ditolak oleh Tuhan sehingga membuat hati Kain jadi panas dan mukanya muram. Hati Kain MARAH kepada Tuhan. Kain telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara MELAWAN TUHAN. Perlawanan Kain terhadap Tuhan diimplementasikan dengan cara “membunuh Habel”.

Logika hukum saya berpendapat bahwa tragedi pembunuhan ini terjadi hanya sebagai akibat dengan kata lain terdapat hubungan “causal” antara kejadian ini dengan kejadian sebelumnya dimana Tuhan ingin berpesan kepada kita. Pesan Tuhan dibalik tragedi pembunuhan ini ada dua yaitu pertama; Dia ingin manusia mengetahui bukti-bukti nyata akan ciptaanNya yang telah Dia ciptakan sebelumnya dan yang kedua adalah; Dia ingin manusia mengetahui bagaimana Dia melanjutkan penciptaan-penciptaan berikutnya.

1. Kejadian penciptaan sebelumnya.

Dalam alkitab;

*Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

*Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

*tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

*Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

*tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3 : 1-5)

Pada bagian 1 Legal Opinion ini telah disampaikan bahwa interaksi antara ular dan hawa hasilnya adalah terciptanya NAFSU BIRAHI. Unsur ular dalam birahi manusia tetap ada hingga saat ini dan saat yang akan datang. ” Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapatkan anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN” (Kej. 4 : 1). Perkataan Hawa diabadikan dalam alkitab karena Tuhan ingin berpesan bahwa Kain (Qabil) sesungguhnya adalah anaknya Hawa yaitu HAWA-NAFSU. Itulah yang menjadi penyebab sehingga Tuhan menolak korban persembahan Kain karena Tuhan memandang Kain sebagai HAWA NAFSU yang telah Dia ciptakan. Karena korban persembahannya ditolak menyebabkan hati Kain panas dan mukanya muram. Kain marah!. Dengan marahnya Kain kepada Tuhan maka terciptalah NAFSU AMARAH. Firman Tuhan kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip didepan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya”. Kain tidak menghiraukan pesan Tuhan. Kain tidak mampu menguasai amarahnya tapi amarahnya-lah yang menguasai dirinya sehingga Kain membunuh Habel. Karena Kain melawan Tuhan maka terciptalah SIFAT MELAWAN. Sifat melawan Tuhan adalah bentuk kejahatan yang paling utama. Kejahatan hanya dilakukan oleh orang yang berperilaku JAHAT.

FirmanNya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah” (Kej. 4:10)

Firman menyebut darah Habel dari dalam tanah yang berteriak kepada Tuhan. Pesan apakah yang ingin disampaikan Tuhan dibalik firmanNya itu?

Logika hukum saya berpendapat bahwa pesan Tuhan berkaitan dengan sifat yang dimiliki Habel. Sifat Habel adalah MENURUT. Sifat menurut ini sama dengan sifat yang dimiliki oleh tanah.
Perkataan Habil dalam alquran “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali- kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu, sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”. (5:28)

Berbeda halnya dengan Kain yang hatinya “panas”. Panas adalah sifat yang dimiliki api. Api memiliki sifat MELAWAN sedangkan tanah memiliki sifat MENURUT. Sifat menurut yang dimiliki Habil diwarisi secara sempurnah dari Adam, bapa-nya. Sifat menurut kepada Tuhan adalah sifat yang akan membawa kepada kebaikan. Kebaikan hanya dimiliki oleh orang-orang yang bersifat BAIK.

Berbeda dengan Kain (Qabil) yang memiliki sifat melawan, sifat itu dia warisi dari Hawa dan ular (nafsu). Kain (Qabil) adalah personifikasi HAWA NAFSU. Menuruti Hawa nafsu hanya akan membawa kepada berbuat kejahatan. Kejahatan itu hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang JAHAT.

2. Kejadian penciptaan sesudahnya

Setelah peristiwa pembunuhan itu terjadi, alquran mengisahkan: Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal. ( 5:31 ).
Pesan apakah yang ingin disampaikan Tuhan dengan kehadiran seekor burung gagak?.

Logika hukum saya mengatakan bahwa kehadiran burung gagak untuk membuktikan kebenaran firman Tuhan dalam alkitab yaitu tentang “Pohon Pengetahuan yang Baik dan Jahat”.

Jika Kain (Qabil) adalah JAHAT dan Habel (Habil) adalah BAIK maka burung gagak itu adalah PENGETAHUAN. Dikatakan “pengetahuan” karena Kain (Qabil) mendapatkan pengetahuan dari burung gagak bagaimana cara menguburkan saudaranya. Burung gagak itu terbangnya diangkasa raya kemudian turun kebumi lalu menggali-gali tanah, Kain terinspirasi kemudian melakukan hal serupa lalu mengubur saudaranya. Terbuktilah kebenaran firman Tuhan ” dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu”. (Kej. 3:19)

Warga setia dan pembaca blog yth ini, yang saya muliakan. God’s Compilation of Laws adalah sebuah bentuk teori baru dalam ilmu hukum yang saya temukan tanpa disengaja saat menyampaikan Legal Opinion ini. Teori baru ini akan saya pertahankan secara permanen sampai manusia menerima dan membenarkannya bahwa “Hukum Tuhan dikompilasi ke hukum alam, kemudian hukum alam dikompilasi ke hukum manusia untuk di laksanakan dalam kehidupan sehari-sehari secara nyata tanpa disadari”.

Logika hukum saya berpendapat bahwa tragedi pembunuhan Kain (Qabil) dan Habel (Habil) adalah PERENCANAAN TUHAN yang berkaitan langsung dgn PENCIPTAAN- NYA. Ada 3 obyek pelaku dalam tragedi itu yaitu, Kain (Qabil), Habel (Habil) dan burung gagak. Ketiga objek tsb dipersatukan kedalam salah satu hukum yang kita jalani sampai hari ini diluar kesadaran kita. Hal ini dapat kami contohkan sbb :

Asumsikan diri anda sebagai orang tua atau anda sebagai seorang anak dari orang tua anda :
Setiap anak, lahir dalam keadaan bayi. Sel-sel dari bayi masih terus beregenerasi dengan sangat cepatnya sampai bayi bisa duduk, berdiri dan berjalan, bersekolah dst. Seiring dengan Perkembangan fisik sibayi, pengetahuannya juga bertambah dan terus bertambah secara perlahan-lahan. Orang tua adalah pemberi ajaran atau pengetahuan yang pertama buat sianak. Anak menangkap perolehan pengetahuan itu dengan imajinasinya. Imajinasi asalnya dari angkasa. Kemudian orang tua memberi contoh-contoh benda untuk menyesuaikan dengan imajinasi anak. IMAJINASI anak sama dengan cerita burung gagak yang turun kebumi lalu menggali tanah untuk dijadikan contoh oleh Kain. Imajinasi adalah perolehan pengetahuan bagi anak. Semua orang tua akan memberi yang terbaik buat anaknya. Orang tua mengajarkan anaknya yang baik-baik tentang etika dan norma, menanamkan budi pekerti yang baik, memberinya pendidikan yang layak dsb dengan harapan kelak anaknya menjadi anak yang baik.

Pada dasarnya setiap anak yang lahir kedunia ini memiliki sifat dasar menurut, akan tetapi sifat ini tertanam jauh didalam diri anak atau didalam otak bawah sadar anak. Kenapa? Karena Habel (Habil) tertanam didalam tanah atau dibawah tanah. Firman Tuhan mengatakan “darah adikmu berteriak kepada-Ku dari dalam tanah”. Kata “darah” menandakan bahwa sifat menurut itu tetap tertanam didalam darah manusia yang hidup.
Kain tidak dihukum Tuhan atas perbuatannya membunuh Habel. Tuhan membiarkan Kain tetap hidup sampai memiliki keturunan yang banyak. Itu artinya Tuhan membiarkan sifat melawan itu tetap ada dan tetap hidup terus dalam diri manusia sejak lahir sampai ajalnya tiba. Dunia bisa tumbuh dan berkembang hingga seperti sekarang ini karena adanya karunia Tuhan berupa sifat melawan.

Sifat melawan harus digenapi dengan pengetahuan. Anak yang tadinya tidak tahu apa – apa harus diajarkan bagaimana “melawan” keadaan. Jika lapar lawanlah dengan makan agar kenyang. Jika haus lawan dengan minum agar dahagamu hilang. Jika sakit lawanlah dengan obat agar kamu sembuh. Jika bodoh lawan dengan belajar agar pintar. Jika ingin menjadi sarjana lawan dengan bersekolah. Jika ingin hidup layak lawan dengan keuletan bekerja dan berusaha. Dsb. Dsb.

Tuhan menolak korban persembahan Kain yaitu hasil-hasil tanaman karena Tuhan tidak mau manusia seperti “tanaman”. Tanaman tidak memiliki sifat “melawan” karena itu tanaman tidak bisa mengurus dan mengatur dirinya sendiri. Contoh; bila tanaman berbuah dan buah itu tidak dipetik oleh manusia maka buah itu akan busuk dan jatuh sendiri dengan sia – sia. Benalu yang tumbuh dipohon, jika tidak disiangi oleh manusia maka pohon itu membiarkan dirinya mati oleh karena benalu tersebut. Korban persembahan habel yaitu anak sulung kambing dombanya (binatang) diterima oleh Tuhan karena binatang memiliki sifat melawan. Jika binatang lapar maka dia akan melawan dgn pergi mencari makan sendiri. Jika anda usir maka dia akan melawan anda dengan cara menjauh dari diri anda … dst.

Dalam alquran Tuhan berfirman “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (13:11).

Firman diatas adalah perintah tersirat dari Tuhan agar manusia merubah (melawan) keadaan dirinya atau nasibnya. Manusia tidak boleh berpangku tangan dan bermalas-malasan sebab Tuhan telah mengatur masa-masa kejayaan seseorang sebagaimana firmanNya: “Masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran)”. (3:140).

Dalam menjalani hidup dan kehidupan ini banyak masalah yang datang silih berganti kadang datangnya bertubi-tubi. Hadapilah masalah itu dan lawan!. Jangan takut. Tuhan pasti membantu anda karena Tuhan yang memerintahkan anda melawan. Jika anda takut menghadapi masalah maka masalah itu akan mengejar anda kemudian melilit dan membelenggu anda sampai anda “putus asa”. Jika anda berputus asa maka anda sudah tidak lagi berada dijalan Tuhan. Dalam alquran difirmankan: Ibrahim berkata : ” Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat “. (15 : 56 ).

Sifat MELAWAN yang digenapi oleh PENGETAHUAN harus MENURUT sesuai batasan-batasan yang dikehendaki Tuhan. Batasan-batasan yang dimaksud adalah sifat melawan yang sesuai dengan batasan-batasan etika dan norma yang berlaku dimasyarakat, dan tidak bertentangan dengan ajaran agama yang anda anut, tidak melanggar hukum positif dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam satu negara dimana manusia itu hidup. Sifat melawan jika menurut pada apa yang dikehendaki Tuhan akan membawa kebaikan buat manusia. Kebaikan hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang baik.

Sebaliknya, Sifat melawan yang tidak digenapi oleh pengetahuan atau digenapi pengetahuan tapi tidak menurut pada batasan-batasan yang dikehendaki Tuhan maka sifat melawan itu telah dianggap melampaui batas. Sifat melawan yang melampaui batas akan menimbulkan kejahatan. Kejahatan itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang jahat.
Sifat melawan yang melampaui batas adalah sifat melawan yang dilakukan dengan dorongan hawa nafsu atau pada tingkatan yang lebìh tinggi dilakukan dengan dorongan nafsu birahi. Sifat melawan yang dilakukan karena dorongan hawa nafsu dan atau nafsu birahi adalah sifat MELAWAN TUHAN. Orang yang melakukan perbuatan melawan Tuhan adalah orang yang melakukan perbuatan melawan hukum.

Dalam artikel dituliskan bahwa orang Jawa (manusia) dibagi atas dua golongan yaitu golongan orang baik dan orang jahat. Orang baik akan diurapi oleh Satrio Piningit dan orang jahat akan dikasih makan jin dan syetan.

Legal Opinion ini berpendapat bahwa artikel itu ditulis sendiri oleh Satrio Piningit yang sejati. Artikel tidak membagi manusia berdasarkan agama karena semua agama mengajarkan manusia agar menjadi orang yang baik.

Logika hukum saya dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan serta dapat dipertanggungjawabkan bahwa artikel tersebut ditulis oleh Satrio Piningit yang sejati berdasarkan firman Tuhan dalam alquran dan alkitab.

Admin memberi nama atau judul Legal Opinion ini sebagai CAKRA NINGRAT.

Apa yang saya sampaikan dalam Legal Opinion ini memang sesuatu yang baru, yang belum pernah diketahui manusia sebelumnya. Originalitasnya terjamin dan murni dari saya sendiri tanpa mengutip atau mengambil pendapat siapapun. Demi Tuhan, Saya baru mengenal alkitab. Saya membaca alkitab dimulai saat saya menulis Legal Opinion ini. Logikanya sederhana; karena saya muslim “untuk apa saya membaca alkitab”. Pikiran-pikiran saya yang murni ini akan terus saya tulis dengan sangat hati-hati dan perlahan-lahan agar tidak dikooptasi oleh unsur-unsur lain yang justru hanya akan menodai nilai-nilai kebenaran dan originalitasnya. Tulisan-tulisan itu tetap akan saya posting diblog yth ini. Saya menulis dan menyampaikan Legal Opinion ini bukan untuk mencari popularitas murahan. Saya exist diblog ini karena semua warga setia blog yth ini saya anggap sebagai saudara saya sendiri. Kita lahir dari rahim ibu yang berbeda akan tetapi BAPA kita SAMA !!!.

Legal Opinion ini masih sebatas pokok-pokok pikiran. Tematif pada setiap bagiannya akan saya kembangkan agar lebih mudah difahami. Saya akan merangkumnya dalam sebuah buku dan buku itu akan saya beri judul CAKRA NINGRAT. Buku itu nantinya akan diterbitkan oleh penerbit buku terkenal dengan segmen pembacanya adalah masyarakat umum.

Saya merasa senang menggunakan CAKRA NINGRAT sebagai judul buku saya nanti karena luasnya cakupan arti dan maknanya.Cakra dapat diartikan sebagai “roda”.Cakra terbuat dari besi pipih bentuknya bundar dan bergerigi biasa digunakan sebagai senjata. Penggunaan senjata tersebut dilakukan dengan satu cara yaitu melempar/dilemparkan. Dalam dunia pewayangan cakra digunakan oleh dewa wisnu sebagai senjata sakti yang mematikan segala yang hidup yang mau menentangnya.Sedangkan “ningrat” dapat diartikan sebagai golongan mulia atau bangsawan atau borjuis.”Hukum memiliki kedudukan tertinggi dalam keningratan (kemuliaan) karena “hukum” tidak memandang seseorang dari sisi kebangsawanannya atau keningratannya.Seseorang dinyatakan “salah” atau “benar” tidak ditentukan apakah orang itu ningrat atau rakyat jelata.Hukum memandang seseorang hanya berdasarkan perbuatannya.

CAKRA NINGRAT artinya RODA HUKUM. Cakra Ningrat memiliki dua makna yaitu makna filosofis dan makna tersirat (implisit) yang dapat kami uraikan sbb ;

A. Filosofis

Semua orang memiliki hak dan kedudukan yang sama di depan hukum. Hukum yang tertinggi adalah hukum Tuhan kemudian hukum Tuhan dikompilasi (dikaitkan) ke hukum alam lalu hukum alam dikompilasi kedalam hukum yang dibuat oleh manusia yang peruntukannya husus untuk manusia.”GOD’S COMPILATION OF LAWS”.Polisi memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban hukum. Bila seseorang terindikasi bersalah, maka polisi akan melakukan penyelidikan dan penyidikan. Jaksa bertugas melakukan penyelidikan dan mengajukan tuntutan hukum.Hakim bertugas memutuskan dan menetapkan hukum.Lembaga peradilan memiliki tiga tingkatan; pengadilan negeri, pengadilan tinggi dan mahkamah agung.Manusia membuat sangat banyak aturan-aturan hukum demi untuk mencapai rasa keadilan antar sesama manusia selaku hamba Tuhan.Dalam penyelenggaraan hukum ternyata banyak orang yang salah dibenarkan, ada juga yang benar tapi disalahkan.Banyak juga orang salah tapi kesalahannya didiamkan atau tidak diungkap karena alasan belum cukup bukti. Melihat penyelenggaran “hukum” yang diterapkan oleh manusia seperti itu maka Sinuhun Cahyo Nayaswara menyenandungkannya dalam bait puisi bahwa “hukum” hanya sebagai permainan petak-umpet antara ayat-ayat, dalil dan pasal-pasal.

Benar, apa yang dikatakan oleh Sinuhun. Manusia bermain petak-umpet dengan hukum oleh karena beragamnya kepentingan. Keberagaman kepentingan dipersatukan oleh kebutuhan manusia terhadap “uang”. PEDANG HUKUM jadi tumpul karena adanya unsur-unsur uang yang menumpulkannya bahkan dalam banyak kasus pedang itu dipatahkan oleh uang.

Manusia bisa saja lepas dari hukum manusia, karena dalam kompilasi hukum Tuhan, hukum yang dibuat dan dijalankan oleh manusia berada pada tingkat “peradilan” yang paling rendah. Peradilan pada tingkat banding dalam kompilasi hukum Tuhan di sebut “hukum alam”.Hukum Alam bersifat suci dan bersih.Tidak ada unsur-unsur kepentingan uang yang bisa menodainya.Hukum “karma” yang diimani oleh ummat Hindu adalah hukum alam yang diberlakukan terhadap seluruh manusia, apapun agama dan kepercayaannya. Hukum karma tidak bersifat permanen.Masa hukumannya hanya terbatas sampai tujuh keturunan saja. Jika karma anda “baik” maka karma baik itulah yang anda turunkan sebaliknya jika karma anda “jahat” maka jahat jugalah yang akan anda turunkan pada garis keturunan anda. Batas maksimal hukuman hanya “tujuh” turunan saja.

B. Implisit

Secara implisit (tersirat) Cakra Ningrat dapat dimaknai sebagai senjata yang menyiksa batin para pelanggar hukum. Manusia mengenal salah satu bentuk hukuman berupa kurungan badan (penjara). Bagaimanakah perasaan si terhukum?.Nah, senjata yang tak terlihat oleh mata, senjata yang terbuat dari besi pipih, yang bentuknya bundar seperti roda dan bergerigi inilah yang menyiksa siterhukum.Tidak semua orang dapat dikenai kurungan badan akan tetapi senjata cakra dapat mengenai semua orang disetiap saat dengan atau tidak disertai hukuman badan. Sekecil apapun pelanggaran manusia terhadap hukum Tuhan yang telah dikompilasi ke hukum alam atau hukum alam yang sudah dikompilasi ke hukum manusia maka lemparan senjata cakra akan mengenai batin mereka. Lemparan cakra dapat mengenai siapapun tanpa memandang latar belakang agama dan status kedudukan sosial seseorang. Keras lemahnya lemparan cakra yang dirasakan seseorang semua itu ditentukan oleh kadar kesalahan orang itu. Secara filosofis Cakra Ningrat dapat dimaknai sebagai “roda” hukum dalam konteks God’s Compilation of Laws. Secara implisit (tersirat) dapat dimaknai sebagai “hukuman” hukum. Jika hukum manusia menggunakan “pedang” dengan dua sisi yang sama tajamnya sebagai SIMBOL maka hukum “alam” menggunakan “cakra” sebagai simbolnya. Hukum tidak pandang bulu, tidak pilih kasih. Hukum sifatnya hitam putih, salah adalah salah, benar adalah benar. Hukum, tidak samar-samar.Tidak abu-abu.Tidak juga ragu-ragu.

Orang-orang berlomba-lomba ke mesjid, ke gereja, ke kuil, ke pure, ke vihara dan tempat-tempat ibadah lainnya karena orang ingin mendapatkan ketenangan batin dan kedamaian hati. Kenapa?Karena orang takut terkena lemparan cakra dari alam.Semua orang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan semata-mata karena menghindari cakra. Hanya itu satu-satunya cara yang efektif yang diketahui oleh manusia agar terhindar dari cakra, akan tetapi setelah beribadah, biasanya cakra datang lagi secara tak terduga untuk menyiksa batin kita. Logika hukum saya mengatakan masih ada sesuatu yang belum “match”.

GOD’S COMPILATION OF LAWS adalah sebuah teori baru. Dikatakan baru karena manusia baru tahu dan baru mendengarnya padahal sesungguhnya kita sudah lama mengimplementasikan teori ini dalam kehidupan kita sehari-hari.
Teori ini sangat sederhana.Teori ini menempatkan Tuhan, alam dan manusia pada proporsinya masing-masing agar manusia merasa aman, damai dan sejahtera. Keamanan, kedamaian dan kesejahteraan yang diharapkan manusia hanya dapat tercapai bilamana manusia tidak lagi BUTA TERHADAP HUKUM.

Prinsip dasar teori ini adalah sbb :

1. TUHAN.

Teori ini menempatkan Tuhan pada tempat yang Tertinggi dan Maha Tinggi.Disebut Tertinggi dan Maha Tinggi karena kedudukan Tuhan dan Allah-NYA adalah Satu Kesatuan yang Menjadi Satu dan tidak terpisahkan.Tuhan adalah Perencana dan Pencipta. Sebagai Pencipta, Tuhan akan menempatkan diriNya sebagai Pemilik. Sebagai Pemilik, Tuhan akan mengatur segala milikNya dengan aturan-aturan hukum yang jelas, baku dan tidak berubah-ubah. Tuhan yang membuat hukum maka Tuhan juga disebut sebagai Pemilik hukum. DIA membuat hukum untuk menata, mengatur segala hak-hak kepemilikanNya agar semua berjalan sesuai dengan batasan-batasan yang DIA kehendaki selaku Pemilik.Sebagai Pemilik hukum, DIA berdiri di atas hukum.Tuhan memiliki sifat yang Terang Benderang dan Menerangi.

2. ALAM

Alam adalah ciptaan Tuhan. Tuhan mengatur ciptaanNya itu dengan aturan hukum yang jelas, baku dan tidak berubah-ubah yang disebut hukum alam.
Alam itu sangat luas. Meskipun kamu berjalan seumur hidupmu maka kamu sekali-kali tidak akan dapat sampai keujung bumi. Alam itu sangat tinggi. Meskipun engkau sanggup keluar angkasa akan tetapi kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus langit. Alam itu sangat dalam. Meskipun seluruh kandungan mineral yang ada didalam tanah dan laut kamu telah ketahui bahkan telah kamu kuras habis tapi kamu sekali-kali tidak akan dapat mencapai titik terdalamnya. Alam itu sangat gelap dan gulita.

3. MANUSIA

Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling bagus.Tuhan menciptakan manusia sebagaimana gambar dan rupaNya. Sebahagian sifat-sifat Tuhan juga DIA berikan kepada manusia, agar manusia dapat terus meningkatkan peradabannya, ilmu pengetahuannya dan teknologinya agar manusia dan bumi ini dapat berkembang sebagaimana yang dikehendaki oleh Tuhan selaku Pemilik Tunggal.
Semua yang diciptakan Tuhan diserahkan kepada manusia agar manusia dapat mengatur, mengurus dan memanfaatkan semua ciptaan Tuhan yang ada di alam raya.Manusia adalah pengguna segala yang diciptakan Tuhan. Tuhan mengatur manusia selaku pengguna semua milikNya dengan aturan-aturan hukum yang jelas dan baku.

Alam memiliki posisi central dalam praktek-praktek penyelenggaraan hukum- hukum Tuhan. Meski manusia memiliki hukumnya sendiri akan tetapi alam diberi hak dan kekuasan oleh Tuhan untuk menghukum manusia. Kenapa?Karena manusia juga telah diberi hak dan kekuasaan oleh Tuhan untuk mengolah dan memanfaatkan alam untuk sebesar-besar kepentingan manusia. Tuhan telah memperlakukan dengan cara yang adil terhadap alam dan manusia.

Sebelum manusia diciptakan Tuhan, alam sudah lebih dulu dicipta.Alam itu adalah Taman Eden atau syurga Atlantis. Kemudian Tuhan menempatkan beberapa Kerub dengan pedang yang menyala-nyala dan menyambar-nyambar (letusan dahsyat gunung api Krakatau yang pertama) untuk menghancurkan alam tersebut. Kebenaran alkitab didukung oleh ilmu pengetahuan yang mengatakan bahwa bumi ini tercipta disebabkan karena adanya suatu ledakan besar.

Kenapa alam harus dihancurkan?. Karena Tuhan ingin mengikat perjanjian dengan alam terhadap dua hal yang penting dan prinsip yaitu :

Pertama ; alam harus tunduk pada manusia agar manusia bisa mengolah dan memanfaatkan hasil-hasil alam untuk sebesar-besarnya manfaat buat manusia.

Kedua ; Tuhan menempatkan gunung-gunung berapi untuk menghancurkan alam tersebut bilamana alam tidak mau tunduk kepada manusia.

Logika hukum saya berpendapat bahwa kekuatan Tuhan di alam ini ada pada gunung-gunung berapi yang bertebaran dibumi ini baik gunung berapi yang ada diatas tanah maupun gunung-gunung berapi yang ada dibawah dasar laut. Firman Tuhan mengatakan : “ditempatkanNyalah beberapa Kerub dengan pedang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar….”. Kerub adalah gunung api “krakatau”. Kita dapat membuktikan “anak” gunung api Krakatau masih ada sampai saat ini. Kerub mempersaksikan dirinya bahwa dialah “Kerub” yang dimaksud dalam alkitab.Kerub adalah hamba Tuhan sejak dulu, sekarang dan selamanya. Gunung api itu telah hancur yang terahirkalinya tahun 1883 kemudian muncul lagi dipermukaan laut dari dasar laut yang paling dalam thn 1927. Tuhan berfirman hanya sekali dan selama tidak ada lagi firmanNya yang Dia turunkan untuk menetralisir firman sebelumnya maka firman itu tetap berlaku sampai ahir zaman. Dengan bukti munculnya “anak” gunung api Krakatau dari dasar laut maka semua gunung-gunung berapi baik yang ada diatas tanah maupun dibawah dasar laut diseluruh bumi ini namanya dihadapan Tuhan hanya satu yaitu Kerub.

Bahwa kekuatan Tuhan berada digunung-gunung untuk mengontrol alam dan manusia sebagaimana firmanNya dalam alquran :

“Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnahnya dan ada pula yang hitam pekat” (35:27).

Firman mengatakan ada garis-garis putih dan ada pula yang hitam pekat.Ini adalah warnah hukum.Perhatikan jubah penegak hukum (hakim, jaksa, lawyer) jubahnya berwarnah hitam pekat dan ada garis putih dari leher sampai ke ulu hati menyerupai dasinya. Adapun kata “Dan diantara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnahnya” maknanya adalah gunung-gunung berapi karena api berwarnah merah. Itulah kerub, kekuatan Tuhan untuk menegakkan hukum Tuhan di alam.

Diayat lain Tuhan berfirman “Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? Dan gunung-gunung itu sebagai pasak (nya)? (78:6-7). Diayat lain firmanNya “Dia meletakkan gunung-gunung dibumi agar bumi tidak menggoncangkan kamu”. (31:10) diayat lain “Kami telah jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi dan Kami beri minum kamu dengan air yang tawar (77:27)

Rahasia kekuatan Tuhan “tersimpan” didalam kekuatan gunung yang diam sebagaimana firmanNya : “Engkau lihat gunung-gunung itu, engkau mengira ia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan seperti awan berjalan” (27:88).

Gunung tidak diam tapi berjalan seperti awan berjalan. Ini adalah bahasa simbolik yang bermakna “gunung selalu berjalan karena melaksanakan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan hukum-hukum Tuhan baik yang terdapat di alam maupun hukum Tuhan yang ada pada manusia”.

Sebuah fenomena menarik yang terjadi sepuluh tahun terahir ini adalah terjadinya letusan-letusan gunung berapi yang ada di bumi ini hususnya yang terjadi di Indonesia. Ada kesan sepertinya gunung-gunung itu berbicara dan berpesan kepada kita untuk bersiap-siap dan waspada karena TUHAN akan turun ke bumi ini untuk mengadili sendiri semua perkara-perkara hukum selaku HAKIM TUNGGAL. Turunnya Tuhan pertanda akan hancurnya bumi ini. Kekuatan gunung yang selama ini dijadikan sebagai pasak bumi akan hancur dengan sendirinya karena tidak kuat menahan kekuatan Tuhan.

Dalam alkitab dan alquran dikisahkan bahwa Gunung Sinai (gunung thursina) pernah hancur, pecah dan luluh lantak saat Tuhan turun ke bumi karena hambaNya Musa ingin melihat diriNya.Melihat gunung Sinai hancur, Musa terjatuh dan pingsan dan setelah siuman tetap saja Musa tidak bisa melihat Tuhan.

Jika Tuhan menyimpan kekuatanNya pada Kerub (semua gunung berapi baik yang ada diatas tanah maupun yang terdapat di bawah dasar laut) untuk menguatkan bumi dan menjaga hukum – hukum Tuhan yang ada di alam ini maka terhadap manusia Tuhan menyimpan kekuatanNya pada “logika, akal fikiran” manusia.Kekuatan itulah yang digunakan oleh manusia untuk mengolah dan memanfaatkan alam dengan mengembangkan ilmu pengetahuan, sains dan teknologi sehingga manusia dapat sampai kepada peradaban yang sangat modern seperti sekarang ini.

Semua manusia mengetahui bahwa hand phone adalah alat komunikasi manusia baik dilakukan secara lisan maupun tertulis dan Gambar – gambar. Semua dapat dengan mudah dikirim atau dilakukan setiap saat kapanpun dan dimanapun.Setiap kejadian didunia ini dapat diketahui oleh manusia saat itu juga.Segalanya mudah diakses lewat jaringan internet.Segalanya dapat dilihat dan diketahui.Itu semua menandakan manusia telah sampai pada peradaban tertingginya bahkan tidak sedikit manusia, diluar kesadarannya telah berbuat dan memperlakukan dirinya sebagai tuhan-tuhan kecil dikehidupan ini.

Saya tidak memiliki kecerdasan iptek. Orang -orang yang mengenal saya malah menyebut saya sebagai orang yang gaptek. Benar, saya memang gagap teknologi.Kegagapan saya bukan karna saya bodoh atau karena cepatnya perkembangan teknologi yang tidak mudah saya ikuti. Bukan itu, kegagapan saya adalah karena pengaruh hand phone atau telepon “genggam” itu sendiri. Sejak thn 1999 saya menggenggam handphone.Nomornya tidak pernah berganti-ganti hingga saat ini. Sudah empat belas tahun saya hidup dalam KEGAGAPAN saya sendiri, karena logika hukum saya memandang bahwa dengan massif penggunaan handphone, selain untuk kemudahan infokom juga ada pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada kita lewat alat telephon yang ada digenggaman kita.

Warga setia dan pembaca blog yth ini. Anda semua memiliki hand phone. Anda semua “menggenggam” telpon. Anda menggenggamnya dengan lima jari anda yaitu: ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan anak jari atau kelingking!. Kenapa anda tidak memiliki bapa jari?.

Firman Tuhan mengatakan: “Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”. (Kej. 3:20). Maksud ibu semua yang hidup adalah sebatas manusia masih hidup saja, karena hanya yang hidup saja yang memiliki hawa nafsu dan nafsu birahi. Ketika manusia yang hidup menemui kematiannya maka firman diatas tidak berlaku lagi/terputus, sebab Hawa tidak termasuk ibu dari yang sudah mati. Firman tidak menyebut Adam sebagai BAPA kita.Karena itulah kita tidak memiliki bapa jari. Jika semua manusia memiliki ibu jari yang sama meski sidik ibu jari kita tidak sama berarti terbuka peluang bagi kita untuk memiliki BAPA yang sama meski kita akui bahwa bapa biologis kita tidak sama. Lantas siapakah BAPA kita yang sama itu?. (hal ini akan dibahas dibag lain)

Saya menangkap pesan yang tersirat dari pelajaran yang disampaikan oleh guru agung Al Bugury dan Sinuhun Cahyo Nayaswara bahwa sesungguhnya Tuhan ingin manusia datang lebih dulu kepadaNya. Tuhan berada ditempatNYA yang “terang benderang” datangilah ia diatas jalan yang “terang”. Jalan yang terang itu didasari oleh logika (dan dibenarkan oleh hukum). Kesampingkan dan campakkanlah perasaan dan keyakinanmu karena perasaan dan keyakinan itu adalah jalan yang gelap dan penuh keragu-raguan karena itulah perasaan dan keyakinan tidak dibenarkan oleh hukum, karena kebenarannya meragukan. Dengan mengetahui rahasia perencanaan dan penciptaanNya maka kamu telah datang mendekat kepada Tuhan. Kelak Tuhan akan datang kepada kamu dengan PENUH KASIH.

Legal Opinion yang berjudul “Cakra Ningrat” ini hanya memfollowup pesan-pesan dan ajaran guru agung Al Bughuri dan Sinuhun Cahyo Nayaswara. Kami berusaha semampu-mampunya mendekati Tuhan dengan jalan pintas dengan cara mengungkap segala rahasia perencanaanNya, penciptaanNya dan hukum – hukum Nya dengan mengandalkan kekuatan yang Tuhan berikan kepada manusia yaitu kekuatan logika yang dibenarkan secara hukum.

Paradigma saya sangat “pragmatis” yaitu bentuk pemikiran yang bersifat mengutamakan segi kepraktisan kegunaannya. Bahwa sebelum Tuhan turun ke bumi yang meyebabkan kehancuran segalanya, kenapa kita tidak menggunakan kekuatan yang ada pada kita yaitu LOGIKA HUKUM selagi waktu dan kesempatan masih ada guna mendekatkan diri kita kepadaNya?. Awalnya saya juga agak ragu mengingat apa yang saya tulis ini belum pernah dilakukan orang. Namun dengan dukungan dari bang Admin yang muslim dan Keluarga Petrus yang nasrani, membuat segala keraguan saya menjadi sirna. Dihadapan Tuhan; admin dan Petrus dianggap cukup untuk mewakili warga dan pembaca lain menerima kebenaran yang kami sampaikan.

Jika anda hanya berpegang kepada alquran saja maka anda tidak akan mungkin mengetahui kelanjutan PERENCANAAN dan PENCIPTAAN Tuhan berikut nya. Anda harus membuka alkitab.Karena itu marilah kita membuka penggenapannya alquran yaitu alkitab.

“Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.Bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad itu memperanakkan Mehuyael dan Mehuyael memperanakkan Metusael, dan Metusael memperanakkan Lamekh. Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namanya Ada, yang lain Zila. Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama. Berkatalah Lamekh kepada kedua isterinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu kepada perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” (Kej. 4 : 17-24).

Kisah di atas adalah Tuhan ingin menyampaikan pesanNya melalui firman tentang adanya hukuman karma sampai pada batas maksimal tujuh turunan. Generasi Kain sampai kepada tujuh turunan adalah: Kain, Henokh, Irad, Mehuyael, Metusael, Lamekh. Lamekh adalah generasi ke enam dari Kain, ternyata Lamekh mewarisi karma Kain.
Kasusnya sangat sederhana. Seorang laki-laki muda memukul Lamekh sampai bengkak. Tuhan memakai laki-laki muda ini untuk membalas pemukulan yang pernah dilakukan Kain (Qabil) terhadap Habel (Habil), agar karma terbalaskan Inilah HUKUM KARMA. Dengan terbalaskannya karma Kain oleh garis keturunannya sendiri maka dosa Kain dalam kasus pembunuhan terhadap Hebel dinyatakan HAPUS demi hukum. Yang menjadi masalah adalah Lamekh mewarisi juga sifat Kain yang mudah dikuasai oleh hawa nafsu amarah. Lamekh berbuat melampaui batas.Lamekh justru membunuh laki-laki itu. Hawa nafsu amarah adalah DOSA MENURUN.Lamekh juga mewarisi BIRAHI Kain dengan memiliki dua orang istri yaitu Ada dan Zila.

Setelah pembunuhan itu terjadi, Lamekh bukannya bertobat atau menyesal malah Lamekh semakin berang karena tidak setuju dengan ganjaran pembalasan yang bakalan dia terima nanti bersama keturunannya. Jika karma Kain hanya sebatas tujuh turunan maka Lamekh karmanya sampai tujuh puluh tujuh turunan. Ringannya hukuman Kain karena Kain menyesali perbuatannya dan pembunuhan itu dilakukan secara spontanitas tanpa direncanakan. Lamekh tidak menyesali perbuatannya dan Lamekh melakukan pembunuhan itu secara sadar dan terencana. Lamekh protes keras keputusan Tuhan!. Lamekh marah kepada Tuhan.Lamekh benci kepada Tuhan. Besarnya kemarahan Lamekh kepada Tuhan dan kebenciannya yang meletup-letup tidak mampu ia bendung sendiri. Lamekh merasa perlu untuk memberitahu kepada kedua istrinya.
Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya itu: “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku: hai isteri-isteri Lamekh, pasanglah telingamu terhadap perkataanku ini: Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku sampai bengkak; Sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat” (Kej. 4:23-24)

Logika hukum saya berpendapat makna kata “melukai” tidak berhubungan dengan badan Lamekh.Yang berkaitan dengan phisik Lamekh ada pada kalimat “memukul aku sampai bengkak”.Makna kata “melukai” berhubungan dengan PERASAAN Lamekh.Misalnya tersinggung atau merasa direndahkan harga dirinya.

Logika hukum saya mempertanyakan: dimanakah TUHAN Allah-ku?. Kenapa Dia tidak berfirman dalam kisah si Lamekh?. Kenapa DIA tidak ceritakan kisah ini dalam alquran-Nya?. Ada apa? Misteri apakah sesungguhnya yang berada dibalik kisah si Lamekh?.

Oleh karena kata “melukai” dimaknai sebagai kata yang berhubungan dengan PERASAAN maka semua perkataan-perkataan Lamekh saat bertutur dengan istri -istrinya maka hasil pembicaraan mereka berkaitan dengan PERASAAN – PERASAAN.

Mendengar perkataan Lamekh, kedua istrinya, seharusnya mereka menenangkan amarah suaminya yang terjadi justru sebaliknya mereka malah memprovokasi suaminya sebagai bentuk dukungan terhadap Lamekh.Istrinya “Ada” merasa CEMBURU terhadap Kain.Istrinya “Zila” merasa IRI HATI kepada Kain. Mereka berdua cemburu dan iri hati kepada Kain karena Kain mendapatkan hukuman yang ringan sementara suaminya mendapat hukuman berat pada hal kasus mereka sama yaitu pembunuhan. Ada dan Zila merasa berkepentingan terhadap kasus Lamekh karena hukuman Lamek akan menimpa anak-anak mereka secara turun temurun sampai tujuh puluh tujuh turunan. Mendengar provokasi kedua istrinya maka Lamekh semakin benci dan marah kepada Tuhan.Kebencian dan kemarahan Lamekh membuatnya merasa DENGKI dan DENDAM kepada Tuhan. Lamekh bersama kedua istrinya bersepakat, bermufakat dan berserikat melakukan gerakan perlawanan terhadap Tuhan dengan didasari oleh perasaan cemburu, irihati, dengki dan dendam!!!.

Hampir semua manusia yang hidup saat ini memiliki sifat-sifat Cemburu, Iri hati, Dengki dan Dendam. Jika anda memiliki sifat-sifat ini maka anda dianggap telah mewarisi DOSA MENURUN yang anda warisi dari Lamekh, Ada dan Zila.Anda harus menghapus sifat-sifat itu dari diri anda. Caranya?. Akan dibahas dibagian lain.
Gerakan perlawanan terhadap Tuhan yang dilakukan oleh Lamekh, Ada dan Zila mengikut sertakan anak-anak mereka. Dari istrinya Ada, Lamekh memiliki dua orang putra, yaitu :

1. Yabal. Dikemudian hari Yabal menjadi bapa dari orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak.

2. Yubal, dia menjadi bapa dari orang yang memainkan kecapi dan suling.

Dari istrinya Zila, Lamekh memiliki juga dua orang anak, seorang putra dan seorang putri yaitu:

1. Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi

2. Naama, (perempuan).

Lamekh, bersama istri dan anak-anaknya dipunahkan Tuhan pada waktu banjir di masa Nuh.

Logika hukum saya mempertanyakan siapakah sesungguhnya keluarga Lamekh ini?.Apa sih kehebatannya? Kenapa ketiga putranya disebut sebagai “bapa”. Kenapa putrinya tidak digelari oleh alkitab?. Pertanyaan selanjutnya: Kenapa alquran tidak mengenal keluarga ini?.

Logika hukum saya berpendapat : keluarga Lamekh adalah keluarga jahat. Keluarga ini telah melakukan perbuatan atau tindakan “perlawanan” terhadap Tuhan secara nyata dan terang-terangan, baik dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama.Mereka juga telah menghasut dan meprovokasi manusia, mereka dengan sengaja menebar fitnah dan memutarbalik fakta agar manusia mengikuti langkah-langkah mereka memusuhi Tuhan dan melakukan perlawanan terhadap Tuhan.

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatiNya (Kej. 6: 5-6).

Subhanallah.Sungguh betapa Maha SabarNya Engkau wahai Tuhan-ku.

LEGAL OPINION ini memberi pendapat hukum sbb :

1. Lamekh, Ada dan Zila adalah MANUSIA JAHAT “pertama” yang pernah hidup didunia ini yang berani melakukan perlawanan terhadap keputusan hukum yang telah ditetapkan Tuhan. Lamekh adalah generasi keenam dari Kain (Qabil), anak Adam dan Hawa yang pertama. Meski Lamekh adalah generasi ketujuh dari Adam, tapi Adam masih hidup disaat Lamekh dan kedua istrinya melakukan perlawanan terhadap keputusan hukum Tuhan. Dimasa-masa awal kehidupan, manusia memiliki usia yang sangat panjang. Adam saja berusia 930 tahun kemudian meninggal. Anak Adam yang pertama adalah Kain, lalu Habel kemudian Set. Dan masih banyak lagi anak-anak Adam setelah Set baik anak laki-laki maupun perempuan. Antara anak Adam yang laki-laki diperkawinkan dengan anak yang perempuan mengingat dimasa itu belum ada manusia lain. Set juga memiliki keturunan yang banyak sekali baik laki-laki maupun perempuan. Dari sekian banyak anak-anak Adam Fokus perhatian alkitab dan alquran hanya ketiga putra Adam diatas saja. Kain menurunkan generasi jahat yaitu Lamekh dan anak-anaknya. Lamekh adalah generasi keenam Kain dan anak-anak Lamekh adalah generasi Kain yang ketujuh kemudian punah sebagai “manusia”. Habel tidak memiliki generasi pelanjut karena terbunuh sementara Set menurunkan generasi yang baik. Garis menurun Adam dari putranya Set menurunkan generasi kedua bernama Enos, lalu Enos memperanakkan Kenan, kemudian Kenan memperanakkan Mahalaleel yang menurunkan Yared, selanjutnya Yared memperanakkan Henokh kemudian Henokh memperanakkan Metusalah. Dalam alquran Henokh inilah yang dimaksud sebagai Nabi Idris alaihissalam.

Firman Tuhan: “Dan ceritakanlah kisah Idris di dalam alquran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (19 : 56-57).
Dalam alkitab: “Dan Henokh hidup dan bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah (Kej. 5: 24).

Henokh atau Idris adalah generasi keenam Set. Sebagai seorang nabi Henokh (Idris) dikenal sebagai orang pertama yang pandai menulis dengan menggunakan pasir. Pandai meramal dan orang pertama yang mengajarkan cara bercocok tanam kepada manusia kala itu.

Selanjutnya putra Henokh yaitu Metusalah memperanakkan Lamekh. Lamekh adalah generasi kedelapan Set dan Lamekh memperanakkan seorang anak laki-laki bernama NUH. Kemudian Nuh memperanakkan tiga orang putra yaitu : Sam, Ham dan Yafet.

2. Melihat fakta-fakta hukum yang ada bahwa Kain telah menurunkan GENERASI JAHAT dan Set telah menurunkan GENERASI BAIK maka Perjanjian Tuhan yang pertama antara diriNya dengan Adam tentang “Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat” telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan sesuai hukum maka Tuhan membuat lagi PERJANJIAN yang mengikat antara diriNya dengan Nuh tentang akan datangnya banjir. Banjir akan mematikan semua yang hidup kecuali Nuh dan keluarganya akan diselamatkan untuk melanjutkan keturunan yang baik.

Legal Opinion ini menganut teori GOD’S COMPILATION OF LAWS bahwa meskipun fakta-fakta hukum telah membuktikan Perjanjian Tuhan yang pertama telah dipenuhi namun perjanjian itu tidak akan pernah berahir karena perjanjian itu dikompilasi lagi kehukum alam untuk selanjutnya dikompilasi kehukum manusia agar perjanjian itu tetap mengikat sampai alam beserta seluruh isinya termasuk manusia hancur tak bersisa.

Oleh karena banjir bandang Nuh masih menyisakan sedikit manusia yang hidup yaitu keluarga Nuh untuk melanjutkan karma baiknya maka keluarga Lamekh juga harus tetap hidup untuk memberi kesempatan Lamekh dan anak-anaknya dapat melanjutkan karma jahatnya.
Nuh dan keluarganya menjalankan karma baiknya di dunia nyata ini dan keturunannya berkembangbiak, beranak-pinak sehingga manusia bisa menjadi sebanyak ini. Manusia yang pintar-pintar, gagah, cantik dan baik-baik semuanya adalah keturunan Nuh.

Lamekh dan anak-anaknya tetap hidup untuk menjalankan karma jahatnya. Lamekh hidup dialam gaib. Alam ini nyata akan tetapi tidak dapat dilihat oleh mata bagi orang yang masih hidup. Lamekh melihat anda tapi anda tidak bisa melihat Lamekh Karena jasad Lamekh sudah tidak ada. Lamekh juga tidak bisa lagi berkembang biak, karena Lamekh sudah tidak lagi memiliki pohon kehidupan. Meskipun Lamekh tidak boleh lagi “bersetubuh” akan tetapi Lamekh bisa merasakan nikmatnya birahi.

Dimasa hidupnya Lamekh hidup dengan dua istri. Setelah mereka mati akibat banjir Nuh, mereka yang tadinya tiga orang kembali menjadi satu saja. Istrinya Ada dan Zila menjadi tiada dan yang ada hanya Lamekh. Lamekh inilah yang dikenal oleh manusia dengan sebutan IBLIS.
Tuhan sengaja merahasiakan jati diri “iblis” yang sesungguhnya, oleh karena Tuhan tidak mau membuka aib keluarga Lamekh dan anak-anaknya.Tuhan sengaja menutup rahasia ini serapat-rapatnya sampai ada kekuatan logika yang mampu mengungkap misteri ini dengan sebenar-benarnya.
Dalam alquran hanya dikatakan bahwa iblis merasa lebih mulia dari Adam karena iblis diciptakan dari api. Api yang dimaksud disini adalah “nafsu amarah” Lamekh. Karena hatinya panas. Lamekh tidak mau tunduk kepada Adam maksudnya tunduk pada keputusan Tuhan yang disampaikan oleh Adam kepada Lamekh bahwa karena Lamekh membunuh orang muda tersebut maka Lamekh harus mendapatkan hukuman tujuh puluh tujuh kali lipat dari pada hukuman Kain yang membunuh Habel.

Itulah sebabnya generasi keenam Kain tidak dikisahkan dalam alquran karena orang itu adalah Lamekh yang kelak akan menjadi IBLIS. Generasi keenam Set disebut dalam alquran karena orang itu adalah Henokh atau nabiullah Idris alaihissalam. Lamekh tidak tahu Tuhan. Lamekh tidak pernah bergaul dengan Allah. Lamekh tidak pernah berinteraksi dengan Tuhan. Lamekh marah kepada Tuhan kemudian melakukan perlawanan kepada Tuhan yang tidak pernah dia ketahui yang mengakibatkan Lamekh dijadikan IBLIS. Setelah menjadi iblis, Lamekh tetap juga tidak tahu bahwa dia adalah iblis. Yang dia ketahui bahwa dirinya adalah Lamekh yang mati waktu banjir Nuh kemudian dia tetap hidup dialam yang tidak membutuhkan jasad. Karena Lamekh tetap hidup dialam lain maka Tuhan menamakan Lamekh sebagai Iblis.

Logika hukum saya menolak segala bentuk-bentuk imajinasi-imajinasi liar yang tidak memiliki dasar, atau hayalan-hayalan atau asumsi-asumsi manusia yang mengatakan iblis adalah malaikat yang melawan Tuhan atau malaikat yang membangkang, ataukah pendapat-pendapat yang meyakini bahwa iblis pernah hidup di langit atau di syurga!. Mustahil, Tuhan Yang Maha Cerdas mau menciptakan musuhNya yang pada ahirnya hanya akan menyusahkan diriNya Sendiri. Tuhan mengakui bahwa yang Dia Ciptakan adalah “pohon kehidupan dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat”. Hanya itu. Manusialah yang harus menggunakan akal fikirannya agar bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Kalau semasa hidupnya manusia tidak tahu tentu setelah dia mati akan sama saja dengan Lamekh.

Saya sarankan kepada anda semua agar berfikir pragmatis dalam menyikapi setiap permasalahan dalam hidup dan kehidupan ini. Maksud saya berfikir praktis berdasarkan kegunaannya saja. Ambilah contoh Legal Opinion ini. Ikuti sajalah. Jangan dikatakan salah jika anda tidak mampu membenarkannya dengan argumentasi yang lebih kuat. Jika saran ini dilanggar maka anda bersikap sombong. Sombong itu bersifat diatas atau api. Api itu akan menarik nafsu amarah masuk kedalam diri anda. Amarah akan menarik masuk salah satu sifat Lamekh yaitu cemburu, irihati, dengki dan dendam. Jika sifat ini masuk maka Lamekh akan masuk kedalam diri anda. Jika Lamekh ada didalam diri anda maka anda akan tersiksa karena alam akan menghujani anda dengan lemparan cakra-cakranya.

Dimasa hidupnya Lamekh memiliki tiga anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Semuanya mati akibat banjir Nuh. Lamekh menjadi iblis. Iblis yang digelari “raja” kegelapan atau penguasa kegelapan memiliki tiga pangeran muda yang kuat dan seorang putri yang gemulai. Ketiga pangeran tersebut dalam islam disebut sebagai jin dan sang putri gemulai disebut sebagai syetan. Ketiga pangeran tersebut adalah :

1. YABAL; dialah yang menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. (Kej. 4: 20)
Yang dimaksud dengan orang yang diam dalam kemah adalah orang yang diam didalam “kelambu”, yaitu semua orang-orang yang melakukan hubungan sexual yang menyimpang dari hukum Tuhan. Perbuatan-perbuatan perzinahan, pelacuran, sex bebas, perselingkuhan, homo sex, lesbian, animal sex tegasnya semua hubungan sex yang dilakukan manusia diluar ikatan pernikahan / perkawinan yang sah. Kesenangan manusia ini tetap berlangsung secara langgeng dari dulu sampai sekarang.Manusia-manusia yang melakukan perbuatan-perbuatan itu adalah ternak peliharaan Yabal, karena Yabal adalah bapa bagi orang yang mempertuhankan nafsu birahi.

2. YUBAL; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling. (4:21)
Seruling dan kecapi adalah bentuk kesenangan hidup yang memperturutkan keinginan hawa nafsu.Yubal adalah bapa bagi semua orang yang mempertuhankan hawa nafsunya yaitu semua orang yang menjalani hidup ini semata-mata untuk mengejar uang, hidup berfoya-foya, suka pesta-pesta glamour, menumpuk harta dan memamerkannya, mengejar jabatan untuk menindas sesama, dsb.dsb.

3. TUBAL-KAIN, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi … (4:22).
Maksudnya adalah Tubal-Kain adalah bapa semua orang yang suka bermusuh-musuhan dan saling membunuh. Dari dulu sampai sekarang ini senjata yang umum digunakan oleh semua manusia untuk saling bunuh-membunuh termasuk senjata-senjata canggih sekalipun sekarang ini selalu mengandung unsur-unsur tembaga dan besi.

4. Adik perempuan Tubal-Kain ialah Naama (Kej. 4 : 22). Naama adalah sang putri Iblis yang gemulai.

Bahasa internasional adalah bahasa Inggris, bahasa itu menggunakan kata “name” yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “nama”. Karena semua manusia memiliki nama maka terdapat akses atau terbuka pintu untuk dimasuki Naama, sang puteri gemulai iblis. Siapapun atau apapun yang menggunakan “nama” maka hukum MEMBERNARKAN jika Naama, masuk ke objek itu untuk memanfaatkannya, atau merayunya, membujuknya, menggodanya, menipunya, menyesatkannya dsb dsb untuk tujuan dan kepentingan Naama.Siapapun dan apapun, entah itu kucing, sepeda, kapal terbang, telepon, kaca mata, anda, ustaz, ulama, pendeta, pastor, suhu, bikkhu, bikkhuni, siapapun dan apapun.
Hukum MEMBENARKAN jika Naama merasa memiliki hak atas objek itu.

Jika Naama telah berkuasa atas diri anda maka Naama akan membawa anda kepada pangeran-pangerannya. Anda bisa diserahkan kepada ketiganya atau kepada salah satu diantara yang tiga itu. Jika pangeran telah berkuasa atas diri anda maka terbuka peluang anda berada didalam pelukan dan genggaman iblis atau si Lamekh yang mati tenggelam karena diterjang banjir bandang dimasa Nuh sekitar enam ribu tahun lalu.

Hukum menjamin bahwa selama anda masih hidup anda masih memiliki kesempatan untuk melawan Naama dan pangeran-pangerannya. Andapun dijamin oleh hukum bila anda ingin melepaskan diri dari belenggu mereka. Hukum juga memperlakukan Lamekh dan anak-anaknya secara adil dan proporsional. Hukum tidak akan melarang mereka atau menghalang-halangi mereka dalam menjalankan atau menjalani karma jahatnya.

Hukum akan menindak dengan tegas dan cakra akan dilemparkan bila ada manusia yang berani lagi mengatakan kehebatan-kehebatan yang dimiliki iblis seperti yang diasumsikan selama ini bahwa iblis berdialog dengan Tuhan pada proses penciptaan awal, atau iblis menggoda Adam dan Hawa disyurga atau iblis adalah malaikat yang melawan Allah. Hukum dengan tegas berpihak pada kebenaran alquran dan alkitab. Manusialah yang salah dan sangat berlebih-lebihan dalam menafsirkan alquran dan alkitab. Iblis adalah Lamekh. Lamekh adalah manusia biasa yang sudah mati karena diterjang banjir dimasa Nuh enam ribu tahun yang lalu. Lamekh tidak hebat. Lamekh tidak kuat. Manusialah yang menghebatkan dan menjadikan iblis atau si Lamekh jadi kuat karena menempatkan Lamekh secara tidak proporsional.

Firman-firman Tuhan yang ada di dalam alquran yang menceriterakan kejadian awal bahwa ” Allah memerintahkan malaikat sujud kepada Adam dan malaikat mengikuti perintah Allah dengan bersujud kepada Adam kecuali iblis. Iblis tidak mau tunduk karena merasa lebih mulia sebab iblis diciptakan dari api sementara Adam diciptakan Allah dari tanah”. Firman ini menggunakan bahasa-bahasa kiasan yang perlu anda kaji secara logika. Jika apa yang disampaikan alquran HUSUSNYA pada kisah “kejadian awal” tersebut anda terima secara apa adanya maka tanpa anda sadari anda telah menjebak diri anda sendiri menjadi orang yang memuliakan iblis dan merendahkan Tuhan.

Logika hukum saya berpendapat ; Iblis dan malaikat belum ada pada kejadian awal. Jika mereka sudah ada apalagi sampai bercakap-cakap dan berbantah-bantah kepada Tuhan maka gugurlah dengan sendirinya sifat Tuhan Yang Maha Suci. Semua ayat-ayat alquran hususnya pada kejadian awal yang menyebut malaikat harus dimaknai sebagai sifat “menurut” pada keputusan Tuhan dan semua sifat-sifat Tuhan yang menyebut iblis harus dimaknai sebagai sifat “melawan” keputusan Tuhan.

Kain (Qabil) tidak bisa disebut melawan Tuhan, karena Tuhan memerintahkan Kain untuk memberi “korban persembahan” yaitu hasil tanamannya, Kain melaksanakannya dengan senang hati. Bahwa korban persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan, itu adalah masalah hak prerogatif Tuhan. Beda halnya dengan Lamekh, orang itu jelas-jelas melawan / memprotes keputusan Tuhan yang menghukum dia tujuh puluh tujuh kali lipat karena membunuh orang. Pembunuhan itu dilakukan Lamekh atas kemauannya sendiri, karena nafsu telah berkuasa atas dirinya.

Demikian pula terhadap semua firman-firman Tuhan baik yang ada didalam alquran maupun didalam alkitab yang menceriterakan adanya dialog-dialog antara Tuhan dengan Adam dan Hawa, jika anda terima firman tersebut apa adanya maka tanpa anda sadari anda telah tergelincir ke dalam jurang gelap yang dalam. Logika hukum saya berpendapat tidak mungkin Tuhan dapat dilihat oleh hamba yang Dia ciptakan. Adam dan Hawa, Kain (Qabil) dan Habel (Habil) tidak pernah melihat Tuhan bahkan belum mengenal dan mengetahui adanya Tuhan, malaikat dan iblis juga belum ada. Semua dialog-dialog dalam kisah kejadian awal semata-mata hanya sebagai bahasa pengantar buat manusia untuk masuk dalam sebuah dimensi Perencanaan Penciptaan Tuhan. Andaikan Adam dan Hawa tahu Tuhan, dan pernah bercakap-cakap dengan Tuhan maka pastilah mereka berdua akan mengingatnya untuk selanjutnya pengetahuan Adam tersebut diajarkan kepada semua anak-anaknya. Tidak ada firman baik dalam alquran maupun alkitab yang menyebut Adam dan Hawa mengajarkan kepada putra putrinya tentang Tuhan.

Contohnya sangat sederhana. Anda atau anak anda, apakah setelah lahir secara nyata didunia sudah mengetahui Tuhan?.Jangankan tahu tentang Tuhan, tahu diri sendiri saja, anda atau anak anda tidak tahu. Bicarapun tidak tahu. Anda atau anak anda mulai tahu tentang Tuhan pada umur tiga atau empat tahun. Semua anak diumur tiga-empat Tahun tersebut akan bertanya-tanya kepada orang tuanya tentang Tuhan. Ini adalah fakta hukum yang tidak mungkin bisa anda bantah!

Dalam pencariannya akan Tuhan, terkadang pertanyaan-pertanyaan anak membuat orang tua kelabakan menjawabnya. Bisa dibayangkan jika seorang anak kecil yang baru pandai bicara bertanya “Tuhan itu baik. Mana Tuhan? Tinggal dimana Tuhan? Mana rumahNya”?. Jika anda sebagai orang tua bagaimana anda menjawab pertanyaan-pertanyaan anak yang masih suci dari dosa itu?.

Dalam alkitab diterangkan Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.” Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama Tuhan . (Kej. 4:25-26).

Firman diatas itulah yang menguatkan dalil hukum saya untuk mengatakan bahwa Adam, Hawa, Kain (Qabil) dan Habel belum mengenal dan mengetahui Tuhan karena firman mengatakan nanti setelah anak Adam yang ketiga Set memperanakkan Enos barulah orang mulai memanggil nama Tuhan. Alquran juga merahasiakan keturunan Kain, dan merahasiakan anak Adam yang ketiga Set, tidak ada ayat alquran yang menjelaskan tentang kelanjutan kisah Qabil setelah menguburkan Habil dan tidak ada juga ayat yang menjelaskan tentang Set dan keturunan-keturunan Adam lainnya. Alkitab menerangkan kelanjutan silsilah keturunan Adam dengan sangat bagus akan tetapi tidak ada satupun kalimat-kalimat pernyataan Adam yang tertulis dalam alkitab. Hukum mempertanyakannya. Kenapa?. Apakah ada sesuatu yang bersifat Rahasia antara Tuhan dengan Adam?

Dalam alquran dijelaskan : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(2:37 – 38).
Jika anda bertanya kepada saya “kalimat” apa sajakah yang diterima Adam dari Tuhan? maka spontan saja saya akan jawab TIDAK TAHU. Tapi saya tidak akan megatakan “hanya AllahYang Maha Tahu”, karena jawaban itu adalah jawaban “klise” dan “gombal” untuk lari dari kebodohan!.

Logika hukum saya berpendapat bahwa “kalimat” yang disampaikan atau diajarkan oleh Tuhan adalah kalimat yang berkaitan dengan kedudukan seorang saksi atau saksi-saksi yang menyaksikan fakta-fakta perbuatan hukum untuk mendukung kebenaran materil terhadap satu permasalahan hukum. Adam (dan istrinya) hanya sebagai saksi yang melakukan perbuatan persetubuhan (hukum) sehingga anak-anaknya lahir dan tumbuh, kemudian keturunannya berkembang biak. Adam (dan istrinya) tidak tahu akan jadi apa dan mau dijadikan apa anak-anak dan keturunannya itu selanjutnya. Semua itu menjadi urusan Tuhan selaku Perencana dan Pencipta.

Jika beberapa “kalimat” Tuhan kepada Adam dikompilasi kepada anda, maka logika hukum saya mengatakan: ” anda (dan istri anda) hanya sebagai saksi yang melakukan persetubuhan kemudian istri anda mengandung dan melahirkan anak anda. Setelah anak anda lahir dan tumbuh apakah anda tahu atau dapat memastikan bagaimana kelak nasib anak anda?. Bagaimanakah perkembangbiakannya kelak? Anda tidak tahukan?. Bisa saja diantara anak-anak anda itu entah digenerasi yang keberapa kelak melahirkan penjahat kelas kakap sementara dari anak anda yang lain entah digenerasinya yang keberapa anak anda itu menurunkan generasi yang menjabat sebagai polisi yang menangkap dan memenjarakan penjahat kakap tersebut. Hukum membenarkan kalau anda tidak tahu semua itu karena bukan anda yang ciptakan anak itu. Anda hanya saksi bagaimana Tuhan menciptakan anak manusia. Segala sesuatunya menjadi urusan dan hak Tuhan selaku pencipta anak manusia tersebut dan untuk itu anda dibebaskan dari segala tuntutan dan akibat-akibat hukum.

Demikianlah Adam, Adam (dan istrinya) juga tidak tahu bahwa dari keturunan mereka jugalah kelak Tuhan akan menciptakan IBLIS DAN MALAIKAT. Yah, malaikat. Anda tidak perlu kaget, tidak perlu heran dan tidak perlu membantah paradigma ini.

Adam dan Hawa memiliki banyak anak laki-laki dan banyak anak perempuan. Anak Adam pertama, kedua dan ketiga semuanya laki-laki. Alquran fokus mengisahkan anak pertama dan kedua saja dalam tragedi pembunuhan itu. Logika hukum saya berpendapat bahwa tujuan Tuhan mematikan Habil agar dapat ditarik garis demargasi yang jelas dan tegas untuk memisahkan keturunan Adam dari anak pertamanya yaitu Kain dan keturunan Adam dari anak ketiganya yaitu Set. Anak kedua berfungsi sebagai PEMISAH atau batas demargasi karena generasi Kain tidak boleh bercampur dengan generasi Set. Alkitab dengan tegas menguraikan keturunan Adam melalui Kain dan keturunan Adam melalui Set, yaitu sbb :

A. Dari garis keturunan Kain (Qabil) bin Adam yaitu : Adam, Kain, Henokh, Irad, Mehuyael, Metusael dan Lamekh , berarti Lamekh adalah generasi menurun ketujuh dari Adam, melalui putranya Kain (Qabil). Lamekh adalah cikal-bakal iblis. Lamekh memiliki putra tiga orang yaitu: Yabal, Yubal dan Tubal-Kain dan seorang putri bernama Naama. Anak-anak Lamekh adalah generasi kedelapan Adam. Jika Lamekh adalah cikal-bakal iblis, maka ketiga orang putranya adalah cikal-bakal jin dan putrinya adalah cikal-bakal syetan. Mereka masih disebut cikal-bakal karena belum menjadi iblis, jin maupun syetan. Mereka masih diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berbuat kejahatan dan mengumbar nafsu sepuas-puasnya serta melakukan perlawanan semau-maunya terhadap Tuhan sampai kepada batas yang maksimal. Perbuatan-perbuatan yang melampaui batas yang mereka lakukan itulah yang dijadikan dasar hukum oleh Tuhan untuk menenggelamkan bumi dan mematikan mereka. Setelah mereka mati barulah mereka bisa disebut iblis, jin dan syetan.

B. Dari garis keturunan Set Bin Adam (Set memiliki banyak anak laki-laki dan perempuan akan tetapi alkitab fokus pada garis keturunan Enos, anak Set yang pertama saja karena sejak Enos lahir, barulah manusia memanggil nama Tuhan) yaitu: Adam, Set, Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared dan Henokh. Henokh adalah generasi “ketujuh” Adam dari garis keturunan Set.

Dalam alkitab diceritakan : Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Kej. 5 : 21-24)

HENOKH adalah nabi Allah dan Rasul Allah, IDRIS alaihissalam. Allah berfirman: Dan ceriterakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami mengangkatnya ke martabat yang tinggi. (19:56-57).

Henokh (Idris) hidup selama tiga ratus enam puluh lima tahun. Selama hidupnya alkitab menyebut Henokh (Idris) “bergaul” dengan Allah. Alquran menyebut Idris (Henokh) “sangat membenarkan” dan seorang nabi. Alkitab tidak menyebut bahwa Henokh (Idris) mati, tapi alkitab menyebut “tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah”. Alquran menyebut ” Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”.

Jika anda bertanya kepada saya apa makna kalimat “diangkat oleh Allah” sebagaimana yang disebutkan dalam alkitab dan makna ayat dalam alquran “Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi”?. Tentu saja dengan spontan saya akan jawab TIDAK TAHU tapi saya tidak mau mengatakan hanya Allah Yang Tahu. Kenapa? Karena saya bukan anak kecil lagi, saya bukan anak ingusan yang bodoh dan tidak tahu apa-apa. Saya adalah intektual sejati yang berprofesi dibidang hukum, yang selalu memandang setiap permasalahan berdasarkan hukum yang jelas, tegas dan tidak ragu atau samar-samar.

Logika hukum saya berpendapat bahwa makna “diangkat oleh Allah” (alkitab) “Dan Kami (Allah) telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi” (alquran) menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah telah menjadikan Henokh (Idris) sebagai MALAIKAT ALLAH.

Semasa Henokh (Idris) masih berinteraksi dengan anak-anaknya dan manusia lainnya dimasa itu maka hukum menempatkan dia sebagai NABI DAN RASUL dengan sifat-sifat utamanya yang menonjol adalah SANGAT MEMBENARKAN TUHAN. Karena Henokh memiliki sifat sangat membenarkan maka dengan sifat itu Henokh memiliki sifat SANGAT MENURUT kepada Tuhan. Hukum telah menempatkan Henokh (Idris) sebagai MALAIKAT setelah Tuhan mengangkatnya ke tempat yang memiliki martabat yang tinggi.

Jika Tuhan menempatkan generasi ketujuh Adam dari garis keturunan anak pertamanya Kain (Qabil) yaitu Lamekh sebagai IBLIS maka Tuhan juga telah menempatkan generasi ketujuh Adam dari anak ketiganya Set yaitu Henokh sebagai MALAIKAT. Adapun keturunan Adam dari anak keduanya yaitu Habil diputuskan secara permanen dengan tujuan untuk difungsikan sebagai GARIS BATAS DEMARGASI. Garis ini sangat penting mengingat Kain dan Set beserta garis keturunannya masing-masing memiliki “darah” yang sama. Mereka semua adalah anak-anak keturunan Adam dan Hawa. Meskipun mereka semua berasal dari sumber yang sama tapi sifat-sifat mereka sangat bertolak belakang. Agar tidak terjadi kontaminasi keduanya maka garis demargasi yang memisahkan sifat-sifat tersebut sangat mutlak diperlukan.

Hukum dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan tentang Keadilan Tuhan dalam Perencanaan dan PenciptaanNya.
Sebelum Henokh (Idris) diangkat ke martabat yang tinggi sebagai MALAIKAT, Henokh telah memiliki banyak anak laki-laki dan anak perempuan. Anak tertua Henokh bernama Metusalah, dan Metusalah memiliki anak yang bernama Lamekh.

Lamekh ini adalah generasi ke sembilan Adam dari garis keturunan Seth. Lamekh ben Metusalah bin Henokh memiliki putra yang bernama Nuh. Dalam alkitab diterangkan : Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya : “Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang terkutuk oleh TUHAN” (Kej. 5:28-29).

Jika Lamekh dari generasi kesembilan Adam dari garis keturunan Seth melahirkan seorang tokoh besar dunia yang dikalangan islam dikenal sebagai NABI NUH Alaihissalam, maka Lamekh dari generasi ketujuh Adam dari garis keturunan Kain (Qabil) melahirkan anak-anak yang dikenal dalam islam sebagai JIN DAN SETAN.

Hukum telah dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Tuhan telah berlaku adil terhadap dua orang yang sama-sama keturunan Adam, yang menggunakan nama yang sama yaitu LAMEKH. Meski sama-sama keturunan Adam dan menggunakan nama yang sama akan tetapi kedua orang itu berasal dari garis keturunan yang berbeda yang melahirkan generasi yang berbeda pula. Lamekh yang memperanakkan Nuh, dan Nuh yang memperanakkan Sem, Ham dan Yafet diperkenankan oleh Tuhan untuk melanjutkan generasinya menguasai dunia nyata ini. Kita semua yang hidup sekarang berasal dari salah satu putra-putra Nuh tersebut. Lamekh, yang memperanakkan Yabal, Yubal, Tubal-Kain dan Naama diputuskan generasinya oleh Tuhan. Mereka tidak boleh menurunkan generasi pelanjut secara nyata. Mereka tidak boleh tinggal didunia nyata. Mereka juga tidak boleh dilihat oleh mata. Untuk keadilan hamba-hamba ciptaanNya itu Tuhan menciptakan sebuah alam husus untuk menempatkan mereka. Alam itu berada di bumi ini juga. Alam itu tidak dapat dilihat oleh mata. Alam itu bernama alam gaib. Islam menamakannya sebagai ALAM BARZAH.

Bagaimanakah cara Tuhan menciptakan alam itu? Untuk tujuan apakah alam itu diciptakan?.

Legal Opinion ini akan kami lanjutkan pada bagian ketiga dengan judul BANJIR SEMESTA.
Bang admin yang kami hormati dan warga setia blog yth ini yang kami kasihi serta para pembaca yang budiman. Jika anda ingin memberi tanggapan terhadap Legal Opinion ini silahkan diajukan kepada admin. Admin yang memiliki kewenangan memberi penilaian layak tidaknya tanggapan anda dimuat di blog yth ini.

LEGAL OPINION SPTM (Part I)


Assalamualaikum. Salam sejahtera buat kita semua.

“Terimakasih kepada sdr Petrus yang telah menyampaikan Surat Petrus yang pertama (Perjanjian Baru 1:1). Insya Allah pada kesempatan berikutnya ayat penting ini akan kita bahas sekaligus memberi uraian Trinitas sebagaimana yang diharapkan oleh sdr Gareng.
Terimakasih kepada Admin yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan Legal Opinion. Admin meminta Trinity agar exis di blog ini, namun harapan admin agak berat kami penuhi mengingat banyaknya tugas-tugas kami yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi prima. Kami meminta warga blog ini serius mencermati dan menganalisis Legal Opinion yang akan kami sampaikan dan dimohon pengertiannya jika ada pertanyaan atau tanggapan yang tidak segera kami jawab mengingat keterbatasan kami. Jika apa yang kami sampaikan “kurang” maka “cukupkanlah”, seandainya “salah” maka “benarkanlah”, apabila yang kami sampaikan “benar” maka “ikutilah” dan jadikanlah semua itu sebagai sesuatu yang membawa manfaat yang positif.

Kami meminta warga blog ini serius mencermati dan menganalisis Legal Opinion yang akan kami sampaikan dan dimohon pengertiannya jika ada pertanyaan atau tanggapan yang tidak segera kami jawab mengingat keterbatasan kami. Jika apa yang kami sampaikan “kurang” maka “cukupkanlah”, seandainya “salah” maka “benarkanlah”, apabila yang kami sampaikan “benar” maka “ikutilah” dan jadikanlah semua itu sebagai sesuatu yang membawa manfaat yang positif.
Sebagai seorang muslim, awalnya saya hanya ingin mendasari legal opinion saya dengan ayat ayat suci ALQURAN saja akan tetapi karena terhukum Satriopanulis dalam pledoinya mengutip injil Matius dengan maksud untuk menyesatkan kita semua maka saya menganggap penting untuk menjadikan ALKITAB (perjanjian lama dan injil perjanjian baru) sebagai tambahan untuk melandasi legal opinion ini.

Saya sependapat dengan Admin jika menyebut satriopanulis sebagai penganut faham/aliran Ahmadiyah. Saya menemukan tulisan yang persis sama dgn yang ditulis oleh satriopnulis di blog lain, di blog itu satriopanulis menggunakan nama Manunggaling Kawula Rasul. Sungguh betapa berbahayanya orang ini.

Sebagai orang hukum saya patut berkata jujur bahwa legal opinion ini terilhami oleh tulisan Sinuhun Cahyo Nayaswara yang berjudul “Sanggahan Kritis Terhadap Pengikut Ahmadiyah”. Beliau mengatakan aliran itu sudah exis di 174 negara. Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Gulam Ahmad didesa kecil Kadiyan – India ahir abad 18. Sekarang Kadiyan masuk dalam wilayah Pakistan. MGA mengaku dirinya mendapatkan wahyu lewat mimpi yang di sampaikan oleh malaikat Jibril. MGA mengaku dirinya sebagai Imam Mahdi sekaligus sebagai Maseas (Almasih, Isa putra Marym). MGA juga mengklaim dirinya sebagai rasul yang bernama Ahmad. Anda bisa melihat bagaimana satriopnulis pertamakali masuk di blog ini, pertama dia mencari Imam Mahdi, lalu dia menunjuk ayat 2:129 :

Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Kemudian dia menolak Muhammad sebagai rasul sembari menggiring kita kepada “wajah” Almasih, Isa Putra Maryam. Terahir dia sudah berani menyebut nama “Ahmad” meski dia poles sebagai nama lain dari malaikat Jibril. MGA sudah lama meninggal tapi ajarannya masih dilanjutkan oleh murid-muridnya. Aliran ini berkantor pusat di London. Pemimpin tertingginya orang Pakistan kelahiran Inggris bergelar Halifatulmasih. Artinya wakil Almasih/Maseas. Karena MGA sudah mati, pengikutnya meyakini bahwa MGA akan hidup lagi dan turun kembali dalam nama malaikat Jibril. Aliran/faham Ahmadiyah menggunakan islam sebagai jaket perlindungan karena tatacara peribadatannya sepintas memiliki kesamaan meski menyimpang dalam prinsip-prinsip keyakinan. Orang-orang nasrani dibuat lengah dan terlena. Mereka diam. Mereka tidak tahu bahwa Ahmadiyah telah menginjak-injak Alquran, menginjak-injak Alkitab dan menginjak-injak doktrin suci Trinitas.

Jika bukan masalah penting dan sangat prinsip untuk kita ketahui, tidak mungkin Sinuhun Cahyo Nayaswara menulis husus tentang aliran itu . Tujuannya tiada lain agar kita semua mewaspadainya. Sinuhun juga jauh-jauh hari sudah mengetahui bahwa satu waktu blog ini akan dirambah oleh mereka sehingga beliau banyak memberi pesan-pesan agar blog ini betul-betul dijaga baik-baik jangan sampai disusupi ajaran-ajaran sesat, baik oleh aliran Ahmadiyah maupun oleh orang-orang spiritual seperti Moh. Nahly dkk. Dari kejadian yang baru saja kita alami saya banyak memetik pelajaran yang berharga. Memang, di blog yth ini saya banyak belajar dan belajar banyak untuk banyak hal.

LEGAL OPINION

Legal opinion atau pandangan hukum biasa diberikan oleh seorang ahli hukum apabila membedah sebuah kasus atau permasalahan hukum.

Tuhan memiliki hukum sendiri yang disebut SUNNATULLAH. Sunnatullah didasari oleh hukum sebab-akibat. Tuhan menciptakan Adam, lalu dari tulang rusuk kiri Adam, Tuhan menciptakan istrinya Hawa. Setelah itu Tuhan mengikat PERJANJIAN dengan Adam. Tuhan mengizinkan Adam dan Hawa tinggal di syurga dengan perjanjian Adam dan Hawa tidak boleh mendekati pohon itu. Sebuah perjanjian telah mengikat para pihak. Bila salah satu pihak melakukan pelanggaran terhadap apa yang telah diperjanjikan maka pihak itu telah melakukan perbuatan melanggar hukum. Pelanggaran yang dilakukan Adam dan Hawa disebabkan karena mengikuti godaan iblis. Adam dan Hawa dapat didudukkan sebagai saksi pelaku sekaligus sebagai saksi korban, berarti Adam dan Hawa hanya melakukan perbuatan melanggar hukum Bukan melakukan perbuatan melawan hukum. Karena “Perjanjian” telah dilanggar maka Adam dan Hawa diusir dari syurga Tuhan.
Logika hukum kita akan mempertanyakan pohon apakah itu?. Alquran menamakannya pohon khuldi. Alkitab menamakannya pohon yang berada ditengah-tengah taman Eden (syurga). Siapakah yang menggoda Adam dan Hawa ?. Alkuran menyebut iblis. Alkitab mengatakan ular. Siapakah yang lebih dulu memakannya? Alquran dan Alkitab mengatakan Hawa. Betulkah di syurga ada pohon?. Betulkah di syurga ada ular?.

“Guru agung Al Buguri dan Sinuhun Cahyo Nayaswara telah mengajarkan bahwa semua dan segala sesuatunya harus DIGENAPKAN kecuali Tuhan saja yang SATU atau SENDIRI.

Berpedoman pada prinsip prinsip hukum “MENGGENAPKAN”
maka saya menetapkan bahwa Adam dan hawa adalah saksi pelaku dan saksi korban dalam perbuatan melanggar hukum “perjanjian”. Adam dan Hawa BUKAN melakukan perbuatan melawan hukum (Tuhan). Jika Adam dan Hawa bukan melakukan perbuatan melawan hukum lantas siapakah yang melakukan perbuatan melawan hukum?. Alquran dan Alkitab mengatakan iblis (ular) yang menggoda. Berarti iblis otak pelaku atau iblis (ular) yang melakukan perbuatan melawan hukum Tuhan. Ini anggapan dan keyakinan semua orang.

Logika hukum saya dengan tegas menolak anggapan ini. Jika iblis (ular) hadir pada saat kejadian itu maka iblis harus ditempatkan juga sebagai saksi. Logika hukum saya mengatakan tidak mungkin dan mustahil Tuhan mau menghadirkan iblis (ular) untuk menyaksikan TUHAN MENCIPTA. Bisa saja alquran dan alkitab mengatan iblis (ular) yang menggoda tapi alibi saya sangat kuat untuk mengatakan iblis (ular) tidak hadir ditempat kejadian perkara. Apa yang disebut dalam kitab suci adalah firman dengan menggunakan bahasa kiasan sebagai pengantar yang sengaja dilakukan oleh Tuhan untuk merahasiakan kejadian yang sebenarnya bahwa TUHAN masih MENCIPTA. Bukti bahwa Dia masih Mencipta dijelaskan pd ayat lain. Iblis (ular) tidak mungkin hadir dan menyaksikan kejadian itu sebab jika iblis (ular) hadir maka secara hukum iblis ditempatkan sebagai saksi yang mengetahui rahasia Pencipataan. Tuhan Maha Suci, Maha Pandai Merahasiakan diriNYA.

Untuk membedah kasus yang menarik ini saya akan menggunakan alquran dan alkitab sebagai dalil hukum. Dan saya ingatkan kepada pembaca hususnya yang beragama islam agar tidak memfitnah saya dengan mengatakan saya membanding-bandingkan alquran dengan alkitab. Saya melakukan ini karena saya sudah memiliki argumentasi hukum yang sangat kuat yang tidak dapat anda mentahkan yaitu:

1. Muhammad adalah nabi dan rasul Allah yang terahir. Muhammad adalah hamba Allah juga. Muhammad tidak boleh dikultuskan secara berlebih-lebihan dan membabi-buta agar kita tidak terperangkap dalam kemusyrikan yang tidak kita sadari. Allah melarang kita bersikap berlebih-lebihan dalam beragama. Sebagai hamba, Allah telah MENGGENAPI Muhammad dengan Alquran. Jika Alquran berlaku hingga ahir zaman maka secara hukum kenabian dan kerasulan Muhammad juga berlaku hingga ahir zaman. Anggapan yang mengatakan nabi dan rasul Muhammad telah mati adalah anggapan yang keliru dan tidak berdasar. Bisa saja dikatakan sebagai sebuah perbuatan melawan hukum. Secara fisik/jasad Muhammad memang telah mati dan di makamkan di raodah ditengah mesjid Nabawi di Madinah akan tetapi kenabian dan kerasulannya tidak pernah mati karena kenabian dan kerasulan Muhammad melekat dan tidak terpisahkan dengan Alquran.

“Saudara Petrus secara jujur mengakui KEBENARAN alquran dengan kekuatan logikanya maka secara hukum sudah dapat disimpulkan bahwa saudara Petrus telah mengakui kenabian dan kerasulan Muhammad, meskipun sdr Petrus tetap saja sebagai seorang yang beragama nasrani.”

Legal Opinion ini tidak akan menempatkan Hadits nabi Muhammad sebagai unsur penggenapan alquran karena yang membaca Legal Opinion ini tidak terbatas pd orang islam saja. Karena itu, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum PENGGENAPAN maka Alquran akan saya genapi dengan firman-firman Tuhan yang ada dalam Alkitab.

2. ALKITAB adalah kisah mengenai Tuhan yang menjangkau ciptaanNYA. Alkitab dibuka dengan penciptaan dunia dan ditutup dengan ahir kehidupan. Alkitab terbagi atas dua bagian yaitu PERJANJIAN LAMA dan PERJANJIAN BARU. Perjanjian Lama terdiri dari 39 kitab yang berbeda. Kitab – kitab ini diilhami oleh Tuhan, tetapi ditulis oleh orang yang berbeda-beda dalam kehidupan yang berbeda dan untuk tujuan yang berbeda-beda namun memiliki satu rencana yang besar dan sama yaitu keselamatan. Perjanjian Lama ditulis sebelum Yesus / Isa lahir ke dunia.

Kitab Perjanjian Lama sebagian ditulis oleh nabi-nabi yang diakui dalam islam. Alquran 46 : 12. Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Yang dimaksud kitab Musa adalah kitab yang ditulis sendiri oleh nabi Musa. Dalam Perjanjian Lama dapat dikategorikan kitab-kitab: Kejadian, Keluaran, Imamat dan Bilangan. Kitab Bilangan sebagian besar di tulis oleh Musa akan tetapi penutupnya yang menceritakan tentang kematian Musa ditulis oleh Yosua, pendamping terdekatnya. Kitab lain, selain keempat kitab diatas yang dapat dikategorikan sebagai Kitab Musa adalah Kitab Yosua ditulis oleh Yosua, Kitab Hakim-hakim, Samuel 1 dan Samuel 2 yang ditulis oleh nabi Samuel dapat di golongkan sebagai Kitab Musa sebab Yosua dan Samuel segenerasi dengan Musa dan merupakan pelanjut ajaran Musa utk orang-orang Israil. Seluruh kitab-kitab diatas bila dihimpun jadi satu disebut TAURAT. Firman Tuhan dalam Alquran 32 : 23. Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu menerima (Al-Quran itu) dan Kami jadikan Al-Kitab (Taurat) itu petunjuk bagi Bani Israil.

Dan alquran 17 : 2. Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
17 : 3. (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

Dalam Perjanjian Lama ada kitab yang disebut Mazmur. Kitab ini ditulis oleh nabi Daud (raja Daud). Kitab itu berisi puisi dan lirik. Tema sentralnya adalah puisi dan nyanyian mengungkapkan pujian, penyembahan dan pengakuan kepada Tuhan. Dalam alquran, Kitab Mazmur di sebut ZABUR.
Alquran 17 : 55. Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Selain kitab Taurat dan Zabur masih banyak kitab-kitab lain yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang ditulis oleh nabi-nabi baik nabi yang namanya dikenal dalam islam maupun nabi yang namanya asing ditelinga orang islam. Dasar hukum kitab-kitab tsb ada dalam alquran 3 : 184. Jika mereka mendustakan kamu, maka sesungguhnya rasul-rasul sebelum kamupun telah didustakan (pula), mereka membawa mukjizat-mukjizat yang nyata, Zabur dan kitab yang memberi penjelasan yang sempurna.

Kitab-kitab yang dimaksud oleh ayat diatas adalah kitab-kitab yang terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab: Ruth, Raja-Raja, Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester, Ayub. Ada juga 3 kitab yang ditulis oleh nabi Sulaiman yaitu kitab: Amsal, Penghotbah dan Kidung Agung. Kemudian kitab Yesaya ditulis oleh nabi Yesaya, kitab Yeremia dan kitab Ratapan ditulis oleh nabi Yeremia bin Hilkia, lalu kitab Yehezkiel ditulis oleh nabi Yehezkiel, kitab Daniel oleh Daniel, kitab Hosea, Yoel, Amos, Obaja oleh Hosea, kitab Yunus ditulis oleh nabiullah Yunus, kitab Mikha, Nahum, Habakuk oleh Mikha, dan kitab Zefanya, Hagal, Zakharia, Maleakhi ditulis oleh nabi Zefanya.

Nabi-nabi dan kitab-kitab tsb diatas yang dimaksudkan dalam alquran 13 : 38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu).

Perhatikanlah firman Tuhan berikut ini :
“Taurat Tuhan itu sempurnah, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum – hukum Tuhan itu benar, adil semuanya, lebih indah daripada emas, bahkan daripada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan daripada madu tetesan dari sarang lebah” (Mazmur 19 : 8-11).

Dan pada kitab lain, setelah nabi Musa meninggal dunia, Tuhan menyampaikan firmanNya kepada Yosua ” Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang kekanan atau kekiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”. (Yosua: 6-8).
Dalam alquran 7 : 144. Allah berfirman: “Hai Musa, sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) kamu dan manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-Ku dan untuk berbicara langsung dengan-Ku, sebab itu berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.”
145. Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik.

Lauh-lauh adalah lembaran lembaran batu bertulis yang bertuliskan sepuluh firman Tuhan yang tertulis dalam bahasa Ibrani yang didapatkan Musa setelah menjalani perintah Tuhan membawa bangsa Israil keluar dari Mesir menuju tanah yang diperjanjikan (Kanaan). Peristiwa ini terjadi setelah Musa bermunajah selama 40 malam di bukit Thur (gunung Sinai). Alquran tidak memerinci Lauh-lauh bertulis itu karena perintah itu untuk orang Israil, bukan untuk orang islam. Sepuluh Firman Tuhan terdapat dalam Perjanjian Lama; Kitab Keluaran 20 : 2-17.
Yesus (Isa) dimasa kecilnya juga mempelajari Taurat. Alquran 5 : 46. Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.

Kitab Injil yang dimaksudkan pada ayat diatas adalah PERJANJIAN BARU.
Tanpa menggunakan ALQURAN DAN ALKITAB sebagai dasar hukum dalam Legal Opinion ini, maka mustahil kita dapat menyentuh substansi yang sebenarnya untuk membedah kasus Adam dan Hawa secara obyektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

ALKITAB beserta seluruh kitab kitab yang ada didalamnya, dibackup keberadaan dan kebenarannya oleh alquran sebagaimana ayat-ayat yang kami sebutkan diatas. TUHAN tidak pernah berdusta. Tuhan mengakui firman-firmanNya dengan caraNya sendiri. Tuhan mengakui kitab-kitabNYA. Jika Tuhan berbuat pengakuan dan perkataan yang jujur, akankah kita sebagai manusia mau berlaku sombong dengan menolak Alkitab?. Berhati-hatilah. Janganlah mengandalkan ilmu anda yang sedikit itu bung!. Demi Allah, saya memiliki logika hukum yang cukup kuat utk mempertahankan Legal Opini ini.

 

Dalam alquran ( 2 : 35 ) Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.

Dan pada ayat ( 7 : 19, 20 dan 21 ) 19. (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.” 20. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga).” 21. Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”.

Klausul Perjanjian antara Tuhan dengan Adam dan Hawa adalah “jangan mendekati pohon”
Dalam alkitab (Perjanjian Lama) dituliskan oleh Musa dengan gaya narasi sebagai berikut:

“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ” Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”. Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada ditengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati”. Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat”. Perempuan itu melihat, Bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga pada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Dimanakah Engkau?”. Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang: sebab itu aku bersembunyi”. FirmanNya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang KUlarang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kau perbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan”. (Kejadian 3 : 1 – 13).
Alquran ( 7: 22-23 ) 22. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” 23. Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Dimanakah “Locus” (lokasi atau tempat kejadian perkara) perbuatan melanggar hukum “perjanjian” yang dilakukan oleh saksi pelaku dan saksi korban Adam bersama Hawa?

Jumhur Ulama berpendapat bhw syurga yang dikisahkan dalam alquran berada dilangit. Syurga itu bernama “jannatun ma’wa” (syurga keabadian). Ahli tafsir alquran sependapat bahwa pohon yang dimaksud dalam alquran adalah pohon anggur. Orang yahudi menduga pohon yang dimaksud adalah pohon gandum.

Logika hukum saya menolak pendapat ulama sebab locus langit tidak ada tanah. Karena locus langit tidak terdapat tanah maka semua dalil yang menyebut pohon anggur dan gandum gugur dengan sendirinya.

Saya sependapat dengan artikel SPTM yang menyebut syurga yang diceritakan dalam kitab suci “locus” nya dibumi ketika langit dan bumi masih jadi satu. Syurga itu namanya syurga atlantis.
Artikel SPTM dibenarkan oleh Alkitab (Perjanjian Lama, dituliskan oleh Musa)
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai- bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan ditengah- tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Ada satu sungai yang mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu kisopras. Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai yang ketiga namanya Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kau makan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu janganlah kau makan buahnya, sebab pada hari Engkau memakannya, pastilah engkau mati “. (Kejadian 2 : 8 – 17).

Alquran yang sangat halus dan santun bahasanya tidak menyebuntukan apa nama pohon itu. Alkitab yang bahasanya agak terang namun tetap tunduk pada prinsip-prinsip hukum “penggenapan” menyebuntukan nama pohon yang tumbuh di tengah-tengah taman itu sebagai POHON KEHIDUPAN dan POHON PENGETAHUAN BAIK DAN JAHAT.

Dalam ilmu hukum, logika hukum selalu menghendaki keputusan yang tegas dan tidak samar-samar guna menghindari adanya keputusan yang multi tafsir. Karena itu logika hukum saya menegaskan bahwa yang di maksud dengan pohon kehidupan adalah : Alat kelamin Adam (laki-laki) yang hidup (ereksi). Alat itu terdapat (tumbuh) ditengah-tengah tubuh laki-laki (taman). Dengan alat itu, manusia akan dapat melangsungkan kehidupan dengan mendapatkan keturunan (anak). Ular (nafsu) yang menggoda/membujuk adalah hasrat birahi/nafsu syahwat untuk melakukan hubungan sexual. Melakukan hubungan badan harus berposisi seperti mahluk yang melata mengikuti ular (baring terlentang, menindih dan berliuk-liuk). Dengan mengikut sebagaimana ular maka sperma laki-laki dapat masuk dengan mudah untuk membuahi sel telur. Bila pembuahan terjadi maka manusia dapat melanjuntukan keturunan. Pohon kehidupan terus berkembang biak. Pohon Pengetahuan baik dan jahat adalah keputusan manusia untuk melakukan hubungan sexual, apakah akan dilakukan antara suami-istri yang sah (baik) atau mau berzinah (jahat). Apapun keputusan yang diambil oleh manusia semuanya mengandung resiko yang harus ditanggung bersama bagi mereka yang menikmati pohon/buah itu.

PERTIMBANGAN HUKUM.

Yang dijadikan pertimbangan hukum adalah karena alquran dan alkitab sama-sama menyebut Adam dan Hawa “telanjang” saat mendekati dan memakan buah pohon itu. Adam dan Hawa melakukannya. Buah pohon itu adalah “kenikmatan” sexual.
Dalam alquran (7 : 24, 25 dan 27) 24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.” 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. 27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Dalam alkitab (Perjanjian Lama yang ditulis oleh Musa)
Lalu berfirman TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau diantara segala ternak dan diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya”. (Kejadian 3 : 14-15)

Apakah benar Tuhan mengutuk ular? Hukum juga tidak membenarkan adanya “permusuhan” antara binatang (ular) dengan perempuan!. Logika hukum saya mengatakan firman Tuhan diatas menggunakan bahasa kiasan atau analogi saja, karena yang dimaksud ular adalah alat kelamin laki- laki. Kepala ular diremukkan oleh keturunan perempuan maksudnya kepala alat kelamin laki laki dimasukan keliang vagina (diremukkan) agar bisa membuahi sel telur untuk mendapatkan keturunan. Tumit perempuan akan diremukkan oleh ular (laki2) maksudnya sekujur tubuh perempuan itu dapat membangkitkan nafsu birahi laki-laki kecuali tumitnya. Permusuhan “abadi” antara ular dan perempuan adalah permusuhan yang direncanakan dan dilegalkan Tuhan, karena dengan permusuhan itulah manusia bisa mendapatkan keturunan. Tuhan melarang permusuhan sesama ular (homosex) dan permusuhan sesama perempuan (lesbian).

Dalil-dalil hukum yang kami kemukakan diatas dapat memutuskan bahwa SAKSI PELAKU terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melanggar perjanjian. Saksi Pelaku hanya melakukan perbuatan “persetubuhan” untuk melakukan skenario PENCIPTAAN PERKEMBANG-BIAKAN MANUSIA sebagaimana yang dikehendaki TUHAN. Demi KEADILAN TUHAN Saksi Pelaku dinyatakan TIDAK BERSALAH DAN TIDAK BERDOSA karena saksi pelaku hanya melaksanakan rencana Tuhan. Segala faham dan keyakinan yang mengatakan manusia lahir sudah menanggung dosa karena perbuatan saksi pelaku (Adam dan Hawa) menjadi HAPUS dan BATAL DEMI HUKUM.

Dalam alkitab (Kejadian 3 : 16 – 21)
FirmanNya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Lalu firmanNya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah kuperintahkan kepadamu: Jangan makan daripadanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu maka engkau akan kembali menjadi debu.”

Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Sejak awal logika hukum saya sudah menempatkan Adam dan Hawa selain sebagai saksi pelaku mereka juga adalah SAKSI KORBAN. Ayat di atas adalah bentuk HUKUMAN yang Tuhan jatuhkan kepada saksi korban.
Bukan hanya ummat nasrani tapi siapapun yang membaca firman di atas akan mengatakan Tuhan Marah. Tuhan murka. Tuhan mengutuk tanah. Tuhan mengutuk Adam dan Hawa karena telah melanggar hukum perjanjian.

Sebagai orang hukum saya memiliki pandangan yang berbeda dengan kesimpulan yang diyakini orang selama ini. Saya memandang firman di atas dari sudut pandang hukum bahwa PARA PIHAK justru memposisikan tempatnya masing-masing. Tuhan sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA di satu pihak dan Adam/hawa dipihak lain sebagai SAKSI PELAKU DAN SAKSI KORBAN, yaitu :

1. Sebagai Perencana dan Pencipta, Tuhan tidak hadir saat saksi pelaku melaksanakan perbuatannya. Ketidakhadiran Tuhan oleh karena :

a. Tuhan SUCI dari nafsu. Perbuatan pelaku dapat terjadi karena adanya dorongan nafsu birahi. Alquran dan Alkitab sama menceritakan kehadiran syetan (ular) makna yang sesungguhnya adalah NAFSU. Disitu Tuhan ingin berpesan kepada kita bahwa Nafsu Birahi itu juga diciptakan oleh Tuhan. Awalnya memang adalah NAFSU BIRAHI. Konflik-konflik yang diceritakan alkitab antara ular dengan perempuan itu dan pernyataan ayat yang mengatakan ” Manusia itu memberi nama Hawa kepada istrinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup”. Dari sisi hukum saya memandang bahwa Tuhan menciptakan NAFSU BIRAHI melalui perantaraan perempuan yang Tuhan ciptakan dari tulang rusuk kiri Adam. Adamlah yang memberi nama perempuan (istrinya) itu dengan nama HAWA, bukan Tuhan yang memberi nama perempuan itu kemudian dari nama itu alkitab menggunakan bahasa-bahasa yang indah agar kita dapat menangkap pesan Tuhan bahwa hikmah dari konflik-konflik dan dialog-dialog antara perempuan itu dan ular, antara Hawa itu dan Nafsu sesungguhnya dari situlah Tuhan menciptakan HAWA NAFSU. Alkitab mengatakan Hawa sebagai Ibu semua yang hidup. Bukan sebagai ibu semua orang atau manusia berarti termasuk binatang dan tumbuhan. Dari sisi hukum saya memandang bahwa Tuhan ingin berpesan kepada kita bahwa binatang dapat berkembang biak karena memiliki nafsu birahi tanpa memiliki hawa nafsu dan tumbuh-tumbuhan dapat berkembang biak karena memiliki hawa nafsu meski tidak memiliki nafsu birahi. Manusia, sebagai keturunan Adam memiliki kesempurnaan karena manusia memiliki nafsu birahi untuk berkembang biak dan juga memiliki hawa nafsu untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Selain itu, sebagai anak cucu keturunan Adam manusia juga memiliki pengetahuan untuk membedakan baik dan jahat. Karena itulah segala binatang dan tumbuhan, Tuhan beri kepercayaan kepada manusia untuk mengurusnya, mengendalikan perkembangbiakannya sekaligus mengambil manfaat yang sebesar-besarnya terhadap binatang dan tumbuhan yang telah Tuhan ciptakan dengan sempurnah.

Dari sisi hukum dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Tuhan dalam kedudukannya sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA tidak ada ditempat kejadian perkara terhitung dimulai saat manusia telah mulai dikuasai godaan nafsu kemudian menjadi birahi lalu melakukan perbuat sexual. Meski Tuhan yang menciptakan nafsu birahi dan hawa nafsu akan tetapi TUHAN, menyatakan diriNya bhw DIA MAHA SUCI DARI SEGALA NAFSU.

b. TUHAN sebagai PERENCANA dan PENCIPTA, yang telah menciptakan nafsu birahi dan hawa nafsu untuk manusia, binatang dan tumbuhan sebagai sebuah karunia besar TUHAN untuk hamba-hamba ciptaanNya. Sebagai perencana dan pencipta, Tuhan tahu bahwa karunia nafsu birahi dan hawa nafsu selain membawa manfaat yang besar buat hamba-hambaNya, bila penggunaannya melampaui batas-batas kepatutan menurut hukum maka kurunia itu dapat menimbulkan bahaya besar dan malapetaka buat seluruh hamba-hambaNya. Secara tidak langsung, hukum akan menuntut pihak PERENCANA DAN PENCIPTA jika tidak membuat aturan hukum untuk diikuti, ditaati dan dipedomani. Aturan itu hanya diperuntukkan buat manusia saja karena manusialah mahluk terbaik dan paling sempurnah yang diciptakan Tuhan untuk mewakili Tuhan mengurus dunia ini. Terbaik; karena manusia dikaruniai akal dan fikiran agar dapat membedakan mana yang baik yang harus dikerjakan dan mana yang jahat yang musti dihindari. Karunia ini dititiskan dari Adam. Manusia memiliki kesempurnaan karena di karuniai nafsu birahi dan hawa nafsu yang dititiskan dari ibu Hawa. Jika manusia tidak mampu mengendalikan karunia yang didapatkan dari ibu Hawa, maka derajatnya akan turun. Dimata hukum manusia yang dikuasai dan tidak mampu mengendalikan nafsu birahinya maka derajatnya sama dengan binatang. Jika manusia dikuasai dan tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya maka derajatnya sama dengan tumbuh-tumbuhan. Untuk menghindari akibat-akibat hukum atau tuntutan hukum yang timbul dikemudian hari terhadap perencana dan pencipta maka TUHAN dalam kedudukan hukum sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA menganggap perlu menetapkan hukum-hukumNya. Hukum Tuhan untuk umat manusia diturunkan pertama kali dimasa Musa. Hukum Tuhan mulai berlaku sejak hukum itu ditetapkan dengan masa berlaku sepanjang zaman.

2. Sebagai SAKSI PELAKU yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum perjanjian maka pelaku harus menerima semua risiko2 hukum sebagai akibat dari perlakuan perbuatannya. Saat menjalani segala risiko-risiko hukum yang timbul akibat perbuatan pelaku maka hukum menempatkan pelaku sebagai SAKSI KORBAN.

Sebagai orang hukum kami memandang KUTUKAN yang diucapkan oleh Tuhan sebagaimana pada firmanNYA di atas adalah sebuah PRODUK HUKUM TERTINGGI DAN BERKEKUATAN HUKUM TETAP yang tidak lagi memungkinkan diadakan peninjauan kembali. Ada dua buah kutukan yang telah dijatuhkan Tuhan yaitu :

a. Kutukan terhadap ular. “terkutuklah engkau diantara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kau makan seumur hidupmu”. Dari sisi hukum, kutukan ini bermakna sebagai sebuah keputusan yang memiliki dua tujuan yaitu:
Pertama; karena ular yang dikutuk berarti perempuan yang berkuasa atas ular artinya perempuan berkuasa atas nafsu birahi itu. Keberkuasaan perempuan atas nafsu birahi dapat dijelaskan bahwa perempuan dikaruniai Tuhan dapat merasakan nikmat birahi secara dominan, sempurnah, utuh dan totalitas bahkan laki2 dibuatnya tak berdaya untuk mengalahkan (melayani) keberkuasaan perempuan atas birahi. Hanya saja rasa malu perempuan lebih menguasai dirinya. Ini disebabkan karena Adam menjawab pertanyaan Tuhan dengan berkata ” Perempuan yang Kau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan”. Perempuan itu malu kepada Tuhan. Rasa malu perempuan lebih tinggi, lebih dominan dari nafsu birahinya. Rasa malu adalah karunia Tuhan untuk perempuan.

kedua; posisi hubungan sexual yang dikehendaki Tuhan mengikuti posisi ular yaiu baring terlentang, menindih dan meliuk-liuk (menjalar) agar sperma bisa dengan mudah membuahi sel telur. Posisi dog style tidak dibenarkan oleh Tuhan demikian pula posisi2 lainnya.

b. Kutukan terhadap tanah.
“….. terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu. Semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu”.

Dari sisi hukum kutukan ini memiliki dua tujuan yaitu :

a. Tanah dikutuk, berarti manusia berkuasa atas tanah, manusia hanya akan hidup bila bertempat tinggal diatas tanah dan bila manusia mati ditanam didalam tanah. Air, api dan udara tidak dikutuk maka secara hukum manusia tidak memiliki kekuasaan atas air, api dan udara.

b. Meski manusia berkuasa atas tanah, tapi tanah itu harus diolah dan ditanami tumbuh-tumbuhan sbg sumber makanan pokok manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Tanah harus dimanfaatkan dan digunakan sebaik-baiknya agar membawa manfaat sebesar-besarnya untuk manusia.
Alquran 15 : 26. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. 20 : 55. Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain, dan 71 : 17. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, 18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

Keputusan/ketetapan hukum sebagaimana tersebut di atas memberi implikasi langsung terhadap saksi korban. Ada dua implikasi yang ditimbulkan oleh keputusan itu yaitu :

a. Terhadap perempuan
FirmanNya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. Alkitab (Kejadian 3:16)
Alquran 7 : 189. Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.” dan 23 : 12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. 13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). 14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

b. Terhadap Adam
Lalu firmanNya kepada manusia itu: ” Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: Alkitab (Kejadian 3:17)
Alquran 40 : 64. Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam. dan 64:3. Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu).

Hukuman Tuhan terhadap saksi korban membawa implikasi hukum terhadap munculnya aturan-aturan hukum berikutnya sehingga hubungan hukum antara satu hukum dengan hukum lainnya terjadi hubungan kausal atau hubungan sebab-akibat. Meskipun wanita merasa menderita saat mengandung dan merasa kesakitan yang banyak saat melahirkan akan tetapi wanita tetap memiliki birahi terhadap suami-suami mereka sebab memang sudah difirmankan oleh Tuhan ” engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. Keberkuasaan suami atas birahi istrinya disampaikan secara santun dalam Alquran 2:223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Akan tetapi keberkuasaan itu tidak bisa dilaksanakan secara semena-mena karena hukum membatasi suami melakukan perbuatan itu bila istrinya sedang haid Qs.2 : 222. Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Dalam membaca firman-firman Tuhan, baik yang ada didalam alkitab maupun yang terdapat di dalam alquran, janganlah terlalu memudahkan atau menggampangkan diri kita untuk menyimpulkan dan menafsirkannya berdasarkan keyakinan kita yang subyektif. Asumsikan diri kita sebagai hakim yang akan memutuskan perkara ini. Coba renungkan dan abaikan semua ajaran-ajaran yang pernah kita dengar baik dari ulama maupun bapa pastor dan bapa pendeta karena apa yang dikatakan oleh mereka hanyalah ajaran yang merupakan warisan dari senior – senior pendahulu – pendahulu mereka. Jika kita mengikuti mereka maka tanpa kita sadari kita sudah melanggar hukum karena kita telah menempatkan diri kita secara sadar dan dengan sengaja sebagai orang yang mengikut kepada ajaran yang dipercayai oleh nenek moyang.

Agaknya dianggap perlu dan mendesak buat kita semua agar sedapat mungkin segera me-reformasi paradigma (model pemahaman) kita terhadap Tuhan. Legal Opinion ini disampaikan secara jujur, obyektif dan ilmiah dalam koridor hukum dengan menggunakan logika hukum. Hal-hal subyektif seperti tata cara peribadatan manusia dalam kedudukannya sebagai hamba kepada Tuhannya tidak akan dijadikan dasar pertimbangan hukum dan tidak mendapat tempat untuk dibahas dalam legal opinion ini, karena dari sisi hukum, keyakinan kita terhadap agama yang kita anut masing – masing sudah dianggap final dan berkekuatan hukum tetap.
Hukum menganut prinsip “promition of innocent” atau azas praduga tak bersalah. Seseorang tidak dapat dikatakan bersalah sebelum ada keputusan yang berkekuatan hukum yang tetap. Prinsip ini dianut oleh seluruh bangsa-bangsa disemua negara. Untuk membedah kasus-kasus yang melibatkan Tuhan maka kita diharuskan juga menggunakan prinsip hukum Tuhan yaitu “penggenapan”. Tanpa kita sadari hukum penggenapan ini telah kita jalani sehari-hari. Sebagai Contoh sederhana; jika anda selesai makan maka anda butuh minum. Anda tidak mungkin makan tanpa minum. Setelah anda tidur beristrirahat maka anda harus bangun untuk beraktifitas. Anda tidak mungkin tidur terus atau bangun terus.

Legal Opinion ini disampaikan agar kita tidak latah dan ikut-ikutan menyalahkan Adam dan Hawa. Menuduh Adam dan Hawa sebagai orang yang bersalah tanpa alasan hukum yang tepat maka secara tidak langsung kita telah menyalahkan Tuhan selaku Perencana dan Penciptanya. Bila paradigma yang kita anut selama ini tidak diadakan peninjauan kembali, maka tanpa kita sadari kita sudah menyebar-luaskan fitnah besar dan perkataan yang tidak menyenangkan terhadap Tuhan. Itu berarti tanpa kita sadari kita telah melakukan pelanggaran hukum.

Alquran dan alkitab adalah KUMPULAN HUKUM, UNDANG – UNDANG ATAU PERATURAN TUHAN (GOD’S COMPILATION OF LAWS). Hukum-hukum Tuhan tersebut dikompilasi ke hukum alam dan hukum alam dikompilasi ke hukum positif manusia. Kita semua sebagai anak-cucu Adam tanpa kita sadari telah ikut serta melakukan rekonstruksi kebenaran materil kasus pelanggaran hukum “perjanjian” ini. Masing – masing kita adalah saksi pelaku dan saksi korban kemudian marilah kita hakimi kasus ini sendiri.

Rekonstruksi Kebenaran materil untuk kasus Adam dan Hawa dapat diuraikan sebagai berikut :

Jika anda pria, posisikanlah diri anda sebagai Adam, dan jika anda wanita maka tempatkanlah diri anda sebagai Hawa. Sejak kecil kedua orang tua anda sangat mengasihi dan menyayangi anda. Segala pemintaan anda dipenuhi segala fasilitas yang anda inginkan disediakan oleh orang tua. Anda dibesarkan, disekolahkan dan masa depan anda dipersiapkan dengan baik oleh orang tua anda. Ketika anda sudah cukup umur dan dianggap siap anda mendambakan pasangan hidup. Setelah ketemu dengan calon pasangan hidup yang pas dan dianggap cocok anda dipersatukan (dinikahkan) . Anda merasa senang, bahagia dan hidup terasa lengkap. Semua orang memberi ucapan selamat dan memberkati anda. Kemudian Tuhan berfirman “bersenang-senanglah kalian yang telah digenapkan tapi jangan kalian makan buah pohon itu”. Ternyata kalian berdua memakannya, karena memang buah itu harus dimakan. Setelah anda melakukan perbuatan itu anda akan diperhadapkan kepada hukum Tuhan berikutnya; yang perempuan akan merasakan susah payah saat mengandung (mengidam, sesak nafas dsb) dan rasa sakit saat melahirkan sedangkan bagi pria dituntut tanggungjawabnya untuk mencarikan rezki buat istri dan anaknya karena anak yang dilahirkan istrinya adalah hamba Tuhan yang dititipkan Tuhan kepada anda. Kelak anak anda itu bila tiba waktunya akan menjalani hidup sebagaimana putaran roda kehidupan yang pernah anda jalani.
Hukum Tuhan dikompilasi ke hukum alam. Hukum alam mengatakan bumi ini berputar, maka hukum Tuhan ikut berputar mengikuti hukum alam. Hukum Tuhan berputar dan tetap berlaku saat hukum itu dibuat mulai Adam dan Hawa kemudian turun keanak-anaknya, lalu turun kecucunya, cicitnya sampai kepada kita dan generasi- generasi yang akan datang. Hukum Tuhan berlaku sejak dulu, sekarang dan selamanya.

Para pembaca/warga setia blog yth. ini. Anda sebagai hakim, putuskanlah kasus ini secara adil dan benar. Jika anda memutuskan Adam dan Hawa bersalah maka anda harus juga menyalahkan diri anda sendiri dan katakan sekarang juga bahwa anak- anak yang lahir dari rahim istri anda sebagai anak haram dan bukan anak/hamba Tuhan. Setelah itu bersiap-siaplah, karena hukum dengan sendirinya akan menuntut anda “apakah anda akan mengatakan juga bahwa Tuhan dalam kedudukannya sebagai Perencana dan Pencipta telah ikut serta berbuat kesalahan karena membiarkan Adam dan Hawa melanggar perjanjian itu. Katakanlah bahwa dengan terpaksa Tuhan anda tempatkan sebagai pihak yang bersalah”.

Jika anda memutuskan “pelanggaran perjanjian” Adam dan Hawa dapat dibenarkan secara hukum karena pelanggaran itu telah direncanakan Tuhan maka pembenaran itu berlaku buat anda juga. Anak-anak yang lahir dari rahim istri anda adalah anak-anak Tuhan, hamba Tuhan yang dikasihi Tuhan yang dipercayakan Tuhan kepada anda untuk diajar, dididik, dibimbing dan dibesarkan sebagaimana yang telah anda dapatkan dari orang tua anda dengan harapan kelak anak anda itu juga akan menjalani hukum-hukum Tuhan. Keputusan yang adil dan benar yang telah anda jatuhkan dengan sendirinya akan menempatkan Tuhan dalam kedudukannya sebagai PERENCANA DAN PENCIPTA.

Adalah TUHAN YANG MAHA BENAR, MAHA ADIL DAN MAHA SEMPURNAH DALAM SEGALA PERENCANAAN DAN PENCIPTAANNYA.
Anda telah memutuskan Adam dan Hawa tidak bersalah berarti Adam dan Hawa tidak memiliki dosa. Anggapan bahwa Adam mewariskan dosa kepada kita semua adalah anggapan yang bertentangan dengan hukum kewarisan. Yang diwarisikan Adam adalah perbuatan yang telah Adam lakukan bersama istrinya Hawa. Jika anda melakukan perbuatan itu bukan dengan istri anda maka baru bisa disebut anda berdosa karena menyimpang dari apa yang telah diperbuat oleh Adam.

Tuhan “menggenapi” Pohon kehidupan dengan Pohon pengetahuan baik dan jahat. Semua Tuhan serahkan kepada anda. Jika anda menggunakannya dengan baik dan tidak bertentangan dengan hukum – hukum Tuhan maka kebaikan yang akan anda jumpai. Bila digunakan dengan cara yang jahat dan melanggar hukum maka kehancuranlah yang akan anda dapatkan.
Ada dua hak (hukum penggenapan) yang Tuhan berikan kepada manusia yaitu pertama : hak untuk hidup. Untuk hidup manusia perlu makan (hukum sebab-akibat) Kedua : hak untuk memiliki keturunan yang mewarisi. Untuk memiliki keturunan dibutuhkan wanita karena wanita itu yang mengandung dan melahirkan. (hukum sebab-akibat). Wanita bisa mengandung karena Tuhan menciptakan “birahi” melalui wanita (Hawa) kemudian “birahi” itu diberikan kepada manusia. Tergantung sepenuhnya kepada manusia mau memanfaatkannya ke jalan yang baik atau jahat haknya itu.

Dari banyak kasus-kasus hukum, semua hak yang Tuhan berikan kepada manusia dirampas oleh sesamanya manusia dengan cara melawan hukum. Dalam hukum positif yang kita anut semua perbuatan melawan hukum tersebut dimasukkan dalam ranah hukum pidana. Kasus- kasus pembunuhan adalah kasus yang merampas hak untuk hidup seseorang. Kasus-kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan dengan menghambur-hamburkan uang negara adalah kasus yang merampas hak negara untuk mengatur makanan yang akan dimakan oleh rakyatnya. Banyak juga Kasus-kasus pencabulan, pemerkosaan, perzinaan, perselingkuhan dan semua kasus-kasus yang disebabkan oleh ketidakmampuan manusia mengatasi pengaruh jahat birahi. Pertanyaannya sekarang, kenapa semua itu harus terjadi?.

Legal Opinion akan dilanjutkan untuk membedah kasus “TRAGEDI PEMBUNUHAN PERTAMA DI BUMI”. Dalam alkitab Kain membunuh Habel. Dalam alquran Qabil membunuh Habil. Kasus ini adalah kasus “merampas hak hidup seseorang”. Kenapa tragedi pembunuhan itu harus terjadi?. Apakah pembunuhan itu direncanakan Tuhan?. Jika direncanakan maka pelaku pembununuhan itu dapat dikenakan tuduhan (pasal) pembunuhan terencana. Qabil (Kain) adalah saksi pelaku. Habil (Habel) adalah saksi korban. Kasus ini agak pelik dan sedikit rumit karena saksi korban telah mati sehingga tidak bisa lagi diambil keterangannya didepan hukum. Hukum selalu menuntut adanya dua saksi orang dewasa yang cakap (waras) yang keterangannya diambil dibawah sumpah. Untuk memenuhi persyaratan ini maka kita harus menjadikan cerita alquran dan alkitab sebagai saksi. Alquran dan alkitab dinyatakan bebas dari “sumpah” yang dipersyaratkan karena alquran dan alkitab telah bermuatan hukum/firman Tuhan. Sumpah hanyalah salah satu bagian terkecil dari hukum Tuhan.

Untuk mendapatkan keputusan ahir yang adil, benar, obyektif dan bertanggungjawab terhadap kasus pembunuhan ini, maka saya tetap akan memposisikan diri saya sebagai orang yang menyampaikan Legal Opinion. Hakim yang memutuskan perkara ini adalah warga setia blog yth ini dan pembaca lainnya. Dengan berbagi tugas seperti yang kita lakukan maka kita telah memenuhi prinsip- prinsip hukum penggenapan.

Semoga yang kita lakukan ini membawa manfaat yang positif bagi kita semua.

Amin.Assalamualaikum. Salam sejahtera bagi kita semua.

Bang Admin, saya sudah memenuhi permintaan dan harapan admin untuk menyampaikan Legal Opinion guna mengisi kekosongan warga setia blog yth ini yang ditinggal pergi oleh orang tua kita guru agung Al Bughury dan Sinuhun Cahyo Nayaswara, agar tidak disusupi oleh orang-orang yang ingin menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan dengan menunggangi blog yth ini, sebagaimana yang telah dilakukan Satriopanulis yang telah berusaha mencoba menyebarkan faham Ahmadiyah atau Nachly yang telah berusaha mengajak dan mengajarkan ajaran-ajaran spiritual dalam kegelapan rohani. Mudah-mudahan Legal Opinion Bagian Pertama ini tidak mengecewakan admin dan seluruh warga setia blog yth ini serta pembaca lainnya oleh karena hanya seperti ini saja kemampuan yang kami miliki yang dapat kami persembahkan secara tulus dengan rasa suka cita yang didasari oleh niat suci kami bahwa apa yang kami lakukan ini semata-mata karena Allah SWT.

Sekiranya apa yang kami sampaikan ini ternyata salah maka benarkanlah. Jika dianggap kurang maka cukupkanlah. Seandainya benar maka ikutilah. Karena kamilah, dalam kedudukan kami sebagai penyampai Legal Opini ini, kelak yang akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Tuhan sebagai mahkamah pengadilan tertinggi ummat manusia mengingat apa yg kami sampaikan ini melibatkan Tuhan dengan segala kompilasi hukum-hukumNya, dengan segala implikasi hukum-hukumNya yang berkaitan dengan Rencana dan PenciptaanNya terhadap manusia dan problematika kehidupannya. Admin dan warga blog yth ini tentu akan saya libatkan juga sebagai saksi sy karena Admin dan warga melihat betapa hati-hatinya saya menulis dan memposting legal opinion ini.

Admin dan warga tidak usah takut ataupun ragu-ragu menjadi saksi saya dihadapan Tuhan yah, karena sebagai orang hukum, sebagai orang yang memiliki kantor hukum dengan segudang reputasi, saya sudah membuat payung hukum buat perlindungan kita semua dengan kalimat-kalimat merendah hati seperti berikut ini : ” jika apa yang saya sampaikan ini salah maka benarkanlah, jika kurang maka cukupkanlah, seandainya benar maka ikutilah “. Payung hukum diatas bukan hanya melindungi diri saya tapi juga diri Admin dan warga setia blog yth ini.

Membedah kasus-kasus hukum dengan mendudukkan Tuhan sebagai Perencana dan Pencipta untuk dimasukkan kedalam para pihak adalah sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh para ahli-ahli hukum. Mungkin saja mereka tahu tapi mereka takut melakukannya ataukah ragu-ragu mengingat besarnya resiko hukum yang dapat timbul yang akan menimpa dirinya dan keluarganya (anak-istrinya) jika apa yg disampaikannya tidak benar. Mungkin juga dengan sebab lain misalnya Tuhan dengan sengaja menutup hati dan fikiran para ahli-ahli hukum tersebut. Entahlah!.

Wassalam.

Terimakasih kepada sdr Petrus yang telah menyampaikan Surat Petrus yang pertama (Perjanjian Baru 1:1). Insya Allah pada kesempatan berikutnya ayat penting ini akan kita bahas sekaligus memberi uraian Trinitas sebagaimana yang diharapkan oleh sdr Gareng.

Terimakasih kepada Admin yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan Legal Opinion. Admin meminta Trinity agar exis di blog ini, namun harapan admin agak berat kami penuhi mengingat banyaknya tugas-tugas kami yang membutuhkan perhatian dan konsentrasi prima. Kami meminta warga blog ini serius mencermati dan menganalisis Legal Opinion yang akan kami sampaikan dan dimohon pengertiannya jika ada pertanyaan atau tanggapan yang tidak segera kami jawab mengingat keterbatasan kami. Jika apa yang kami sampaikan “kurang” maka “cukupkanlah”, seandainya “salah” maka “benarkanlah”, apabila yang kami sampaikan “benar” maka “ikutilah” dan jadikanlah semua itu sebagai sesuatu yang membawa manfaat yang positif.